Beranda > Uncategorized > Dongju: The Portrait of a Poet

Dongju: The Portrait of a Poet

Akhirnya berhasil menonton film ini. Setelah berbulan-bulan saya menunggu sub Inggrisnya yang tak kunjung ada yang upload, akhirnya seorang teman dunia maya menyarankan saya menonton di kissasian dan thanks to her, saya akhirnya bisa menonton film ini.

Dongju

Ada cukup banyak alasan yang membuat saya penasaran berat sama film ini. Pertama, film ini disutradarai oleh , salah satu sutradara besar Korea yang film-filmnya sudah saya tonton dan bagus-bagus (, , ). Kedua, karena cast-nya adalah dan . Saya memfavoritkan keduanya, karena keduanya adalah dua aktor muda yang berbakat dan pilihan filmnya cukup ‘berkelas.’ Ketiga, premis ceritanya yang mengisahkan kehidupan seorang penyair dan diddasarkan pada kisah nyata pula. Saya selalu menyukai film biografi terutama dengan tokoh seniman. Keempat, ternyata film ini banyak mendapat penghargaan di beberapa ajang penghargaan film di Korea sono.

Dongju5

 

Format cerita film ini sendiri disajikan dalam cerita kilas balik. Dimulai dari Dongju yang dipenjara dan sedang diinterogasi oleh pihak Jepang, mengenai hubungannya dengan seorang pemberontak, Song Mong-gyu. Cerita berputar ke belakang. Dong-ju () dan Mong-gyu () adalah dua bersepupu yang tinggal serumah. Usia mereka sebaya dan selain bersaudara, keduanya juga sahabat kental dan sama-sama memiliki ketertarikan pada dunia tulis menulis. Hanya saja Mong-gyu lebih suka menulis esai sementara Dong-ju pada puisi.

Dongju1

Mong-gyu yang berkarakter keras dan pemberani, seolah mengambil peran sebagai kakak bagi Dong-ju. Ia lah yang banyak mempengaruhhi pikiran-pikiran Dong-ju, yang lebih kalem dan pendiam. Sebagaimana seorang pemuda pemberani yang banyak membaca, Mong-gyu merasa tertarik dengan ide-ide baru seperti komunisme hingga anti imperalisme. Ia pun kemudian ikut gerakan-gerakan anti penjajahan dan pernah dipenjara.

Dongju4

Setelah sama-sama menyelesaikan sekolah di Seoul, Mong-gyu kemudian mengajak Dong-ju melanjutkan kulaih ke Jepang, berpikir bahwa di sana mereka akan lebih banyak belajar hal-hal besar dan bagi Mong-gyu, tentunya bisa melebarkan sayap perjuangan dan kemudian terlibat dalam kelompok pejuang yang cukup radikal.

 

Di Jepang, mereka diterima di universitas yang berbeda. Dong-ju tetap menekuni puisi dan kemudian bertemu seorang profesor baikhati, Takamatsu dan juga keponakannya Kumi, yang kemduian memabntunya mempublikasikan puisi-puisinya. Ide-ide Mong-gyu tentang perjuangan dan juga hidup di tengah suasana penjajahan adalah hal-hal yang menginspirasi puisi-puisi Dong-ju, dan karenanya, kemudian ia dianggap subversif dan memiliki keterlibatan dalam pemberontakan yang dilakukan Mong-gyu.

Dongju6

Sebenarnya, selalu sulit bagi saya memberi penilaian pada sebuah film yang sejak awal sudah membuat saya banyak berekspektasi. Dan karena lamanya menunggu kesemaptan menonton film ini, saya juga cukup penasaran dengan membaca banyak artikel yang mengulas film ini, sehingga ketika menontonnya, kepala saya sudah tak lagi kosong. Dan sejujurnya, hal itu cukup mengurangi kenikmatan saya menonton film ini. Tapi secara umum, saya setuju kalau film ini adalah film yang bagus. Pesan film ini saya rasa tersampaikan dengan baik. Tentang bagaimana kekejaman dan ketidakadilan yang dilakukan Jepang, sampai-sampai seorang penyair ‘biasa’ saja ditangkap dan dipenjara.

Dongju3

Dari segi akting, bermain apik sebagai Dong-ju yang kalem dan puitis. Meski saya selalu membayangkan bahwa sosok seorang seniman adalah sosok yang ‘aneh’ tapi karena Dong-ju adalah sosok yang benar-benar pernah ada, tentu tak ada yang perlu diperdebatkan dari karakternya yang bisa dibilang ‘biasa-biasa saja.’ Kehidupan di seputar Dong-ju juga bisa dibilang jauh dari dramatis. Ia tumbuh di keluarga yang cukup berada dan berpendidikan. Proses hidupnya juga bisa dibilang lancar-lancar saja. Tapi yah, apa yang salah dari keadaan semacam itu? Kenyataannya memang banyak orang-orang besar yang lahir dari latar belakang yang ‘baik-baik’ saja.

Dongju2

Di sisi lain, juga tak kalah apik aktingnya sebagai Song Mong-gyu yang meledak-ledak. Karakter Mong-gyu justru adalah nyawa dari film ini. Dan Park membawakannya dengan sangat baik. Wajar jika kemudian dia diganjar penghargaan aktor pendatang baru terbaik untuk perannya di sini. Pada dasarnya, ia dan bermain sama baiknya, hanya saja, memang sosok Mong-gyu menang secara karakter sehingga lebih menarik.

Dongju8

Dongju7

Secara penceritaan sendiri, karena ini adalah film tentng penyair, tadinya saya berharap sesuatu yang lebih puitis dan kontemplatif, hanya saja, sepertinya memang bukan itu tujuan si sutradara sehingga plotnya juga lebih lugas dan cair. Overall, good movie.

Note:
Yoong Dong-ju adalah penyair Korea yang lahir pada tahun 1917. Secara garis besar, kehidupannya memang seperti yang diceritakan dalam film ini. Ia kemudian meninggal di dalam penjara Jepang pada tahun 1945 di usia 27 tahun, diduga karena disuntik obat tertentu yang membuatnya hingga meninggal. Tiga tahun setelah kematiannya, buku kumpulan puisinya diterbitkan yang diberi judul: Haneulgwa, Baramgwa, Byeolgwa Si (The Heavens and The Winds and The Stars and Poetry). Meski usianya pendek dan karyanya tak banyak, tapi Dong-ju merupakan salah satu penyair besar Korea yang karya-karyanya banyak dibaca dan dikaji.

Park Mong-gyu juga adalah karakter nyata.

Cast:
– Yoon Dong-ju
– Song Mong-gyu

Kim In-woo – Detektif
Choi Hong-il – Ayah Dongju
Choi Hee-soo – Kumi
Shin Yoon-joo – Lee Yeo-jin

Kim Jung-pal – ayah Mong-gyu
Moon Sung-ggeun – Jung Ji-young
Choi Jung-hun – Moon Ik-hwan

Judul: Dongju: The Portrait of a Poet
Sutradara:
Produser: Shin Young-shick, Kim Ji-hyung
Sinematografi: Choi Yong0jin
Rilis : 18 Februari 2016
Durasi: 110 menit
Distributor Megabox Plus M
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea-Jepang

Awards:
Baeksang Art Awards 2016: Grand Prize (), Best New Actor ()
Blue Dragon Awards 2016: Best New Actor (), Best Screenplay

Iklan
Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: