After Lucia

Setelah kematian istrinya, Lucia, karena kecelakaan, Roberto mengajak putrinya yang beranjak remaja, Alejandra untuk pindah Puerta Vallarta ke Kota Meksiko. Mereka menempati sebuah rumah kecil yang sederhana. Roberto yan menyimpan depresi atas kematian istrinya, dan tak bisa berbagi dengan putrinya.

after-lucia-1

Roberto bekerja sebagai chef di sebuah restoran dan Alejandra menjalani hari-harinya di sekolah yang baru. Ia tampak cukup mudah diterima teman-teman barunya. Mereka sering menghabiskan waktu bersama, bersenang-senang seperti umumnya remaja, termasuk mencoba-coba seks. Tapi masalah muncul karena adegan itu divideokan dan disebar di internet. Alejandra pun harus melewati hari-hari yang sulit karena menjadi bahan cemoohan teman-teman di sekolahnya. Di sisi lain, ia tak bisa menceritakan apapaun pada ayahnya.

after-lucia-6

Yah, sebenarnya roh film ini adalah tentang depresi, yang kemudian digabungkan dengan tema kekerasan remaja. Rasanya itu adahah cerita yang sering kita lihat atau dengar di media hampir setiap hari. Tapi film ini disajikan sedemikian rupa sehingga terasa meninggalkan banyak kesan dan perenungan. Wajar saja kalau film ini mendapat penghargaan Un Certain Regard di Festival Film Cannes.

after-lucia-3

Tanpa perlu banyak pemaparan, lewat bahasa tubuh, warna dan plotnya yang terasa menekan, kita tahu bahwa Alejandra dan ayahnya tidak baik-baik saja. Tanpa perlu kata-kata, kita tahu bahwa mereka masih sangat berduka atas kematian sang ibu dan bagaimana depresifnya hari-hari yang mereka jalani. Lalu ulah liar para remaja itu, ah, benar-benar memuakkan. Kita juga bisa merasakan kekesalan Roberto ketika para remaja itu tak bisa diproses secara hukum karena masih dianggap belum cukup umur. Geram sekali rasanya karena kita tahu bahwa mereka benar-benar bersalah. Lantas, hukuman macam apa yang pantas untuk mereka? Di samping itu, kita juga jadi bertanya-tanya, dengan ulah keterlaluan para remaja seperti itu, salah siapa sebenarnya? Orang tua, institusi pendidikan? Lewat film ini kita berandai-andai seandainya Alejandra dan ayahnya bisa berkomunikasi dengan lebih baik, apa keadaannya akan berbeda? Juga dimana para guru ketika Alejandra bahkan dibully dan dilecehkan di sekolah? Sebuah film yang terasa menyakitkan, tapi juga seperti berusaha mengetuk perenungan kita. Worthed to watch.

after-lucia-5

Cast:
Tessa Ía González Norvind – Alejandra
Hernán Mendoza – Roberto
Gonzalo Vega Sisto – José
Tamara Yazbek Bernal -Tamara
Paloma Cervantes – Irene
Juan Carlos Barranco – Manuel
Francisco Rueda – Javier

Judul: After Lucia/ Después de Lucía
Sutradara: Michel Franco
Produser: Moises Zonana
Sinematografi: Chuy Chávez
Rilis: 21 Mei 2012 (Cannes)
Durasi: 105 menit
Negara: Mexico
Bahasa: Spanyol

Awards:
Cannes Film Festival 2012:
– Prize of Un Certain Regard

Chicago International Film Festival 2012:
– Silver Hugo Special Jury Prize

Young Artist Award 2012:
– Nominasi Best Performance in an International Feature Film – Young Actress (Tessa la González)

Havana Film Festival 2012:
– Best Director

San Sebastián International Film Festival 2012:
– Horizons Award – Special Mention

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: