Taxi (Iran)

berperan sebagai dirinya sendiri, sutradara film yang menyamar sebagai sopir taksi. Sambil menaikturunkan penumpang, diam-diam ia memasang kamera di dashboard mobilnya dan merekam pembicaraan para penumpang.
taxi-teheran-2015-french-dvdrip-x264-meme-mkv_000619823
Penumpang pertama adalah seorang laki-laki dan perempuan yang memperdebatkan tentang hukuman mati di Iran. Si lelaki keukeuh setuju dengan adanya hukuman mati meskipun kesalahannya kecil saja, agar si penjahat kapok, sementara si perempuan berargumen bahwa hukuman mati tidak adil dan tidak menyelesaikan persoalan.

Kedua, seorang lelaki penjual CD film bajakan yang bergerilya menjajakan film-film luar negeri yang tidak boleh ditayangkan di bioskop-bioskop di Iran. Di tengah jalan, mereka dicegat seorang lelaki korban kecelakaan bersama istrinya yang terus menerus menangis. Karena berpikir akan segera mati si lelaki kemudian minta direkamkan video wasiat terakhirnya untuk sang istri. Dan alih-alih sibuk memikirkan suaminya, si istri justru sibuk mengkhawatirkan wasiat itu.

Penumpang berikutnya, dua perempuan yang terburu-buru ingin mengujungi mata air suci demi melepaskan ikan sebelum tengah hari demi bisa membuang sial.
taxi-teheran-2015-french-dvdrip-x264-meme-mkv_002404992
Terakhir, Jafar menjemput keponakan perempuannya yang baru pulang sekolah, Hana. Hana gadis kecil yang pintar dan mirip dengan Jafar dan terlihat sangat memuja pamannya. Kemana-mana ia membawa kamera pocket dan merekam adegan-adegan di sekelilingnya berlagak membuat film.  Lewat celoteh polosnya, Hana menyebutkan aturan-aturan dalam membuat film yang ditetapkan di sekolahnya seperti penggunaan hijab di film, hingga bagaimana imej orang baik harus ditampilkan.

Hana kemudian diajak Jafar menemui temannya, seorang lelaki yang menceritakan adegan kekerasan yang dialaminya ketika dirampok. Temannya merasa bingung, karena ia kenal siapa perampoknya dan merasa kasihan karena tahu bagaimana kehidupannya.

Penumpang terakhir adalah seorang perempuan cantik yang terlihat sangat akrab dengan Jafar. Si perempuan ini seorang aktivis (diperankan oleh  Nasrin Sotoudeh, yang kono memang aktivis hak asasi beneran) yang tengah menangani kasus penangkapan perempuan  seperti dalam film Panahi, Offside (remaja perempuan yang dilarang menonton bola). Ia dan Jafar kemudian terlibat obrolan tentang  masa-masa dipenjara.
taxi-teheran-2015-french-dvdrip-x264-meme-mkv_003763271
Di penghujung cerita, Jafar mencari perempuan pembawa ikan di mata air yang meninggalkan dompetnya di mobil. Ketika ia dan keponakannya meninggalkan mobilnya di tempat parkir, tampak dua orang lelaki bersepeda motor datang dan menjarah mobilnya.

Sebuah film dengan konsep ‘sederhana’ , dikemas dalam bentuk ala dokumenter, tapi mengetengahkan isu yang jauh dari sederhana. Hanya dari pembicaraan para penumpang taksi, penonton diajak ke dalam diskusi beragam isu politik di Iran mulai dari hukuman mati, aturan ketat tentang  perfilman, bagaimana masih kuatnya kepercayaan-kepercayaan takhayul ditengah aturan agama Islam yang konvensional, tentang kebebasan perempuan Iran.. yah, sebuah tema yang ‘berat’ tapi tenang saja karena disajikan lewat adegan yang sangat realistis dan sehari-hari sehingga terkesan jauh dari ambisius.
Good movie!
taxi-teheran-2015-french-dvdrip-x264-meme-mkv_003517391
Catatan:
Film ini, seperti juga film Panahi sebelumnya ( This Is Not a Film,  Closed Curtain) adalah film ‘illegal.” , sutradara film ini,  dilarang membuat film selama 20 tahun oleh pemerintah Iran yang memang terkenal otoriter dan kolot karena karya-karyanya yang seringkali penuh kritik. Meski begitu, Panahi tetap ‘keras kepala’ membuat film meski secara diam-diam. Dan itulah, kenapa film ini dibuat menyerupai film dokumenter dengan setting yang ‘sederhana’. Hmm, sedih juga sih melihat sutradara sehebat dia, bukannya didukung, justru dihalang-halangi kreatifitasnya. Seharusnya sih pemerintah Iran justru bangga ya, punya filmmaker keren dan berbakat begitu 😦

Quote:
Penumpang 1:
L: Hukum dan Syariah telah berbicara.
Jika sekarang masalahnya belum terselesaikan, mereka belum menerapkannya dengan benar.Jadi tenanglah, Nona!
P: Jadi menerapkan Syariah memecahkan semua masalah kita.. dengan meningkatkan jumlah eksekusi mati?
———–
L: Apa pekerjaanmu?
P: Apakah semua hal harus dihubungkan dengan pekerjaan?
L: Ada hubungannya. Ketika kau membela sebuah ide, apakah kau mempercayainya… ataupun kau punya kepentingan di dalamnya.

Jafar dengan mahasiswa film (M):
M: Aku melihat banyak film, membaca banyak buku,tetapi tidak dapat menemukansubjek yang bagus.
J: Dengar, film-film itu sudah dibuat, buku-buku itu sudah ditulis.Kau harus mencari di tempat lain. Itu tidak akan datang dengan sendirinya.
M: Apa yang harus kulakukan? Di mana aku harus memulainya?
J: Itu adalah bagian tersulit.Tidak ada yang bisa memberitahu dirimu. Kau harus menemukannya sendiri.

Jafar dan temannya yang dirampok (T):
J: Aku ingin tahu pencuri terlihat seperti apa.
T: Seperti aku, seperti kau, seperti semua orang di sekitar kita.

Jafar dengan perempuan pembawa bunga (PB):
PB: Ketika kau akhirnya dibebaskan, dunia luar menjadi
penjara yang lebih besar. Mereka membuat teman-teman terbaikmu
menjadi musuh terburukmu! Membuatmu ingin kabur dari negara ini, atau berharap untuk kembali ke penjara.

Cast:

Hana Saeidi
Nasrin Sotoudeh

Judul: Taxi/Taxi Tehran
Sutradara/Produser/Penulis:
Produksi: Jafar Panahi Film Productions
Rilis: 6 Februari 2015 (Berlin)
Durasi: 82 menit
Negara/Bahasa: Iran/Persia

Awards:
Berlin International Film Festival 2015: – Golden Bear , FIPRESCI Prize.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: