Beranda > Film Korea > Canola

Canola

Nenek Gye-choon () seorang pencari tiram di Pulau Jeju. Ia hanya tinggal dengan cucu perempuan kesayangannya Hye-ji, yang yatim piatu.  Hye-ji sangat suka menggambar dan sang nenek yakin bahwa kelak, Hyeji akan berhasil dengan bakatnya. Suatu hari, sang nenek membawa Hye-ji ke pasar. Di tengah keriuhan Hye-ji terpisah dari neneknya dan kemudian hilang tanpa jejak.
canola-8
Nenek Gye-choon sangat berduka dengan kehilangan itu dan terus berusaha mencarinya.  Hingga 12 tahun kemudian, tiba-tiba muncul seorang remaja yang mengaku dirinya Hye-ji (). Nenek pun senang bukan main. Karena tahu cucunya senang menggambar, sang nenek pun mendaftarkan Hye-ji ke sebuah sekolah menengah seni. Hyeji kemudian bertemu teman sekelasnya yang perhatian, Han-yi (), dan juga guru seninya () yang selalu mendukungnya. Namun sebenarnya Hye-ji menyimpan rahasia. Dan sikap Hye-ji yang aneh juga menimbulkan kecurigaan dari orang-orang kampung, dan menyarankan hyeji untuk melakukan test DNA. Benarkah Hyeji adalah sang cucu Nenek Gye-choon yang hilang 12 tahun lalu.?

canola-4

 
Cukup lama  untuk bisa menonton film ini karena menunggu subtitlenya cukup lama. Thanks a lot untuk uploader subtitle bahasa Indonesianya di subscene. Pertama, karena . Meski artis pendatang baru, tapi aktris satu ini selalu menunjukkan kualitas aktingnya yang solid dengan pilihan film-film yang berkualitas ( , ). Dan dari membaca sinposis ceritanya, sepertinya menarik.

Secara garis besar cerita film ini memang menarik, karena mengetengahkan hubungan antara nenek dan cucu. Latar pulau Jeju yang ‘eksotis’ menjadi nilai tambah. Sentuhan misteri cukup membuat penasaran, tapi sayang karena menurut saya ada beberapa ‘lubang’ yang membuat saya mengerutkan kening ketika menontonnya.
canola-3
Pertama, peristiwa di seputar hilangnya Hye-ji terasa  agak kurang meyakinkan. Digambarkan bahwa suasana pasarnya terlihat tak ramai-ramai amat, sehingga rasanya agak aneh kalau sang nenek kesulitan menemukan Hye-ji lagi. Dan yang membuat saya bingung, kenapa Hye-ji tidak mencari neneknya? Dia digambarkan sebagai anak manis dan cerdas, yang sangat menyayangi neneknya, kenapa dia terlihat senang-senang saja terpisah dari neneknya? Kenapa keluarga yang menemukan Hye-ji tak juga segera mencari keluarga Hye-ji, juga tak digambarkan dengan jelas.  Selain itu, juga agak terlalu kebetulan ketika kemudian sosok Hye-ji remaja ternyata juga memiliki bakat melukis seperti Hyeji kecil.  Dan seperti biasa juga kebanyakan film Korea ada terlalu banyak airmata di bagian-bagian akhir yang bagi saya selalu terasa berlebihan dan alih-alih membuat terharu, justru membosankan. Terus, bagian Hye-ji dengan teman-teman gengnya juga membuat saya bingung. Kenapa teman-teman lelakinya begitu kasar dan melarangnya berhubungan dengan Min-hee ()?
canola-2
Menurut saya, sebenarnya tanpa tambahan cerita misteri pun, film ini tetap mempunyai cerita yang menarik dengan lebih memfokuskan pada hubungan nenek dan cucunya dengan segala perbedaan pikiran dari dua generasi yang berbeda. Cerita semacam itu menurut saya justru akan lebih realistis dan berbobot.
canola-6
Terlepas dari semua itu, untuk segi akting aktor senior  bermain apik sebagai Nenek Gye-choon lengkap dengan segala bahasa tubuh ala nenek-nenek pedesaan umumnya. juga bermain bagus sebagai Hye-ji dengan segala kecanggungan-nya. Selain itu juga ada , sebagai guru seni Hye-ji. Saya selalu menyukai aktor satu ini, karena meskipun perannya seringkali hanya sebagai pemain pendukung, tapi selalu berhasil mencuri scene dengan aktingnya yang effortless.  Dan pencuri scene lainnya adalah aktor pendatang baru dengan karakternya sebagai pemuda kasar dan annoying. canola-5
Ohya, di sini juga ada nama , yang sejak promo membuat saya sudah underestimate. Bagi penggemar ,  saya minta maaf, tapi sejak melihat aktingnya yang kaku  di drama , jujur saya jadi ilfil sama dia.  Karenanya, di-castingnya dia di film jenis ini membuat saya agak heran, meski juga saya berusaha untuk berpikir positif bahwa mungkin kemampuan aktingnya sudah lebih baik. Dan well, setelah menonton aktingnya di sini, penilaian saya belum berubah. Dia memang tidak terlihat kaku, tapi sosok yang diperankannya di film ini juga bukan sosok dengan karakter yang kuat atau malah bisa dibilang nggak penting. Sosoknya di sini hanyalah remaja SMA biasa, yang terlihat baik,  murah senyum dan kemana-mana naik sepeda, yang tak jelas alasannya kenapa, langsung menyukai Hye-ji. That’s all.  Dugaan saya pemasangan dia di sini lebih sebagai pengongkrak nilai jual film karena bagaimanapun, he’s idol.
Yah, well, apa yang saya tulis ini subyektif belaka sih. Dengan segala bolongnya, menurut saya film ini tetap lumayan untuk ditonton.

Cast:
– Nenek Gye-choon
– Hye-ji
Kim Hee-Won – Suk-ho (Paman)
Shin Eun-Jung – Myung-ok (bibi)
– Guru Seni Choong-seob
– Han-yi
– Chul-hun
Nam Tae-boo – Choong-hee
– Min-hee
– fitness trainer (Cameo)

Judul: Canola/ Grandmother Gye-Choon/ Gyechoonhalmang
 (계춘할망)
Sutradara: Chang
Penulis: Yang Seo-Hyun, Ha A-Reum, Chang
Produscer: Kim Jung-Gon, Choi Hyun-Mok
Sinematografi: Park Jang-Hyuk
Rilis: 19 Mei 2016
Durasi: 116 menit
Distributor: Nanda Kinda
Negara/Bahasa: Korea/Korea Selatan

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: