Beranda > Drama Korea, My Favourite > Tomorrow With You

Tomorrow With You

Sejak awal, ketika tahu bahwa yang akan jadi male lead drama ini, saya sudah mencatat sebagai drama wajib tonton. Setelah ‘favorit’ pertama saya dalam perfilman Korea, oppa (haha) semakin jarang punya proyek depan layar karena memilih aktif di musikal, belakangan, saya menemukan ‘favorit’ kedua : . Setelah sukses ‘mencabik-cabik’ emosi saya dengan aktingnya yang sangat emosional di film , saya dibuat penasaran dengan proyek-proyek dia yang lain dan sejauh ini, aktingnya tak pernah mengecewakan. Untungnya juga, sejak drama yang dibintanginya, , sukses secara komersial dan juga mendapat apresiasi yang sangat positif dari segi kualitas, agaknya semakin memperbesar kemungkinan dia akan semakin aktif di dunia drama. Terbukti hanya berselang beberapa waktu usai , ia sudah dapat tawaran drama baru lagi. Meski di sisi lain, saya lebih suka dia aktif di film, tapi jika memang bisa dua-duanya, why not?  Dan bahwa kemudian dia akan dipasangkan dengan salah satu aktris yang juga cukup lovable, ditambah pula ceritanya adalah romance, saya pun tak sabar menanti drama ini segera rilis.
Tomorrow WithYou-Poster
Drama ini dibuat pre-produksi. Di atas kertas, drama pre-produksi, terlihat ideal karena sudah jadi ketika ditayangkan. Sehingga, seharusnya secara kualitas juga lebih bagus karena lebih banyak persiapan. Tapi, saya justru sedikit was-was. Pasalnya, belakangan Korea cukup sering membuat drama pre-produksi, tapi ternyata hasilnya cukup mengecewakan. Sebut saja Moon Lovers yang jeblok baik dari segi kualitas maupun rating dan meskipun DOTS booming minta ampun, tapi banyak sekali kritik terkait editing dan hal-hal teknis (saya proibadi tak bisa menikmatinya). Entah bagaimana, sepertinya orang-orang di belakang layar drama Korea masih terbatas kemampuannya membuat drama pre-produksi.
TWY_1

TWY_7
Euforia drama ini sudah muncul sejak beberapa waktu sebelum dirilis. Posternya terlihat ‘sederhana’ tapi sangat elegan. Dan banyak harapan terkait drama ini, karena sebelumnya, TvN sukses menayangkan drama dengan rating yang katanya sih ‘luar biasa’ untuk sebuah TV kabel. Apalagi termasuk di dalam yang sukses itu adalah , dramanya . Saya pribadi, tak pernah terlalu peduli dengan rating. Banyak kok drama bagus tapi ratingnya rendah. Dan sebaliknya, banyak drama yang ratingnya gila-gilaan tapi secara kualitas biasa-biasa saja. Tapi ya, pastilah menyenangkan melihat drama bagus dan ratingnya bagus pula.
TWY_3

TWY_31
Karenanya, sedikit kecewa ketika membaca di internet, ternyata episode pertama drama ini diawali dengan rating yang tak terlalu bagus. Ditambah juga, ulasannya terdengar agak ‘suram’. Banyak yang mengeluhkan bahwa ceritnya membingungkan dan memutuskan berhenti menonton di tengah jalan. Meski tak sedikit juga yang memberi komentar positif. Dan yang menyedihkan adalah bahwa ratingnya tak pernah beranjak, bahkan ke belakang terus turun. Cukup kecewa juga karena ini jarang terjadi pada drama keluaran TvN. Ulasan-ulasannya sendiri cukup variatif. Ada yang mengatakan ceritanya membingungkan lah, membosankan lah, bikin frustrasi… . Jujur, saya sedikit sedih melihat kenyataan ini. Saya bertanya-tanya, apa memang dramanya begitu buruk? Saya sedih karena ‘kasihan’ pada aktor favorit yang membintangi drama yang ‘tidak sukses’ dan juga sedih karena kalau memang dramanya buruk, saya juga tak bisa menikmatinya (seperti Secret Door). Bagaimanapun, pengalaman menonton seringkali merubah persepsi saya pada seorang aktor. Seringkali rasa ‘suka’ saya bisa memudar karena seorang aktor yang meskipun punya kemampuan akting yang bagus, tapi bermain di drama yang buruk atau ‘gagal’ memainkan karakternya.
TWY_5
Untunglah, ketika kemudian saya membaca-baca di internet, di atas kritik-kritik tentang drama ini, tapi tak sedikit juga yang menyatakan bahwa drama ini sangat dalam dan indah, seperti dugaaan saya di awal. Dan dari semua komentar, hampir semua memberi komen positif pada akting dan . Dan yah, dengan sedikit was-was, saya pun memutuskan untuk menonton.
TWY_16
Dan yah, saya lega sesudah menyelesaikannya. Dan juga lega karena menonton drama ini membuat saya semakin mengaggumi sebagai seorang aktor. Saya pernah membaca komentar sutradara film yang dibintanginya, yang memuji kalau Lee adalah aktor yang memiliki bakat alam, yang sangat kaya ekspresi. Dan di sini, lagi-lagi ia membuktikannya. Menurut saya, seluruh bagian tubuhnya sangat ekspresif.
TWY_20
Lee berperan sebagai Yoo So-joon, seorang penjelajah waktu.  So-joon memiliki trauma masa lalu yang menyakitkan, dimana orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan kereta api.  Dan di saat-saat menjelang kematian orang tuanya, ia dalam posisi sebagai ‘anak bandel.’ Ia merasa sangat sedih dan kecewa, karena berpikir bahwa detik-detik terakhir kematian orang tuanya, ia mengecewakan mereka. Lalu, entah bagaimana, ia kemudian mendapatkan semacam keajaiban bisa menjelajah waktu untuk melihat masa depan. Kemampuan ini pulalah yang kemudian membuatnya kaya raya sebagai seorang pemilik perusahaan real estate, yang ia kelola bersama sahabat ‘sehidup-sematinya’, Kang Ki-doong. Ia pun menikmati kehidupan sebagai lajang yang memiliki kebebasan dan kekayaan tanpa harus bekerja keras.

Hingga suatu hari, dalam perjalanannya menjelajah waktu, ia kemudian melihat dirinya meninggal karena kecelakaan. Di hari dan tempat yang sama, juga meninggal seorang perempuan yang kemudian ia ketahui bernama Song Ma-rin (). So-joon pun merasa ketakutan dan ingin merubah masa depannya. Untuk itu, ia kemudian mendekati Song Ma-rin, yang ia yakini memiliki keterkaitan dengan kematiannya. Diketahui kemudian kalau ternyata Song Ma-rin sudah memiliki ikatan dengan masalalunya, karena mereka sama-sama selamat dalam insiden kecelakaan kereta.
TWY_13
Song Ma-rin adalah mantan aktris cilik yang pernah sangat terkenal karena faktor keberuntungan dan kebetulan. Namun, karena kurangnya bakat, karirnya berhenti di situ saja. Orang tuanya kemudian bercerai dan ia hanya dibesarkan ibunya. Sekarang, ia hanyalah perempuan sederhana biasa yang menyukai fotografi. Ia merasa rendah diri karena orang-orang masih sering membanding-bandingkannya dengan kesuksesan masa kecilnya. Kenyataan bahwa kemudian muncul seorang lelaki kaya yang mendekatinya dengan agresif, membuatnya lebih percaya diri dan merasa dicintai. Dan karenanya, tak butuh waktu lama untuknya jatuh cinta pada Yoo So-joon.

TWY_30
Singkat cerita, keduanya kemudian menikah. Yoo So-joon, yang awalnya menikah lebih karena motif egois ‘merubah’ masa depan agar terhindar dari kematian, akhirnya juga mulai benar-benar jatuh cinta pada Song Ma-rin. Dan ‘petualangan cinta’ dalam biduk rumah tangga mereka pun dimulai. Dengan kemampuannya menjelajah waktu, Yoo So-joon harus menyelamatkan orang yang paling dicintainya dari kematian. Sebuah cerita yang indah bukan?
tomorrow with you-11
Dan selain cerita yang indah, drama ini juga digarap dengan sangat indah. Terasa dalam dan romantis. Penempatan musiknya selalu pas sehingga mendukung mood cerita. Gambar-gambarnya terlihat sinematik, tidak terlalu ‘terang dan cantik’ ala kebanyakan drama Korea, tapi warna-warnanya terasa hangat dan artistik. Sudut-sudut penggambilan gambarnya ala film layar lebar, melibatkan syut-syut panjang dan angel yang variatif. Dialog-dialognya terasa dalam dan kontemplatif, tapi tetap terasa natural selayaknya obrolan sehari-hari. Dan yah, soal akting jangan ditanya.
tomorrow with you-12
bermain sangat apik sebagai Yoo So-joon yang agak egois, kekanakan, tidak peka, tapi juga baik, hangat, penyayang dan seorang suami yang bisa diandalkan.  Dia bukan sosok yang sempurna, yang kadang melakukan hal ‘bodoh’ atau menyebalkan. Tapi karena memang karakternya sedemikian rupa, semua tindakan-tindakannya rasanya bisa dipahami. Dan saya pikir, hal ini tak lepas dari kemampuan akting yang membuat karakter yang dimainkannya menjadi bisa begitu dipahami. Meski memiliki kemampuan ‘super’,   sebenarnya sosok Yoo So-joon adalah sosok manusia biasa yang memiliki kekurangan di sana-sini seperti halnya kita semua.
TWY_17
Di sisi lain, juga sama apiknya sebagai Song Ma-rin. Di atas kertas, mungkin sosoknya terlihat sama saja dengan karakter 1001 dalam drama Korea, perempuan biasa yang menikah dengan cowok cakep dan kaya. Tapi sosok Song Ma-rin menjadi berbeda karena ia adalah benar-benar ‘perempuan biasa’ saja, seperti sosok yang bisa ditemukan di sekitar kita. Kebahagiaan terbesarnya hanyalah memberi yang terbaik untuk orang yang dicintainya. Meski begitu, hal itu tidak lantas membuatnya ‘tergantung’ apada Yoo So-joon, karena pada dasarnya, ia memiliki karakter dewasa dan prinsip diri yang kuat. Dengan semua itu, ia mampu melengkapi kelemahan-kelemahan Yoo So-joon.  Dan yah, memberikan performa terbaiknya di sini. Bahkan menurut saya, sejauh ini, dari semua karakter-karakter yang pernah dimainkan Shin, karakter Song Ma-rin adalah karakter terbaiknya.
TWY_4
Dan selain cast utamanya, jajaran cast pendukungnya  juga bermain sama baiknya, dan hebatnya lagi, semuanya adalah karakter yang turut menghidupkan cerita. Hal yang jarang saya temukan dalam drama Korea, karena seringkali sosok-sosok pendukung kurang memiliki cerita yang menarik dan eksplorasi karakter yang memadai. Mulai dari Kang Ki-doong, BFF-nya So-joon, yang begitu tulus dan tanpa pamrih, kapan pun di manapun selalu ada untuk So-joon. Dan bagaimana persahabatan itu kemudian ‘melebar’ kepada istri sahabatnya juga, karena kemudian, Ki-doong juga selalu ada untuk Ma-rin. Manis dan juga terlihat sangat realistis.


Sosok Se-jung  yang meski awalnya sempat potensial sebagai ‘orang ketiga’ juga karakternya dieksekusi dengan sangat memuaskan. Hubungannya dengan Ki-doong yang berubah dari sahabat jadi pacar, juga terlihat manis dan sangat natural. Sosok eomma-nya Ma-rin yang sekilas saya pikir seorang ibu yang ceweret dan annoying, juga ternyata adalah sosok ibu yang tangguh dan penyayang. Si Ahjussi misterius yang baik hati, persahabatan Ma-rin dengan So-ri, Gun-sook yang pendengki dan yah, si antagonis Direktur Kim yang serakah, Sekretaris Hwang yang ‘lucu’… semua karakter saling berinteraksi dan membangun cerita dengan proposional sehingga rasanya tidak ada yang ‘wasted.’
TWY_19
Dan soal chemistry? Aduh, jangan ditanya. Karena agaknya memang menjadi bagian terbaik dari drama ini. dan Shin Mi-na terlihat begitu effortless memerankan sosok suami istri yang begitu saling mencintai. Mereka mampu menunjukkan perkembangan karakter dan hubungan So-joon Mar-rin dari episode ke episode yang semakin kuat dan dewasa. Romantisme yang dihadirkan drama ini juga terlihat sangat manis dan natural.  Lupakan tentang romantisme ala drama Korea yang seringkali terlalu cheesy dan canggung, dengan adegan malu-malu dan tersipu-sipu ala remaja baru jatuh cinta. Jujur, saya sering merasa jengah melihat bagaimana eksekusi adegan romantis (terutama kissing atau skinship) ala drama Korea yang kalau tidak dibuat sangat berhati-hati, ya ‘sok-sok berani’yang membuat risih dan biasanya, hanya ditemukan sebagai ‘bonus’ belaka.
TWY_15
Di drama ini, skinship bisa ditemukan di hampir semua episode. Tapi anehnya, sama sekali tidak terlihat vulgar atau berlebihan. Alih-alih, justru terasa indah dan romantis karena dieksekusi dengan tepat dan pas. Tentu saja karena ini melibatkan cerita suami istri, yang namanya skinship, baik itu pelukan, kissing hingga making love, adalah hal yang sangat wajar dalam sebuah hubungan suami istri yang sehat. Dan di sini, kita bisa paham, bahwa adegan-adegan semacam itu muncul bukan semata karena nafsu, tapi juga didasari perasaan cinta yang begitu dalam antara So-joon dan Ma-rin.  Interaksi So-jon dan Ma-rin terlihat sangat alami sebagai suami istri, tak perlu canggung atau malu-malu untuk memegang, memeluk atau mencium sewaktu-waktu. Tak masalah siapa yang memulai. Dan bagi saya, ini juga poin lain dari adegan romantis di sini, karena seringkali dalam drama Korea, perempuan yang harus menunggu dicium atau disentuh duluan.  Sementara di sini, Ma-rin akan dengan alami amemeluk atau menyentuh So-joon kapan saja ia ingin. Hal ini semakin membuat hubungan mereka terlihat sangat manis, karena menunjukkan bahwa hubungan mereka setara. Dan yang jelas, sangat romantis. Bahkan sekedar melihat So-joon dan Ma-rin mengobrolkan hal-hal ‘remeh-temeh’  berdua saja sudah terasa romantis.
TWY_29
Pendek kata, saya sangat menyukai drama ini. Meski begitu, saya juga tak bisa mengatakan bahwa ini adalah drama yang sempurna. Dengan berat hati, saya mengatakan bahwa drama ini memang bukanlah yang terbaik. Ada beberapa bagian cerita yang cukup  membuat kening berkerut, terutama pada bagian penjelajahan waktunya. Ada beberapa plot yang terasa bolong dan meninggalkan tanda tanya serta rasa tak puas. Saya ak tahu, apa hal itu kemudian yang menyebabkan drama ini memiliki rating rendah. Saran saya, jangan terlalu fokus dengan  cerita fantasinya, tapi fokuslah pada cerita cinta So-joon dan Ma-rin, karena meski dilatari elemen fantasi, kisah cinta mereka tak ubahnya cerita cinta pasangan menikah pada umumnya. Dengan riak-riak kecil di sana-sini dan bagaimana dua orang yang saling mencintai,  membangun sebuah keluarga dengan berusaha memahami satu sama lain, menyesuaikan diri satu sama lain. Dan semua itu, dikemas dalam sebuah cerita yang disajikan dengan indah dan manis.  Tidak hanya saya, sepertinya, karena saya juga menemukan komentar yang sama di internet bahwa drama ini meninggalkan kesan yang begitu mendalam usai menontonnya.  Ini bukanlah jenis drama yang mudah ‘dilupakan.’ Bahkan rasanya tak cukup untuk ditonton berulang-ulang kali. Saya pribadi, butuh waktu beberapa waktu untuk bisa ‘move on’ dari ketagihan mengulang menonton drama ini.
TWY_21
Soal rating sendiri, memang cukup disayangkan karena tentu imbasnya ke tim produksinya. Padahal lagi, kalau lihat BTS-nya, saya sangat menyukai bagaimana interaksi di belakang layar yang terlihat sangat hangat dan akrab. Sang sutradara terlihat sangat puas dan menikmati bekerja sama dengan dan . Yah, siapa yang tak senang mendirect aktor sebagus mereka? Jika ke depan mereka bekerja sama lagi, saya sama sekali tak keberatan untuk menontonnya. Dan harapannya sih, dengan produksi yang lebih sukses.  Semoga saja.
Well, overall, I just sooo in love with this drama!

Cast:
– Yoo So-joon
– Song Ma-rin

Kang Ki-doong – Kang Ki-doong
Park Joo-hee – Shin Se-young
Kim Ye-Won – Lee Gun-sook
Lee Bong-ryun – Oh So-ri
Lee Jung-Eun – Cha Boo-sim
Joo Han-chul – Doo-sik
Baek Hyun-jin – Kim Yong-jin
Oh Kwang-rok – Shin Sung-kyu
Chae Dong-hyun- Sekretaris Hwang

Judul: Tomorrow With You / Naeil Geudaewa (내일 그대와)
Sutradara:
Penulis: Heo Sung-Hye
Tayang: tvN, 3 Februari – 25 Maret 2017
Episode: 16
Negara/bahasa: Korea Selatan/Korea

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: