Beranda > Uncategorized > Tomorrow With You: Adegan & Dialog Favorit

Tomorrow With You: Adegan & Dialog Favorit

Seperti saya tulis sebelumnya, Tomorrow With You bukan drama yang sempurna. Ada beberapa bagian yang terasa meninggalkan tanya. Tapi di atas semua itu, saya tak segan untuk mengatakan kalau ini adalah salah satu drama Korea terbaik yang pernah saya tonton. Dari sekian banyak drama Korea yang pernah saya tonton, yang bahkan secara rating sangat bagus dan penceritaan dianggap ‘sempurna’ tapi hanya sedikit sekali drama yang ‘sanggup’ saya tonton berkali-kali tanpa pernah merasa bosan. Dan drama ini adalah salah satunya. Hampir setiap episodenya ‘bermakna’ dan menyajikan adegan yang membuat saya ingin menontonnya lagi dan lagi. Berikut beberapa adegan yang favorit bagi saya:

– Ketika So-joon menemui Ma-rin setelah tahu bahwa Ma-rin adalah orang yang selamat dalam kecelakaan kereta. Lalu foto Ma-rin jatuh berhamburan dan So-joon membantu memungutinya sembari menanyakan tentang kejadian itu. Saya suka ekspresi dan nada bicara So-joon di sini.  Angle-nya juga sangat bagus dengan cahaya matahari yang membuat So-joon terlihat cakep sekali.
TWY_9
– Adegan ketika Ma-rin menemui So-joon di rumah sakit setelah ia tahu So-joon adalah orang yang selamat. Kedatangan Ma-rin yang mencemaskannya, menurut saya adalah ‘it moment’nya So-joon yang mulai  menyadari kebaikan hati Ma-rin dan  juga mulai memiliki perasaan pada Ma-rin.
[drakorindo.com] TMY.E04.ID.360p.mp4_000236127
– Adegan ketika Ma-rin menemui So-joon yang hendak makan malam dengan ibunya dan Ma-rin meminta So-joon pergi. Alih-alih menuruti ucapan Ma-rin, So-joon justru menatap Ma-rin dengan sangat lembut dan penuh simpati disusul dengan pelukan  hangat dan yah, kissing. Saya bisa merasakan bagaimana perasaan Ma-rin saat itu. Pelukan dan ciuman So-joon seolah memupus rasa ketidak percayaan diri yang selama ini menghantuinya. Dan rasanya, tidak ada alasan untuk tidak jatuh cinta pada lelaki seperti itu. Lelaki yang membuat kita bisa menegakkan kepala. Adegan kissing di sini menurut saya juga salah satu adegan kissing terbaik dalam drama Korea. Begitu lembut dan tepat waktu.  Ekspresi wajah So-joon dan Ma-rin sebelum kissing juga sangat worthed. Tanpa close up wajah, mata atau bibir berlama-lama ala kebanyakan drama Korea. Adegan itu  cukup spontan, tapi tidak terburu-buru. Cukup passionate, tapi kita juga tahu bahwa kissing itu bukan semata karena nafsu, tapi juga didasari perasaan sayang dan empati.

[drakorindo.com] TMY.E04.ID.360p.mp4_002813765
– Adegan pernikahan Ma-rin So-joon. Adegan ini dibuat dalam gerak cepat dan slow motion, tapi juga sangat indah.  Warnanya cerah dengan paduan payung warna-warni dan bagaimana semua orang terlihat gembira. Musik yang mengiringinya juga benar-benar terasa pas. Benar-benar sebuah pernikahan yang terasa indah. Dan saya pikir, ini penting karena ini adalah awal kehidupan rumah tangga mereka. Diawali dengan sesuatu yang indah, karena kisah cinta mereka sebenarnya memang sangat indah. Meskipun motif So-joon menikahi Ma-rin masih belum sepenuhnya tulus, tapi dari ekspresi wajah So-joon, kita tahu bahwa ia sama sekali tak menyesalinya. Mungkin ia sedikit merasa aneh, tapi ia juga terlihat siap dan tanpa penyesalan untuk menjalani rumah tangga dengan Ma-rin.

tomorrow with you-1

– Adegan hari pertama usai bulan madu, ketika Ma-rin menyiapkan sarapan untuk So-joon. Dan ekspresi So-joon ketika ternyata masakan Ma-rin tak enak.  Bagaimana ia berbohong demi menyenangkan Ma-rin menunjukkan bahwa ia benar-benar tak ingin melukai perasaan Ma-rin. Adegan ini disusul dengan So-joon yang menemui Ki-doong dan di ujung obrolan, ia mengeluh kemungkinan akan makan masakan Ma-rin yang tak enak seumur hidup. Meskipun saat itu ia masih belum sepenuhnya tulus terhadap Ma-rin serta belumsepenuhnya memahami artinya pernikahan, tapi ia tak pernah memikirkan kemungkinan lain untuk menjalani hidup bersama selain dengan Ma-rin. Ugh..

tomorrow with you-3

– Adegan ketika So-joon mengajak Ma-rin makan malam di luar. Ketika seorang pelayan tanpa sengaja hampir menyenggol Ma-rin dan bagaimana kemudian So-joon bereaksi. It’s daebak! lalu bagaimana Ma-rin menatapinya dengan takjub dan bangga. Ufh, I can feel what you feel, Ma-rin!

tomorrow with you-4

– Adegan mengupas apel. Ketika kemudian Ma-rin curhat tentang keluarganya. It’s seemed so real. Seperti itulah obrolan dua orang yang saling mencintai dan menerima satu sama lain. Lalu adegan penutupnya berupa kissing plus kerlingan mata So-joon adalah bonus yang sangat manis.

tomorrow with you-7

– Adegan ketika So-joon tiba-tiba muncul di tempat kerja Ma-rin padahal mereka sedang marahan. Saya suka karena bagaimanapun mereka bertengkar, tapi mereka tetap saling berkomunikasi dengan baik. Dan itu hal yang sangat penting dalam sebuah hubungan. Adegan serupa juga muncul ketika So-joon memenuhi undangan pertemuan di Happiness dan ada Ma-rin di sana. Meski tahu Ma-rin sedang marah, ia tetap menyapa Ma-rin dengan lembut dan perhatian.

– Adegan ketika So-joon tahu bahwa Ma-rin sakit, lalu ia lari pontang-panting ke rumah sakit. Ugh, So-joon, you just love her so much now! Dan adegan berikutnya, ketika Ma-rin dengan suara serak menyatakan kekecewaannya pada So-joon juga terasa sangat real. Pembicaraan mereka di bagian ini sangat penting dalam menandai tahap lain dalam hubungan mereka. So-joon yang terbiasa hidup dan menanggung semuanya sendiri, belajar tentang artinya berbagi dengan orang yang paling dicintainya.  Saya juga suka adegan ketika kemudian So-joon seperti ingin ‘melarikan diri’ ke masa depan, tapi urung dan sebaliknya, kembali kepada Ma-rin yang masih sakit. Saya benar-benar lega karena So-joon tak jadi pergi, karena Ma-rin sedang membutuhkannya.

– Masih serangkaian dengan adegan ini adalah ketika So-joon menelepon Ma-rin dan menceritakan pada Ma-rin tentang orang tuanya. Lalu bagaimana ia mulai menangis dan minta diijinkan menemui Ma-rin. Dan jawaban Ma-rin menyuruhnya agar cepat datang, benar-benar terdengar bijak dan dewasa. Bagaimanapun kecewanya ia pada So-joon, ia tidak pernah benar-benar marah padanya. Alih-alih, selalu siap menerima ia apadanya. Rasanya, tak ada orang yang lebih dibutuhkan So-joon dari seorang istri seperti Ma-rin.

tomorrow with you-20

– Adegan ketika ibu Ma-rin menginap dan sebelum tidur menatapi foto masalalu sambil bergumam, bahwa ia merasa bersyukur karena meskipun Ma-rin tidak dibesarkan oleh orangtua yang baik, tapi sekarang mendapat suami yang sangat baik. I can feel you, Mom!  And I agree with you, too.

– Adegan ketika jalan-jalan di pantai dan So-joon menulis surat untuk Ma-rin di masa depan.  ” ….kita sangat bahagia belakangan ini. Aku berharap tidak memiliki kemampuan menjelajah waktu lagi. Sebagai gantinya, aku ingin kemampuan menghentikan waktu.”  Bukankah kita semua ingin seperti itu, bisa menghentikan waktu ketika perasaan kita sangat bahagia? Dan yah, saya bisa merasakan kebahagiaan yang membuncah di antara mereka, dengan latar matahari yang cerah dan suasana pantai yang indah.

tomorrow with you-24

– Adegan ketika So-joon  bersedih karena ayah Se-yung meninggal, lalu Ma-rin dengan penuh pengertian menghiburnya. Yah, seperti itu seharusnya pasangan suami istri bukan? Selalu ada untuk mendukung satu sama lain, menjadi tempat bersandar satu sama lain.

tomorrow with you-27

– Adegan ketika So-joon baru kembali dari masa depan yang menyedihkan dan kemudian bertemu Ma-rin yang menjemputnya dengan mobil sambil mengoceh dengan ceria lalu So-joon sekonyong-konyong menciumnya. Melihat adegan ini, justru membuat saya ingin menangis 😦

– Adegan ketika Ma-rin terkunci di atap dan So-joon datang menyelamatkannya, lalu mereka terlibat pembicaraan dari hati ke hati. Lagi-lagi, ini adalah tahap baru dalam hubungan mereka. Bagaimana Ma-rin, meski sempat marah dan lari dari rumah, tapi tak pernah sekalipun meragukan ketulusan So-joon. Dan bagaimana kemudian ia dengan penuh percaya diri meyakinkan So-joon bahwa perasaannya tak akan pernah berubah. Pada tahap ini, saya bisa merasakan bagaimana kuatnya hubungan Ma-rin So-joon.

tomorrow with you-30

– Adegan ketika So-joon dimarahi ibu Ma-rin. Hihi, love you, Emmmoni! Saya suka adegan ini karena selain mengharukan, juga terkesan lucu dan menghibur.

tomorrow with you-31

– Adegan ketika Ma-rin mengantarkan payung untuk So-joon dan kemudian So-joon membawanya ke kantor lalu tanpa malu pamer ke semua orang tentang istrinya yang perhatian. Duuh, what a husband you are, So-joon! Istri mana yang tak akan tersipu-sipu tapi bangga alang kepalang kalau ada suami seperti itu? Adegan ini disusul dengan obrolan manis disertai peluk-pelukan di ruangan So-joon, dimana Ma-rin curhat tentang rasa sedihnya melihat ibunya yang selalu sendirian. Saya juga menyukai sisipan adegan Ki-doong yang hendak masuk dan kemudian urung. Love his expression! Alih-alih merasa sebal atau terganggu, ia justru terlihat senang melihat kemesraan So-joon dan Ma-rin. Aih, benar-benar teman terbaik di dunia deh si Ki-doong ini.

tomorrow with you-33

– Adegan ketika Ma-rin dan So-joon menonton TV yang menayangkan kecelakaan dan tiba-tiba So-joon menangis karena teringat masa depannya dan Ma-rin. Lalu bagaimana dengan lembut dan sedikit bingung, Ma-rin memeluknya penuh sayang. Ugh…

tomorrow with you-35

– Adegan ketika Ma-rin di masa depan yang menerima video masa lalu dari So-joon dan bagaimana So-joon mengatakan bahwa ia mencintainya berkali-kali. Sooo touching…

-Adegan ketika Ki-doong tahu bahwa So-joon menghilang di dalam gerbong kereta dan darah berceceran. Disusul kemarahannya pada Kim Yo-jin di kantor polisi. Aih, Ki-doong, you’re the best friend ever, bro! (Saya juga adegan ketika Ki-doong tahu bahwa So-joon sudah kembali. His expression is gold)

[drakorindo.com] TMY.E15.ID.360p.mp4_000898945

– Adegan menjelang ending, ketika Marin dan So-joon mendaftarkan pernikahan mereka, lalu Ma-rin membuat video dan meminta komentar So-joon. Ekspresi So-joon ketika mengatakan bahwa ia bahagia dan bagaimana ia mencintai Ma-rin… ah, that expression… salut untuk Lee Je-hoon yang selalu mampu menampilkan ekspresi paling tipis sekalipun!

[drakorindo.com] TMY.E16END.ID.360p.mp4_003575103

Selain itu, drama ini juga diisi dengan dialog-dialog indah dan kontemplatif, tapi terasa natural. Berikut beberapa dialog favorit:
Ketika So-joon menemani Ma-rin mabuk:
“Tapi, orang lain tidak tahu soal hidupmu. Orang ? Mereka tidak perduli dengan hidup orang lain.  Mereka kelewat sibuk mengurus hidup sendiri.  Pasti kau kurang kerjaan dibanding orang lain.  Kau memusingkan omongan orang. ”

Ketika So-joon menemui Ma-rin malam-malam setelah mengingkari janji ketemu siang harinya:
So-joon: Siapa yang tahu lima tahun kedepan, apa yang akan terjadi.
Marin: Memangnya aku capung ? Hidup demi satu hari ?
So-joon:  Kau lebih baik hidup seperti capung.  Lakukan semua yang kau mau,
makan yang kau mau. Kencan dengan banyak lelaki.  Apa gunanya hidup terlalu hati-hati ? Hidup … lebih pendek dari perkiraanmu.

Obrolan Ma-rin dan sahabatna So-ri tentang So-joon:
“Hei, pria terburuk di dunia ini adalah….pria yang membuatmu merasa jadi wanita menyedihkan.”

So-joon dan Ma-rin ketika Ma-rin diajak ke rumah So-joon untuk pertamakalinya:
“Aku merasa cemas kalau aku membiarkanmusendiri. Aku merasa sepertinya sesuatu yang buruk akan terjadi. Aku terus-terusan merasa cemas. Aku biasanya tidak pernah mencemaskan siapapun. Anehnya, aku merasa sepertinya aku harus ikut campur dengan hidupmu. Aku merasa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. […]
Daripada terpisah aku merasa sebaiknya kita bersama saja. Aku berasa tidak baik jika kita saling mengabaikan satu sama lain. Kita harus menghadapi semuanya bersama-sama. Aku merasa ini adalah hal terbaik yang harus kulakukan.  Jadi, tetaplah di sisiku.” Ugh…. so deep and romantic!

Obrolan Ma-rin dan So-joon di atas tempat tidur, ketika Ma-rin tahu tentang peran So-joon di Happiness:
Marin: Kenapa semua orang tidak suka kelelawar? Kalau dilihat dari dekat, kelelawar itu lucu, kok. Mereka sembunyi dan hidup di dalam gua.
So-joon: Makanya mereka berpikir kelelawar itu menyeramkan. Orang-orang tidak suka karena kelelawar menempel di sana-sini.
Ma-rin: Mereka tidak menempel di sana sini kok Kelelawar itu punya kepribadian yang bagus. Makanya mereka akrab dengan burung dan tikus. […] Sulit sekali rasanya bagiku untuk memahamimu.
So-joon:  Aku tidak tahu kenapa aku harus memahami kelelawar.
Ma-rin : Bukan, aku cuma.. Aku cuma mau bilang apakah Batman harus hidup dalam persembunyian? Dia pasti merasa kesepian dan  ingin sekali bicara dengan seseorang. Aku merasa kasihan padanya. Kalau Batman punya istri, dia bisa  bilang pada istrinya, “Aku ini Batman.” Dia bisa mengungkapkan siapa dirinyadan membicarakan Joker dengan istrinya.  Mereka bisa hidup bahagia seperti itu.

Obrolan Ma-rin dan So-joon malam-malam di depan api unggun di tempat kontruksi, setelah melihat foto-foto pasangan tua yang mesra:
” Menikah adalah sesuatu yang luar biasa. Kita sama sekali tidak saling kenal beberapa bulan lalu.Sekarang, kita sedang merencanakan masa depan bersama-sama. Walaupun kau sudah jadi nenek-nenek tua, kau akan tetap ada di sisiku. Aku merasa itu adalah hal yang luar biasa.” (arrrgh… that’s why i wanna get married too 😉 )

Adegan ketika Ma-rin dan So-joon pulang dan makan malam masakan ibu Ma-rin yang nggak enak. Setelah perdebatan kecil yang lucu, dan kemudian So-joon memuji-muji masakan ibu Ma-rin demi menyenangkan hatinya:
” Pikirkan saja ketulusan yang ada di dalam supnya dan makanlah. Makanan adalah tentang segalasesuatu yang sentimentil.” Yeah, it’s right!

Obrolan So-joon Ma-rin pagi hari di atas tempat tidur:
So-joon: “Aku tidak memahami perasaanmu. Bahkan jika kita tinggal bersama selamanya,aku mungkin tidak akan selalu memahami perasaanmu.” Yups, seperti itulah hubungan antar manusia. Sedekat apapun kita dengan seseorang, pada dasarnya kita tidak bisa selalu bisa memahami pikiran orang lain, bukan?

Obrolan So-joon dan Ma-rin di pantai malam-malam:
Ma-rin:  Kau tidak menyesalinya? Menikah tanpa pernah berkencan.
So-Joon:  Kau wanita yang kunikahi. Kau harusnya tersentuh karena hal ini.
[…] Aku bisa mengencanimu. Tidak ada yang bisa kulakukan selain mengencanimu selamanya.
Ma-rin: Kita sudah menikah, berkencan apanya?
So-joon:  Memang ada hukum yang menentang pasangan menikah untuk berkencan?
Ma-rin: Kau pria yang sudah menikah, aku juga wanita yang sudah menikah. Mana bisa kita berkencan?
[….]
So-joon: Kenapa kita tidak kencan saja? Kita sudah menikah.
Ma-rin : Benar-benar, aku bahkan tidak bisa menolak karena suamiku yang mengajak.
Obrolan yang sangat manis juga indah.

Pertengkaran So-joon dan Ma-rin ketika So-joon ingin menjauhi Ma-rin karena takut menyakitinya di masa depan:
So-joon : Aku berbeda dari orang lain.  Aku tidak normal. Jadi, jika kau menginginkan kehidupan yang normal… Aku rasa tidak mampu memberikannya.
Ma-rin: “Aku akan hidup seperti yang kuinginkan,  jadi pergilah kalau kau tidak menyukainya.” Begitukah maksudmu? “Mari coba saling memahami dan berkompromi.” “Kita lewati bersama.” Kenapa tidak begitu?
Yeah, I agree with you, Ma-rin!

Obrolan Ma-rin dan So-joon waktu jalan-jalan malam-malam sebelum So-joon menghilang:
Ma-rin: Jangan terlalu baik padaku dan jangan serahkan milikmu padaku. Jangan beri aku hadiah.
So-joon: Jadi haruskah aku hanya bernapas saja di sampingmu?
Ma-rin: Kau terlalu baik untukku. Aku tergila-gila padamu setiap hari. Jadi.. ..mari kita bangun bersama setiap pagi.  Kirimi aku SMS saat kau sedang bekerja. Ayo makan malam bersama dan menonton film bersama. Ayo kita tertidur bersama setiap hari.  Itu saja sudah cukup bagiku. ..[…]

Hmm, what a simple yet beautiful wishes!

Surat So-joon ke Ma-rin yang ditulis di pantai dan Ma-rin membacanya sambil berurai air mata ketika So-joon menghilang:
“…Saat ini, kita sangat bahagia. Aku berharap tidak memiliki kekuatan menjelajah waktu. Sebagai gantinya, kekuatan untuk menghentikan waktu saja.  Aku berdoa bahwa saat kau menerima surat ini, kau tidak akan membenciku. Bahkan meski masa depan kita tidak bahagia, aku cukup bahagia dengan keadaan kita sekarang. Jika aku bisa kembali ke masa lalu dan memilih lagi, aku memilihmu… […]”

Puisi di Kafe usai So-joon dan Ma-rin mendaftarkan pernikahan:
TAMU – JUNG HYUN JONG]
“Adalah sesuatu hal yang luar biasa, saat seseorang datang.  Dan masa lalu orang itu..Masa kini dan masa depan orang itu akan datang.  Kemudian kehidupan seseorang itu akan menjadi utuh..”

dialog credit to penyedia subtitle Indonesia @*Dimples Bang Jeehon*

Iklan
Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: