Arsip

Archive for Mei, 2017

Whiplash

Andrew Newman, seorang pemuda19 tahun,  mahasiswa baru di sebuah sekolah musik bergengsi, Shaffer. Ia adalah sosok penyendiri, yang tumbuh bersama ayahnya yang penyayang setelah ibunya minggat ketika ia masih kecil. Andrew sangat menyukai jazz, mengagumi Buddy Rich dan Charlie Parker. Ia bermain drum sejak kecil. Dan sejak kecil pula ia yakin bahwa jazz adalah hidupnya. Baginya, jazz adalah segala-galanya.  Ia tak peduli pada anggapan keluarga besarnya, yang berpikir bahwa mimpinya hanyalah sia-sia. Ia mencurahkan seluruh waktu dan engerginya untuk berlatih.
Whiplash_1
Fletcher adalah seorang profesor terkenal Shaffer yang kemudian mengajak Andrew bergabung di bandnya yang bergengsi. Hal yangmembuat Andrew merasa bangga dan percaya diri. Namun ternyata itu barulah permulaan. Fletcher adalah seorang guru yang  sangat perfeksionis dan setengah ‘gila’. Ia mengajar dengan kasar dan keras. Kesalahan kecil berarti sumpah serapah menyakitkan hingga kekerasan fisik. Semua takut kepadanya, tapi juga ingin menampilkan yang terbaik di hadapannya.
Whiplash5
Setelah latihan ekstrim yang  mengerikan, Andrew akhirnya keluar dari band. Ayahnya yang tak rela Andrew diperlakukan sedemikian rupa, menyuruh Andrew melayangkan tuntutan. Apalagi kemudian tersiar kabar kalau salah seorang mantan murid Fletcher meninggal karena bunuh diri, yang diduga depresi sejak diajar Fletcher. Fletcher pun kemudian dipecat dari Shaffer. Andrew memutuskan untuk membuang mimpinya tentang jazz.
Whiplash3
Hingga suatu hari, ia kembali bertemu Fletcher di sebuah kafe jazz. Berbeda dengan sosok killer Fletcher ketika mengajar, di luar, Fletcher adalah sosok lelaki hangat yang inspiratif. Fletcher kemudian mengajak Andrew mengobrol dari hati ke hati dan meyakinkan Andrew untuk kembali pada impiannya. Tidak hanya itu, ia juga mengajak Andrew untuk bergabung dengan bandnya yang akan segera tampil.
Whiplash_2
Ada dua hal yang membuat saya penasaran sama drama ini. Pertama, karena film ini disebut-sebut oleh Lee Je-hoon, salah satu aktor Korea , dalam sebuah wawancara yang saya baca di internet, sebagai salah satu film favoritnya. Saya selalu mengagumi Lee, karena akting dan film-filmnya yang bagus, karenanya, saya pikir selera filmnya pasti juga tidak buruk. Kedua, setelah nonton film La La Land dan browsing di internet, ternyata film ini digarap oleh sutradara yang sama dengan La La Land, Damien Chazelle.
Whiplash6
Dan yah, setelah menontonnya, saya pun paham kenapa Lee konon sangat menyukai film ini. Sinematografi dan cerita film ini memang cukup berbeda dari film-film bertema serupa. Filmnya bernuansa indie, dengan plot dan karakter yang terasa sangat intense. Meski begitu film ini juga tidak sepenuhnya ‘muram’ atau ‘gelap’. Meski karakter utamanya bisa dibilang ‘gila’ tapi tetap digambarkan sisi-sisi manusiawi dengan segala interkasi manusia yang lembut dan hangat. Pesan moralnya juga sangat jelas: jangan pernah menyerah pada impian kita! Dan  jangan lupa juga, musiknya yang sangat jazz dan sophicasted. Apalagi, Damien sang sutradara, memang pernah mempelajari jazz sehingga sepertinya memiliki pemahaman yang memadai tentang jazz.
Whiplash4

Whiplash7
Di sisi lain, menonton film ini, membuat saya merasa cukup ‘sakit’. Saya merasa ‘sakit’ melihat kegilaan karakter-karakternya.  Bukankah musik seharusnya dinikmati? Bukankah impian seharusnya membuat kita bahagia? Di sisi lain, saya juga sadar bahwa ‘dunia mimpi’ apalagi yang berkaitan dengan seni, bukanlah sesuatu yang seindah warna pelangi. Ironis memang, karena seni adalah sesuatu yang membuat dunia indah dan warna-warni. Tapi bagaimana seni tercipta, seringkali bukanlah hasil dari sebuah proses yang selalu menyenangkan. Kenyataannya,  karya seni besar besar justru banyak yang lahir dari pergulatan rasa sakit dan kegilaan. Dan agaknya, hal itu disajikan dengan begitu impresif melalui film ini. Worthed to watch!

Cast:
Miles Teller – Andrew Neiman
J. K. Simmons – Terence Fletcher
Paul Reiser – Jim Neiman (ayahnya Andrew)
Melissa Benoist – Nicole (pacar Andrew)
Austin Stowell – Ryan Connolly
Nate Lang – Carl Tanner

Judul: Whiplash
Sutradara/Penulis: Damien Chazelle
Produser: Jason Blum, Helen Estabrook, Michel Litvak, David Lancaster
Musik: Justin Hurwitz
Sinematografi: Sharone Meir
Editing: Tom Cross
Produksi: Bold Films, Blumhouse Productions, Right of Way Films
Distributor: Sony Pictures Classics
Rilis: 16 Januari 2014 (Sundance)
Durasi: 106 menit
Negara/Bahasa: AS/Inggris

Awards:
– Sudance Film Festival 2014 : – Grand Jury Awards
– Deauville American Film Festiva 2014: Audience Awards
– Academy Awards 2015: – Academy Award for Best Supporting Actor (J.K Simmons), Best Film Editing, Best Sound Mixing
– Grammy Awards 2015: Nominasi  NME Award for Best Film.

Soundtrack Track Listing:
I Want To Be One Of The Greats – Snare Liftoff
Overture – Justin Hurwitz
Too Hip to Retire – Tim Simonec
Whiplash – Hank Levy
Fletcher’s Song in Club – Justin Hurwitz
Caravan – Duke Ellington and Juan Tizol
Practicing – Justin Hurwitz
Invited – Justin Hurwitz
Call From Dad – Justin Hurwitz
Accident – Justin Hurwitz
Hug from Dad – Justin Hurwitz
Drum & Drone  – Justin Hurwitz
Carnegie – Justin Hurwitz
Ryan / Breakup – Justin Hurwitz
Drum Battle – Justin Hurwitz
Dismissed – Justin Hurwitz
–  Good Job (He Was A Beautiful Player)
Intoit – Stan Getz
No Two Words – Nicholas Britell et Justin Hurwitz
When I Wake – Justin Hurwitz
Casey’s Song – Justin Hurwitz
Upswingin’ – Tim Simonec
Rehearsal Medley – First Nassau Band Rehearsal / Second Nassau Band Rehearsal / Studio Band Eavesdrop / Studio Band Rehearsal After Breakup

Kategori:Uncategorized

La La Land

Saya tak suka film musikal. Selama ini, saya tak bisa menikmati film musikal. Aneh rasanya melihat para aktor yang sebentar-sebentar menyanyi dan menari, membuat saya seringkali sulit merasakan kedalaman cerita sebuah film karena membuatnya terasa ‘tidak realistis.’ Tapi saya penasaran sama film ini karena bisa dibilang Movie of the Year yang dibicarakan dimana-mana, dipujapuji dimana-mana. Banyak aktor-aktris terkenal yang mempostingnya di IG. Agak mengherankan juga, karena saya selalu berpikir kalau film musikal itu sangat segmented. Ketika film ini ternyata tayang di bioskop, saya pun berniat untuk menonton. Oke, mungkin menonton film musikal di dalam gedung bioskop dengan sound yang canggih dan layar lebar akan menyenangkan. Sayangnya, ketika hari H saya punya waktu untuk menonton,filmnya sudah selesai diputar. Dan akhirnya ‘berlapang dada’ dengan versi dunlutan gratis di internet, hehe.
La La Land4 (1)
La La Land berkisah tentang dua orang, Mia dan Sebastian. Mia ( ) seorang gadis muda yang merantau ke New York untuk mengejar impiannya menjadi aktris. Sembari disibukkan dengan ikut casting di sana-sini,ia bekerja sebagai waitress di sebuah kafe.
La La Land
Sebastian () adalah seorang musisi jazz yang sangat idealis. Ia sangat mencintai jazz, tapi hanya mau memainkan jazz yang murni. Impiannya, adalah memiliki klub jazz yang memainkan pure jazz setiap malam. Kenyataannya, ia sekarang hanyalah seorang musisi miskin yang bermain di kafe-kafe dan sering dipecat karena terlalu idealis.
La La Land-1
Sebuah ‘kebetulan’ mempertemukan Mia dan Sebastian. Mia merasa terpukau mendengar mimpi-mimpi dan idealisme Sebastian. Dan kenyataan bahwa keduanya sedang sama-sama mengejar impian, kemudian menyatukan mereka. Lewat idealisme Sebastian, Mia merasa terinspirasi untuk terus mengejar impiannya sebagai aktris meski mengalami penolakan demi penolakan. Pendek cerita, keduanya saling mencintai dan berbagi mimpi yang sama.
La La Land3
Tapi hidup bersama seseorang tidaklah selalu mudah. Apalagi keduanya sama-sama ‘miskin.’ Sebagai lelaki, Sebastian merasa bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan ekonomi yang lebih layak. Apalagi kemudian ada Keith, temannya yang mengajaknya bergabung di band pop jazz miliknya yang sedang naik daun. Melupakan idealismenya, Sebastian menjadi musisi yang sukses dan populer bersama Keith. Tapi tentu saja, hal itu tak membuatnya bahagia. Ketika Mia akhirnya sukses meniti karir keartisannya, Sebastian memilih ‘undur diri’, kembali pada mimpi-mimpinya. Dan pada akhirnya, cinta keduanya pun harus mengambil jalan yang berbeda.
La La Land4 (2)
Well, yeah. Setelah menonton film ini, saya cukup paham kenapa film ini begitu ‘sukses’ secara komersil.  It’s about about love. It’s romance story.  And Everybody love romance story.  Setidaknya, bagi sebagian besar penduduk dunia, termasuk saya. Meski rumusnya bisa dibilang begitu-begitu saja, tapi cerita cinta memang selalu menarik. Demkian halnya dengan film ini. Cerita cintanya juga bisa dibilang ‘sangat standar’ tapi hal itu pula yang membuatnya begitu mudah dicerna. Dan meski dibalut dengan unsur musikal tapi juga bukan musikal yang sangat kental, karena porsi cerita ‘realistis’nya cukup besar dibanding bagian musikalnya. Pun dengan musikalnya sendiri, juga enak dinikmati. Dengan musik dan tarian yang membuat saya yang menonton jadi ingin ikut menari. Dan yah, jangan lupa, unsur jazz-nya. Seperti film sebelumnya, Whiplash, Damien sang sutradara memang agaknya punya obsesi tersendiri terhadap jazz, sehingga unsur jazz menjadi bagian yang penting di film ini. Hal yang kemudian memberi sentuhan sophisticated pada cerita selain kisah cinta yang ‘biasa.’ Recommended!

Cast:
– Sebastian Wilder
– Mia Dolan
John Legend – Keith
Rosemarie DeWitt –  Laura Wilder
Finn Wittrock – Greg Earnest
Jessica Rothe – Alexis
Sonoya Mizuno – Caitlin
Callie Hernandez – Tracy
J. K. Simmons – Bill
Tom Everett Scott – David
Meagen Fay – ibuna Mia
Damon Gupton – Harry
Jason Fuchs a- Carlo
Josh Pence – Josh

Sutradara/Penulis: Damien Chazelle
Produser: Fred Berger, Jordan Horowitz, Gary Gilbert, Marc Platt
Musik: Justin Hurwitz
Sinematografi: Linus Sandgren
Editing:     Tom Cross
Produksi: Summit Entertainment, Black Label Media, TIK Films, Impostor Pictures, Gilbert Films, Marc Platt Productions
Distributor: Summit Entertainment
Rilis: 31 Agustus 2016 (Venice Film Festival)
Durasi: 128 menit
Negara/Bahasa: AS/ Inggris

Awards:
Academy Awards 2017:Best Director, Best Actress ( ), Best Cinematography, Best Original Score, Best Original Song (“City of Stars”) , Best Production Design
Nominasi: Best Picture, Best Actor (), Best Original Screenplay, Best Film Editing, Best Costume Design,  Best Original Song (“Audition”), Best Sound Editing and Best Sound Mixing

Golden Globe Awards 2017: Best Motion Picture – Musical or Comedy, Best Director, Best Actor – Comedy or Musical  ( ), Best Actress – Comedy or Musical ( ), Best Screenplay, Best Original Score and Best Original Song (“City of Stars”)
British Academy Film Awards, 2016: – Best Film, Best Director, Best Actress in a Leading Role  (), Best Cinematography and Best Film Music

Kategori:Uncategorized

The King

Park Tae-soo () besar di kota kecil, Mokpo. Ayahnya, yang ditinggal minggat ibunya, adalah seorang kriminal dan pernah dipenjara. Tumbuh di lingkungan seperti itu, Tae-soo pun mengikuti jejak ayahnya menjadi berandalan. Hingga ketika SMA, ia menyadari bahwa untuk menjadi orang yang berkuasa, ia harus menjadi seseorang. Impiannya adalah menjadi seorang jaksa. Tae-soo pun kemudian rajin belajar dan akhirnya diterima di Universitas Seoul. Hidup seolah selalu berpihak pada Tae-soo, begitu lulus kuliah, ia langsung diterima jadi PNS, lalu bertemu istri yang cantik dan berasal dari keluarga terpandang, Sang-hee ().

The King_2

The King_6

Tae-soo menjalani kehidupan yang tenang dan terpandang hingga ia kemudian bertemu dengan Yang Dong-chul () sunbae-nya, yang kemudian menunjukkan Tae-soo ‘jalan lain’ menjadi jaksa yang sukses. Dong-chul juga memperkenalkannya dengan Han Kang- sik (), jaksa terkenal yang menjadi atasannya. Cara sukses ala Kang-sik adalah cara kotor, mengabaikan keadilan dan moral, berkolaborasi dengan para koruptor dan politikus culas. Meski secara nurani merasa terusik, tapi Tae-soo mengikuti cara hidup Kang-sik.

The King_5

The King_7

Choi Du-il () adalah teman Tae-soo ketika di SMA. Sejak dulu, ia dikenal sebagai preman yang tergabung dalam sebuah kelompok gangster di kampung halamannya. Du-il kemudian membantu Tae-soo ‘membereskan’ hal-hal kotor yang tak mungkin Tae-soo tangani. Maka terjalinlah persahabatan di antara keduanya, meski Tae-soo tak sepenuhnya ‘percaya’ pada Du-il.

The King_9

Perubahan politik di Korea mempengaruhi karir Tae-soo. Kang-sik yang serakah memanfaatkan Tae-soo untuk kepentingannya sendiri. Tae-soo jatuh bangkrut dan merasa dikhianati. Dengan ambisinya, Tae-soo kemudian berusaha bangkit dan bertekad untuk menjadi yang berkuasa.

The King_8

Penasaran sama film ini karena cast-nya.  , , , … ditambah lagi sutradaranya adalah sutradara yang membesut film bagus . Dan yah, secara umum sih filmnya cukup bagus dengan moral cerita yang cukup jelas. Hanya saja, entah kenapa, saya tidak terlalu menikmati penyajian film ini yang menggunakan narasi off screen nyaris sepanjang film. Adegan-adegannya disajikan hanya seperti kilasan-kilasan cerita yang diputar cepat-cepat, sehingga karakter-karakter yang ada juga hanya dieksplorasi sekilas-sekilas. Persahabatan Tae-soo Doo-il misalnya, rasanya kurang digambarkan basis kuatnya di masalalu. Dan yah moral ceritanya agak sedikit mainstream sih meski twist endingnya cukup berbeda.

The King_10

Kim So-jin yang actingnya impresif

Untuk akting sendiri, saya pikir semuanya bermain bagus. Hanya saja  sebagai lead actor lebih banyak bercerita daripada berakting, sehingga rasanya akting dia jadi biasa-biasa saja. main bagus juga, tapi aktingnya tidak bisa dibilang stellar. Cukup mengesankan saya pikir adalah , yang memerankan sosok Dong-chul yang ‘licik’ dan penjilat. Dan yah, tentu saja, yang kemudian diganjar sebagai Best New Actor di Baeksang Award lalu (meski menurut saya aktingnya di sini tidak stellar-stellar amat). Juga Kim So-jin, si jaksa idealis Ahn Hee-yeon, yang meski hanya muncul di beberapa adegan, tapi meninggalkan kesan cukup mendalam. Ohya, sebenarnya ada juga beberapa nama yang cukup familiar seperti , ,  , Kim Min-jae dan  .. tapi beberap saya baru ngeh setelah baca daftar cast-nya, karena akting mereka entah karena script atau akting mereka, jadi tidak notable. Tapi secara keseluruhan, film ini cukup layak ditonton, kok. Sinematografinya saya cukup suka, dengan tone dan warna-warna muram dan terkesan agak ‘jadul’ yang memberi sentuhan setting beberapa tahun ke belakang pada film.

 

Cast:
– Park Tae-soo
– Han Kang-sik
– Yang Dong-chul
– Choi Doo-il
Kim Eui-Sung – Kim Eung-soo
– Lim Sang-hee
Kim Min-Jae – Reporter Baek
Jung Sung-Mo – Park Myung-hoon
– Park Si-yeon
– Heo Ki-hoon
Kim So-Jin – Ahn Hee-yeon
– Ms Kim
Jo Woo-Jin – Detektif
Han Soo-Yeon – Kepala Hostes
– Guru SMATaesoo

Judul: The King/ Deo King (더 킹)
Sutradara/Penulis:  
Produser: Lee Jong-Ho,  
Sinematografi: Kim Woo-Hyoung
Rilis: 18 Januari 2017
Durasi: 134 menit
Distributor: Next Entertainment World
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
– BaekSang Arts Awards – 2017
Best Supporting Actress (Kim So-Jin)
Best New Actor ()

Kategori:Uncategorized

The Story of Qiu Ju

Qiu Ju () adalah perempuan desa biasa, buta huruf dan tengah hamil tua. Ketika suaminya, Qinglai, cedera kaki karena ditendang oleh Kepala Desa Wang gara-gara bertengkar mulut, Qiu Ju merasa diperlakukan tak adil. Ia merasa si Kepala Desa sudah keterlaluan, dan karenanya, ia menginginkan permintaan maaf. Ketika ia laporkan kejadian itu kepada pemerintah setempat, Wang kemudian didenda sejumlah uang sebagai kompensasi biaya berobat dan kerugian tidak bekerja. Namun bukan itu yang Qiu Ju inginkan. Ia tidak mempermasalahkan uang, tapi yang ia harapkan adalah permintaan maaf dari Kepala Wang. Di sisi lain, Kepala Wang merasa terlalu gengsi untuk mengaku salah dan karenanya tidak bersedia untuk meminta maaf.

The Story of Qiu Ju

The Story of Qiu Ju_3

Merasa tak puas, Qiu Ju pun membawa masalah itu ke pemerintahaan yang lebih tinggi. Dalam keadaan hamil tua, ia nekad kesana kemari demi mencari keadilan yang diharapkan. Hasilnya, sama saja. Keputusan pemerintah daerah hanyalah berupa tuntutan denda kepada Wang, bukannya permintaan maaf. Masih tak puas, Qiu Ju disarankan untuk pergi ke pemerintahan Kota.

The Story of Qiu Ju_4

Ditemani adik perempuannya, Meizi, Qiu Ju pun pergi ke kota. Sebagai orang kampung dengan segala keudikannya, menjejakkan kaki di kota yang begitu ramai membuatnya gamang. Untunglah, ia kemudian bertemu pemilik penginapan baik hati yang kemudian membantunya untuk menemui Wali Kota. Dan untung juga, Wali Kota adalah orang yang baik. Meski begitu, sesuai dengan prosedur, keputusan tentang Kepala Wang tetap sama. Jika dirasa tak puas, Wali Kota menyarankan Qiu Ju untuk menyelesaikannya lewat jalur pengadilan. Dan itulah yang kemudian Qiu Ju lakukan. Di sisi lain, kengototan Qiu Ju membuat orang-orang desa mencemoohnya. Qinglai, suaminya merasa malu dan memintanya berhenti. Tapi bukan Qiu Ju namanya kalau menyerah begitu saja. Meski keputusan pengadilan sendiri kemudian mengecewakannya. Ia pun disarankan untuk naik banding. Syaratnya, bekas luka suaminya harus diperiksa, jika memang ada luka serius maka Kepala Wang akan dihukum.

The Story of Qiu Ju_5

The Story of Qiu Ju_6

Tibalah waktunya Qiu Ju melahirkan. Karena mengalami pendarahan, ia harus dibawa ke rumah sakit. Kepala Wang lah satu-satunya orang yang bisa dimintai tolong. Mengabaikan perseteruan mereka, Kepala Wang membantu Qiu Ju dan suaminya. Sang bayi pun lahir dengan selamat, demikian juga Qiu Ju. Mereka pun mengucap terimakasih kepada Kepala Wang. Namun di saat bersamaan, ditemukan bukti kalau suami Qiu Ju mengalami cedera serius, dan Kepala Wang pun ditahan. Hal yang membuat Qiu Ju sangat kecewa. Karena bukan keadilan seperti itu yang ia inginkan.

The Story of Qiu Ju_9

Hihi, sebuah film yang membuat saya ingin tersenyum getir usai menontonnya. Sebuah cerita tentang makna keadilan versi rakyat jelata yang digambarkan dengan sangat ‘lembut’ tapi juga sangat mengena oleh . Sebuah cerita yang sangat-sangat humanis. Bagaimana, hukum modern seringkali salah paham tentang apa itu sebenarnya keadilan. Dan bagaimana juga, kata ‘maaf’ meskipun terdengar mudah, ternyata adalah sesuatu yang sulit sekali dilakukan. Bagaimana ‘maaf’ yang terdengar ‘remeh temeh’ tenyata memiliki arti yang sangat besar dalam hubungan antar manusia. Selain cerita yang begitu bagus, film ini juga didukung oleh sinematografi ‘eksotik’ ala Zhang yang selalu menampilkan nuansa lokal yang kental.

The Story of Qiu Ju_10

Gong Li yang selalu all out. Salut!

.Dan senang rasanya melihat bagaimana di tengah alam yang terlihat tidak terlalu ramah, masih dihidupi oleh orang-orang yang berhati hangat. Tokoh-tokoh dalam film ini, digambarkan sebagai sosok-sosok manusia biasa, tidak sempurna, tapi tetap memiliki tanggung jawab dan kebaikan hati. Dari segi akting, seperti biasa, bermain sebagai Qiu Ju, si perempuan desa sederhana dengan begitu meyakinkan. Salut untuk aktris satu ini yang selalu all out dalam peran-perannya. Sementara aktor-aktor lain, juga bermain dengan sangat natural. Very good movie!

Cast:

Lei Kesheng
Liu Peiqi
Ge Zhi Jun
Ye Jun
Yang Liu Chun

Judul : The Story of Qiu Ju

Sutradara:
Produser: Feng Yiting, Fung Kwok Ma
Penulis: Liu Heng, Chen Yuanbin (Novel)
Musik: Zhao Jiping
Sinematografi: Chi Xiaoning, Lu Hongyi, Yu Xiaoquin
Edit: Du Yuan
Distributor: Sony Pictures Classics
Rilis: September 1992 (Venice)
Durasi: 110 menit
Negara/Bahasa: China/Mandarin

Awards:
– Venice Film Festival, 1992: Golden Lion, OCIC Award – Honorable Mention, Volpi Cup — Best Actress,
– Vancouver International Film Festival, 1992: Most Popular Film
– Changchun Film Festival, 1992: Golden Deer
– Golden Rooster Awards, 1993: Best Actress — , Best Film
– Independent Spirit Awards, 1994: Best Foreign Film —
etc.

Kategori:Uncategorized

Master of Study

Sebenarnya, saya agak underestimate dengan drama-drama Korea bertema dunia sekolahan, karena seringkali ceritanya ya begitu-begitu saja. Tapi memutuskan untuk nonton drama ini setelah ‘ngeh’ kalau pemainnya adalah sederet aktor/aktris yang cukup saya favoritin, mulai dari dan , hingga trio muda berbakat: , dan .
GOSE01.mp4_000455753
yang memerankan sosok Pengacara Kang, bisa dibilang adalah tokoh utama drama ini. Ia adalah pengacara idealis, dan karenanya, seperti kebanyakan orang idealis, justru miskin secara ekonomi. Suatu hari, ia mendapat pekerjaan untuk membantu menyelesaikan sebuah kasus sengketa sebuah sekolahan, SMA Byeong-Mun, yang terancam ditutup. Sekolah ini dikenal sebagai SMA buangan karena berisikan murid-murid dari kalangan bawah yang terkenal nakal dan bodoh. Tidak hanya itu, karena Kang ternyata adalah alumni sekolah itu dan melihat bahwa sekolahnya terancam ditutup, ia pun  merasa terusik.
GOSE01.mp4_002269305

GOSE03.mp4_000866192
Dengan jiwa martirnya, Kang kemudian bertekad untuk mencegap penutupan sekolah tersebut dengan memperbaiki reputasi sekolah itu. Caranya, dengan memasukkan enam murid agar lulus ujian masuk sebuah PT terbaik. Tentu saja, niatnya ini justru mendapat cemoohan, tidak hanya oleh para guru lain tapi juga murid-muridnya. Meski begitu, Kang tetap pantang menyerah. Dan setelah melakukan berbagai provokasi yang membakar semangat, dibantu salah seoran guru Bahasa Inggris yang berdedikasi, Han Soo-jung (), Kang berhasil ‘merayu’ enam murid untuk ikut kelas khususnya. Mereka adalah:. Hwang Baek-hyeon (), Kil Pul-ip (), Na Hyeon-jeong, Hong Chan-du () dan Oh Bong-ku.
GOSE02.mp4_000072813

GOSE01.mp4_002285165
Baek-hyeon adalah pemuda miskin yang hidup hanya dengan neneknya yang sudah renta, dan berpikir bahwa sekolah tinggi baginya tidak ada gunanya. Pul-ip tinggal dengan ibunya yang mengelola sebuah rumah karaoke, dan tidak pernah memiliki waktu kondusif untuk belajar. Bong-ku sebenarnya adalah anak kesayangan orang tuanya yang tidak terlalu pintar, tapi memiliki semangat dan ketekunan untuk belajar. Chan-du anak orang kaya yang seolah menjadi ‘duri dalam daging’ dalam keluarganya karena alih-alih rajin belajar, ia lebih suka menari, sementara orang tuanya ingin ia berprestasi secara akademik. Na Hyeon-jeong adalah ‘gadis nakal’ yang kesepian dan menemukan arti persahabatan bersama Baek-hyeon cs.
GOSE07.mp4_003208680

GOSE07.mp4_003427872
Demi mewujudkan obsesinya, Kang kemudian mendatangkan guru-guru eksentrik dan menempa keenam orang itu untuk belajar keras. Perlahan, keenamnya pun menemukan semangat untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Yah, sedikit berbeda dengan drama-drama Korea kebanyakan, drama ini memang punya pesan moral yang sangat kuat. Ceritanya sangat fokus pada ‘belajar dan belajar’ dan menurut saya, cukup terlihat meyakinkan. Masing-masing pemainnya juga bermain apik. Saya senang melihat aktor-aktor muda di sini yang bermain sebagai diri mereka sendiri, dengan segala kepolosan sebagai murid-murid SMA yang biasa. Ceritanya juga memang sangat mereka, seusai dengan usia mereka.
GOSE09.mp4_002307763

GOSE08.mp4_000792965
Sayang, cerita dan akting yang bagus di sini, menurut saya tidak didukung dengan penyutradaan, yang terasa kurang ‘greget’ (heran juga karena justru sang sutradara dapat penghargaan di Baeksang, hehe). Plotnya kadang seperti tersendat-sendat dengan cerita yang kadang terasa terlalu kering. Penyajian adegan kegiatan belajar kadang terlalu mengambil banyak porsi sehingga rasanya kok malah seperti menonton tutorial belajar mengajar. Ya bagus saja sih, tapi rasanya ya itu, ceritanya jadi terasa kering. Padahal, menurut saya akan lebih bagus kalau drama ini lebih fokus pada eksplorasi masing-masing karakter dan juga interaksi humanis antar mereka. Dan yah, sedikit lebih banyak pemorsian cinta-cintaan ala anak SMA rasanya juga tak akan mengganggu cerita. Tapi overall, drama yang bagus, terutama dari segi cerita. Dan juga menyenangkan melihat akting aktor-aktor muda Korea, terutama trio , dan , yang di sini, benar-benar terlihat masih innocent.
GOSE13.mp4_003331969
Note:
Berdasarkan manga Jepang “Dragon Zakura” karya Mita Norifusa, juga sudah diadaptasi dalam dorama tahun 2005 (TBS).

Cast:
– Kang Seok-ho
– Han Soo-jung
– Hwang Baek-hyeon
– Kil Pul-ip
Oh Yoon-Ah – Jang Ma-ri
– Hong Chan-du
Park Ji-yeon – Na Hyeon-jeong
Lee Chan-ho – Oh Bong-ku
– Cha Ki-bong
Lee Byung-joon – Anthony Yang
Im Ji-eun – Lee Eun-yu
Shim Hyung-tak – Jang Yeong-sik

Judul: Master of Study/ Kongbu-ui Shin (공부의 신)
Sutradara: Yoo Hyun-Ki
Penulis: Mita Norifusa (manga), Yoon Kyung-Ah
Tayang: KBS2, 4 Januari – 23 Februari 2010
Episode: 16
Negara/Bahasa; Korea Selatan/Korea

Awards:
Awards
– PaekSang Arts Awards 2010: – Best New Director

Kategori:Uncategorized

Radiant Office

Eun Ho-won () adalah gadis yang penuh semangat. Ia berasal dari keluarga miskin, sudah 3 tahun lulus kuliah tapi tak kunjung mendapat pekerjaan. Ia pun melakukan pekerjaan serabutan kesana kemari. Hingga suatu hari, ia mendapat panggilan wawancara dari sebuah perusahaan besar. Salah satu pewawancaranya adalah Seo Woo-jin (), yang kasar dan perfeksionis. Hasilnya, Ho-won gagal diterima. Merasa putus asa, ia pun berpikir untuk bunuh diri dengan terjun dari atas sungai Han. Meski niatnya tak terlalu serius, akhirnya ia jatuh ke sungai, tapi berhasil di selamatkan.
Radiant Office

Radiant Office_1
Ketika di rumah sakit, ia mendengar pembiacaraan dokter yang memeriksanya, menyebutkan tentang pasien yang memiliki ciri-ciri seperti dirinya, menderita penyakit mematikan dan kemungkinan hidupnya tak akan lama. Bokek dan ketakutan, ia pun melarikan diri dari rumah sakit. Nyatanya, ia tak sendirian. Selain dirinya, ada Do Ki-taek () dan Jang Ka-ho (). Ki-taek cowok yang selalu gagal ikut ujian PNS dan baru diputuskan pacarnya, Ha Ji-na. Patah hati, Ki-taek juga berniat bunuh diri. Sementara Ka-ho adalah anak orang kaya yang sebenarnya memiliki prestasi akademis yang bagus, tapi selalu gagal karena tidak punya kepercayaan diri. Hal yang membuat ibunya terus-terusan menuntutnya.

Radiant Office_10
Setelah usaha bunuh diri yang gagal itu, sebuah “kebetulan” mempertemukan ketiganya lagi. Mereka diterima sebagai pegawai sementara sebuah perusahaan furniture, Hauline. Sebuah kebetulan lain, Seo Woo-jin, si manajer perfeksionis ternyata juga baru pindah ke Hauline dan jadi GM di sana. Woo-jin adalah seorang pekerja keras dan idealis dan membenci intrik dan politik perusahaan.
Radiant Office_23
Dan yah, begitulah. Kehidupan dunia kerja di Hauline pun dimulai dengan segala intrik dan politiknya. Trio “gagal bunuh diri” menjadi sahabat baik, tapi juga  harus berkompetisi agar bisa mendapatkan posisi pegawai tetap. Selain itu, para pegawai di sana juga saling bersaing untuk memperebbutkan posisi yang lebih tinggi. Ada GM Park yang pemalas dan bossy, Manajer Jo yang tidak bisa naik karir karena perempuan, Asisten Lee yang penjilat dan juga mantan pacar Ki-taek, Ji-na yang jutek. Di luar semua itu, juga ada dr Seo, anak pemilik perusahaan yang punya obsesi untuk mengambil alih perusahaan.
Radiant Office_22

Radiant Office_12
Hmm yah, sebuah drama Korea dengan cerita yang sedikit berbeda,  meski sebenarnya juga bukan sesuatu yang baru. Karena drama ini mengingatkan saya pada Misaeng karena ceritanya memang mirip. Hal itu pula yang awalnya membuat saya tertarik untuk menonton drama ini. Belakangan, saya memang cukup bosan dengan drama Korea yang ceritanya seolah hanya mengulang-ulang. Drama dengan cerita yang lebih ‘realistis’ lebih saya sukai belakangan ini. Hal lain yang membuat saya tertarik adalah karena cast-nya, . Saya menandai bahwa Ko adalah salah satu aktris yang cukup idealis dalam memilih project-projectnya. Hal ini bisa dilihat dari drama-drama yang pernah dibintanginya, semuanya adalah drama dengan cerita yang berbobot, mulai dari God of Study hingga . Dan yah, demikian juga dengan drama ini. Ceritanya realistis dengan karakter-karakter yang juga realistis. Hanya saja, sepanjang menonton drama ini saya tak bisa untuk tak membandingkannya dengan .  Jujur sih, saya jauh lebih menyukai . terasa lebih well directed dengan plot dan karakter yang intens, sementara drama ini terkesan lebih ‘light’ dengan beberapa unsur komedik dan juga plot yang lebih cair. Dan juga ‘lebih drama’ dan bumbu romance.

Radiant Office_24
Pada episode-episode awal saya cukup menikmati drama ini. Tapi entah kenapa semakin ke belakang saya merasa agak bosan karena ceritanya terasa di situ-situ saja. Dan yah meski karakter-karakternya cukup realistis, saya juga tak bisa merasa cukup punya ikatan emosional dengan mereka. Saya tak tahu apakah ini karena aktingnya atau memang karakternya di script sedemikian rupa, tapi pada beberapa bagian saya merasa agak ‘lelah’ melihat Ho-won. Di satu sisi ia sangat frontal dan berani, tapi di sisi lain kadang sangat cengeng. saya pikir berakting dengan cukup natural, hanya saja saya juga merasa kurang suka dengan beberapa ekspresinya yang rasanya mirip dengan ekspresinya pada drama/film yang ia bintangi sebelum-sebelumnya. Sementara untuk karakter lain, cukup simpatik sebagai si oppa Ki-taek, meski menurut saya agak terlalu cengeng. Dan   juga bagus sebagai si inferior Ka-ho. Demikian juga dengan cast yang lain. Semuanya bermain dengan baik. Hanya itu saja, entah kenapa lama-lama saya merasa bosan. Satu-satunya karakter yang menurut saya menarik adalah Seo Woo-jin yang dimainkan dengan bagus oleh . Saya suka dengan karakter Woo-jin yang ‘bersih’ dan idealis. Dia keras, tapi juga punya sisi hangat yang membuatnya bukan ditakuti, tapi dihormati. Dan saya pikir, hal ini tak lepas dari aktingnya .

Well, meski begitu, menurut saya drama ini cukup layak ditonton.

Cast:
– Eun Ho-won
_ Seo Woo-jin
– DO Ki-taek
– Seo Hyun
– Jang Kang-ho
Kim Byung-Choon – Heo Goo-dong
– Ha Ji-na
Kwon Hae-Hyo – Park Sang-man
Jang Shin-Young – Jo Su-kyung
Oh Dae-Hwan – Lee Yong-jae
Kim Hee-chan – Oh Jae-min
Lee Yoon-Sang – Han Jung-tae
Park Se-Wan -Lee Kkot-bi

Judul: Radiant Office/ Jachebalgwang Opiseu (자체발광 오피스)
Sutradara: Jung Ji-In
Penulis: Jung Hwe-Hyun
Tayang: MBC, 15 Maret – 4 Mei 2017
Episode: 16
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Kategori:Uncategorized

Baeksang Art Awards 2017

Salah satu perhelatan tahunan dalam ajang penghargaan sinema Korea kembali digelar beberapa waktu lalu. Berbeda dengan penghargaan sejenis yang biasanya digelar di penghujung tahun (Blue Dragon, Kofra), Baeksang digelar pada hampir pertengahan tahun, sehingga beberapa film yang menang atau mendapat nominasi di penghargaan yang lain, bisa diprediksi juga masuk di ajang penghargaan ini. Dan memang, nominasi maupun pemenangnya tak jauh berbeda dengan Blue Dragon beberapa waktu lalu.  Saya tidak tahu sih, sebenarnya jangka waktunya seleksi film di ajang ini sampai kapan, tapi saya agak heran juga karena saya pikir, ada beberapa film baru yang dirilis beberapa bulan belakangan kebanyakan film yang masuk nominasi adalah film yang sudah agak ‘lama’. Hal yang membuat saya bertanya-tanya, apa memang beberapa bulan ini tidak ada film yang ‘lebih bagus’? Dan menurut saya, film, aktor, aktris yang masuk nominasi pernghargaan tahun ini tidak ‘segreget’ tahun lalu. Mungkin juga memang setahun ini, tidak banyak film-film bagus yang diproduksi.

The Wailing1

The Wailing yang memang layak jadi The Best Film

Untuk sebagian besar film yang masuk nominasi, sebagian besar sudah saya tonton. Dan yah, saya akui memang film-filmnya cukup ‘berat’ dan berkualitas. Dan saya sangat setuju bahwa The Wailing mendapat penghargaan sebagai Best Film, karena menurut saya, film ini memang “Best”, mungkin bahkan sejauh ini salah satu yang terbaik di antara film-film Korea yang pernah dibuat. Sulit saya mengatakannya, tapi film ini meninggalkan kesan yang sangat mendalam dalam pengalaman menonton saya.

[포토]송강호,신인배우들에게 영광을

Song Kang-ho yang dapat Best Actor untuk filmnya, The Age of Shadows

Untuk kategori Best Actor nominasinya cukup ‘membosankan’ karena aktor yang itu-itu saja. Dan lagi-lagi aktor kawakan yang menyabet penghargaan. Meski memang dia sangat layak mendapatkannya, tapi jujur, saya pribadi berharap ada aktor lain yang mendapatkannya. Rasanya kok tidak ada regenerasi dan mungkin Pak Song sendiri juga sudah bosan karena tiap tahun dapat penghargaan yang sama, hehe. Saya sendiri heran, kenapa sekian banyak aktor-aktor Korea (yang menurut saya banyak yang bagus) kenapa itu-itu saja yang masuk nominasi? Tapi kalau dicermati lagi, memang sejauh ini ya aktor-aktor tersebut memang yang selalu solid bukan hanya soal akting, tapi  juga pemilihan film. Dan sepertinya, kualitas sebuah film juga menentukan kualitas akting, atau juga sebaliknya. Saya sedikit kecewa karena beberapa aktor yang lebih ‘muda’ dan ‘baru’ meski secara kemampuan akting bagus, tapi memang film-film yang mereka bintangi kadang kurang greget.

손예진, '여신의 사랑스러운 하트~'

Son Ye-jin for Best Actress

Hal yang sama juga terjadi pada kategori Best Actress. Pemenangnya lagi-lagi , yang juga sudah langganan penghargaan. Saya sudah nonton dan dia memang berakting bagus, meski rasanya juga tak luar biasa. Sama halnya dengan di The Handmaiden dan (). Tapi mungkin Son menang di filmnya, yang temanya berbau nasionalisme. Sementara untuk dan , saya belum berkesempatan menonton filmnya jadi tak bisa membandingkan.

red-carpet-baeksang-arts-awards-2017-26

Kim Ui-sung yang dapat award untuk perannya di Train to Busan

Untuk kategori aktor dan aktris pendukung, ada Kim Ui-seung () dan Kim So-jin (The King). Utuk Kim Ui-seong, saya setuju. Penampilannya di memang salah satu yang paling memorble bagi saya, sementara Kim So-jin di The King, Saya belum menontonnya. Tapi melihat saingannya (saya sudah nonton penampilan ke-4 nominasi yang lain) yang tidak terlalu mengesankan, saya pikir Kim So-jin mungkin memang yang terbaik.

baeksang17_ryujoonyeol3

Another award for Ryu Jeon-yeol. Congratulation!

Best New Actor jatuh ke yang sebenarnya tidak bisa dibilang baru-baru amat, karena ia sudah membintangi beberapa film sebelumnya. Tapi saya cukup senang dengan kemenangannya. Dia memang punya talenta dan karisma dan rasanya hanya menunggu waktu saja hingga ia memapankan karirnya sebagai aktor yang berkelas. Untuk kategori aktris baru, ada nama Lee Sang-hee. Saya tidak familiar dengannya juga belum melihat filmnya, jadi tidak tahu seperti apa aktingnya. Dan cukup membuat saya penasaran karena saingannya adalah yang menurut saya bermain sangat bagus di The Handmaiden.

baeksang17_gongyoo3

Lucky year for Gong Yoo

Di kategori drama, Goblin mendapat Grand Prize. Yah, agaknya tim produksi drama ini memang sangat ‘beruntung’ karena tahun sebelumnya, drama yang mereka garap () juga memenangkan kategori yang sama. Saya sendiri belum menonton Goblin, tapi dari review yang saya baca, sepertinya tak jauh-jauh dari rumus DOTS yang sebenarnya penuh hal-hal klise. Tapi seperti halnya DOTS, herannya sangat populer dimana-mana. Kenyataan bahwa drama ini mendapat penghargaan Daesang agak sedikit membuat saya mengernyitkan kening. Untuk DoTs, saya bisa menerima karena selain populer gila-gilaan yang artinya juga menyebarkan ‘hallyu wave’ ke seluruh dunia, secara tema juga bisa dibilang berbau nasionalisme. Sementara untuk Goblin, saya pikir lebih karena faktor komersialnya, karena dari segi cerita sendiri menurut saya tidak terlalu ‘berkualitas.’ Tapi yah, memang seperti halnya film, drama-drama setahun belakangan ini menurut saya memang kurang greget sih. Setelah era drama dengan penggarapan nyaris ‘sempurna’ dan isi berbobot seperti , , ... tahun ini, drama-drama yang diputar tidak terlalu menarik, baik dari segi isi maupun penggarapan. Dan karenanya, saya sangat setuju ketika Dear My Friends lah yang mendapat penghargaan untuk Best Drama, karena drama ini memang rasanya yang paling bagus dibanding drama-drama yang dinominasikan. Bahkan sebenarnya lebih bagus dari Goblin.

baeksang17_seohyunjin4

Seo Hyun-jin indeed deserved the award

Untuk kategori aktor dan aktris, saya juga tak terlalu antusias melihatnya. adalah aktor drama yang bisa dibilang senior, dan selalu main bagus di drama-drama romantis. Sebelumnya saya cukup termehek-mehek melihat aktingnya di . Jadi yah, tidak mengejutkan juga kalau dia berakting bagus di Goblin. Meski saya kira aktor lain seperti atau juga sama bagusnya. Hanya saja, mungkin karena drama mereka tak sehits Goblin? Entahlah. Sementara , saya pikir memang sangat layak mendapatkan penghargaan aktris terbaik, setelah perannya yang sangat bagus sebagai Oh Hae-young.  Apalagi, kalau melihat saingannya memang tak terlalu kuat.

baeksang17_leeseyoung1

Lee Se-young for the new best actress

Aktor pendatang baru diraih oleh Kim Min-suk untuk perannya di drama Doctor, sedangkan aktris terbaik diraih . Keduanya sebenarnya bukan benar-benar baru dalam dunia drama, jadi kategori yang diberikan rasanya agak aneh. Tapi yah, saya sudah melihat akting keduanya dan saya pikir mereka berdua adalah aktor muda berbakat, karenanya, cukup layak dengan penghargaan tersebut.
baeksang17_gurumi1
Pada kategori Most Popular, ada dan Yoona untuk kategori film. Semntara kategori drama diraih dan Kim Yoo-jung.  Menurut saya, kategori ini tidak terlalu bergengsi, karena ukurannya adalah popularitas bukan kemampuan akting, tapi yah, it’s okay, begitulah dunia industri bekerja bukan? Whatever, selamat kepada semua pemenang. Chukae!
엑소 디오, 너무 멋져,,,'반칙'

 

Kategori Film
Grand Prize (Daesang) : ( The Handmaiden)

– Best Film: , , , The Handmaiden, Asura: The City of Madness

– Best Director: ( ), (Asura: The City of Madness), (), (The Handmaiden), (On the Beach at Night Alone)

– Best Screenplay: Yoon Ga-eun (The World of Us), (Asura: The City of Madness), (), (The Handmaiden), Lee Ji-min & Park Jong-dae ( )

Best Actor: (), (), (Lucky Key), (Master), ()

– Best Actress: (), (The Handmaiden), ( ), (Bacchuss Lady), (Worst Woman)

Best Supporting Actor: Kim Eui-sung (), (), Bae Sung-woo (The King), Um Tae-goo (), (The Handmaiden)

Best Supporting Actress: Kim So-jin (The King), (), ( ), (), ()

Best New Director: (), Yoon Ga-eun (The World of Us), Lee Yo-sub (The Queen of Crime), Lee Joo-young (Single Rider), Lee Hyun-ju (Our Love Story)

Best New Actor: (The King), (), Woo Do-hwan (Master), Ji Chang-wook (Fabricated City), Han Jae-young (New Trial)

Best New Actress: Lee Sang-hee (Our Love Story), (The Handmaiden), Kim Hwan-hee (), Yoona (Confidential Assignment), Choo Soo-in (Our Love Story)

Most Popular Actor:
Most Popular Actress: Yoona

Kategori Drama TV:
Daesang : (Goblin)
Best Drama: Dear My Friends (TvN), W (MBC), Moonligt Drawn by Clouds (KBS2), Romantic Doctor, Teacher Kim (SBS), Goblin (TvN0

Best Director: Yu In-sik ( Romantic Doctor, Theacher Kim ),   (), (Goblin), Jung Dae-yoon (W), Hong Jong-chan (Dear My Friends)

Best Screenplay: (Dear My Friends), Kang Eun-kyung ( Romantic Doctor, Theacher Kim), (Goblin), Park Hae-young (), Song Jae-jung (W)

Best Actor: (Goblin), (Chef Kim), (Moonlight), (Jeleousy Incarnate), ( Romantic Docter, Theacher Kim)

Best Actress: (), (Goblin), (On the Way to the Airport), (Strong Woman Do Bong-soon), (),

Best New Actor: (), Gong Myung (Drinking Solo), (Strong Woman Do Boong-soon), (Moonlight), (Romantic Doctor)

Best New Actress: (The Gentlemen of Wolgyesu Tailor Shop), Kang Han-na (Moon Lovers), Kong Seung-yeon (The Master of Revenge), Nana (The Good Wife), (),

Most Popular Actor:
Most Popular Actress: Kim Yoo-jung

Kategori:Uncategorized
the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar