Beranda > Film Barat > The Milk of Sorrow

The Milk of Sorrow

Berlatar sebuah pemukiman kumuh di Kota Lima.
Fausta adalah seoran gadis cantik yang mengalami penyakit aneh, yang kemudian disebut sebagai “Milk of Sorrow,” karena Fausta lahir dari ibunya yang merupakan korban kekerasan dan perkosaan pada masa terorisme di Peru.
The Milk of Sorrow
Didera rasa takut dan bingung karena penyakitnya ini, kesedihan Fausta semakin menjadi ketika sang ibu yang amat disayanginya, meninggal. Ia bertekad untuk menguburkan ibunya di desa. Namun untuk itu, butuh biaya tak sedikit. Dan ia tak punya cukup uang. Pamannya, satu-satunya keluarganya, sedang sibuk mempersiapkan pernikahan anaknya.
The Milk of Sorrow-3

The Milk of Sorrow-1
Fausta pun kemudian bekerja menjadi pembantu di sebuah keluarga kaya. Di sini Fausta harus mengahadapi ketakutan-ketakutannnya.
The Milk of Sorrow4

The Milk of Sorrow5
Meski ceritanya agak ‘absurd’ namun film ini digambarkan dengan sedemikian rupa sehingga meninggalkan kesan yang sangat mendalam. Apalagi pemilihan cast untuk sosok Fausta terasa sangat pas karena selain berakting apik, sang aktris juga memiliki karakter wajah yang sangat khas dan unik. Saya sendiri baru ngeh dengan cerita film ini setelah membaca kalau ternyata film ini terinspirasi dari kisah nyata, dari kejadian tragis yang terjadi di Peru. Dimana pada tahun 1980-1992 di beberapa bagian di Peru, ketika terjadi kekerasan yang melibatkan kelompok Maoist di bawah Sendero Luminos serta papsukan militer danpada masa itu, banyak perempuan yang mengalami kekerasan dan perkosaan. Dan konon ada kepercayaan lokal bahwa air susu yang dihasilkan dari para korban perkosaaan dan kekerasan ini, diturunkan kepada anak-anaknya melalui air susu sang ibu. Hal itu lah yang kemudian menjadi nyawa cerita film ini. Good movie!

Cast:
Magaly Solier
Susy Sánchez
Efrain Solís

Judul: The Milk of Sorrow / La Teta Asustadahe
Sutradara: Claudia Llosa
Produser: Antonio Chavarrías, Claudia Llosa, José María Morales
Penulis: Claudia Llosa
Musik: Selma Mutal
Sinematografi: Natasha Braier
Rilis: 12 Februar 2009 (Berlinale)
Durasi: 95 menit
Negara/Bahasa: Peru/ Spanyol – Quechua

Awards:

Berlin Golden Bear 2009:
– Best Movie
Berlin International Film Festival 2009:
– FIPRESCI
Guadalajara International Film Festival 2009:
– Best Movie , Best Actress (Magaly Solier)
Montreal World Film Festival     2009:
– Best Actress (Magaly Solier)
Lima Film Festival 2009:
– Best Peruvian Movie, Best Actress,
Academy Awards     2009:
– Nominasi Best foreign Language Film

(etc. sumber informasi: wikipedia.org

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: