Beranda > Drama Korea > Oh Hae-young Again

Oh Hae-young Again

Park Do-kyung () adalah direktur perusahaan perfilman sekaligus sound director untuk pengisian suara latar film-film. Pada hari pernikahannya, ia ditinggalkan oleh kekasihnya, Oh Hae-young yang cantik dan dikenal selalu baik hati. Patah hati berat, ia mendengar bahwa Oh Hae-young akan menikah dengan lelaki bernama Han Tae-jin. Ingin membalas dendam, Do-kyung kemudian menghancurkan bisnis Tae-jin dengan meminta kenalannya membatalkan investasi untuk Tae-jin. Tae-jin yang kemudian bangkrut dan mendapat ancaman dipenjara, membatalkan pernikahannya yang tinggal sehari tanpa memberitahukan alasan sebenarnya.
oh-haeyoung7

oh-haeyoung2
Di luar pengetahuan Do-kyung, Oh Hae-young () yang akan dinikahi Tae-jin sebenarnya bukan Oh Hae-young mantan kekasihnya. Ada dua Oh Hae-young, Oh Hae-young si cantik dan Oh Hae-young biasa. Mereka bertetangga dan pernah satu kelas ketika SMA. Oh Hae-young cantik populer dan selalu menjadi pusat perhatian, sementara Oh Hae-young biasa seolah selalu menjadi bayang-bayangnya.
oh-haeyoung14
Sebuah ‘kebetulan’ mempertemukan Do-kyung dengan Oh Hae-young. Ketika tahu bahwa ternyata ia telah salah orang dan menghancurkan cinta Oh Hae-young yang lain, Do-kyung diliputi rasa bersalah. Di sisi lain, Do-kyung tiba-tiba bisa melihat masa depan yang isinya adalah tentang Oh Hae-young. Sama-sama belum move on dari patah hati dan merasa pernah dicampakkan  menjelang pernikahan, keduanya pun kemudian menjadi saling memahami satu sama lain dan yah, jatuh cinta. Tapi tentu saja akan menjadi hubungan yang complicated karena persoalan masalalu yang rumit.
oh-haeyoung6
Saya menonton drama ini pertama karena . Yah, he’s hot dan drama-dramanya juga banyak yang bagus. Apalagi kemudian saya dengar kalau drama ini dapat rating tinggi waktu masa penayangannya. Dan yah, drama-drama tvN belakangan memang semakin menarik. Ceritanya drama ini menurut saya bagus, konfliknya menarik.  Tadinya saya khawatir dengan penyelesaian konfliknya, tapi ternyata dieksekusi dengan memuaskan. Pada episode-episode awal benar-benar terasa addicted. Sayang, seperti yang banyak terjadi pada drama-drama Korea, pada pertengahan hingga akhir, entah kenapa cerita mulai terasa membosankan. Konflik cinta Do-kyung – Hae-young yang penuh air mata menjadi terasa terlalu melelahkan dan ketika konflik sudah mulai teratasi, hubungan mereka justru menjadi terlalu manis sehingga justru terasa hambar.
another-oh-hae-young-e10-160531-hdtv-h264-540p-ss-mkv_003256269
Yah, saya pikir hal ini tak lepas dari ide dadakan memperpanjang jumlah episode drama ini pada pertengahan musim tayang. Mungkin karena tergiur komersialitas, para pembuat drama ini kemudian menambah jumlah episode yang di awal cuma 16 menjadi 18. Efeknya, pastilah dengan memperpanjang beberapa adegan dan bahkan mungkin menambah beberapa adegan yang nggak penting. Hmm, sangat disayangkan.

oh-haeyoung10

Love this family😀

Meski begitu, menurut saya drama ini tetap bisa dikategorikan sebagai drama yang bagus. Terlepas dari cerita utamanya yang dragging, banyak hal menarik di drama ini. Pertama, tentu castnya. is as hot as ever (walaupun saya nggak suka gaya rambut dia di sini :)), dan bermain apik sebagai Oh Hae-young yang enerjik dan impulsif. Dan satu hal yang sayaselalu saya sukai dari drama-dramanya tvN adalah karakter-karatakternya yang terasa orisinal dan realistis. Meski sosok Park Do-kyung digambarkan sebagai pemilik perusahaan di sini, tapi berbeda dengan sosok kaya dalam drama Korea yang selalu terlihat wangi dan glamour, sosok Park Do-kyung adalah sosok lelaki biasa dengan penampilan kasual dan keseharian yang terlihat wajar.
oh-haeyoung15
Dan pekerjaannya sebagai sound director juga menarik. Jujur, saya baru tahu kalau ada pekerjaan semacam itu setelah nonton drama ini. Pekerjaan yang sekilas terdengar ‘nggak penting’ tapi ternyata sangat penting dalam pembuatan sebuah film. Dan yang jelas, bukan pekerjaan yang mudah juga.

oh-haeyoung26

Suka dengan eksekusi ending persahabatan dua Oh

Karakter Oh Hae-young juga bukan karakter utama yang biasa. Pada beberapa bagian, dia bukanlah sosok yang selalu lovable. Sedikit pendengki, blak-blakan dan impulsif. Kadang karakter ini sedikit annoying, tapi menurut saya juga memberi sentuhan realistis dibanding sosok heroine drama Korea yang cenderung selalu baik hati. Kemudian sosok Oh Hae-young si cantik juga ternyata berbeda dengan sosok orang ketiga pada umumnya, yang biasanya adalah karakter posesif dan jahat. Di sini, sosoknya justru digambarkan sebagai sosok yang ‘sempurna’ sehingga membuat cerita semakin realistis dan menarik.


Menjadi semakin menarik dengan karakter dan cerita dari orang-orang sekitar. Karena masing-masing karakter terasa hidup dan utuh. Adegan-adegannya tidak klise. Solidaritas Park bersaudara yang freak, begitu solid dan mengharukan. Hal ini tak lepas juga dari akting bagus sebagai si freaking nuna, Park Soo-kyung dan Heo Jeong-min sebagai Park Hoon.

Bromance antara Park Do-kyung dan Lee Jin-sang juga terasa sangat nyata. Bahkan, belakangan, saya mulai ‘jatuh cinta’ dengan karakter Jin-sang yang dibawakan dengan sangat baik oleh aktor . Termasuk hubungan rumitnya dengan si nuna, yang semakin ke sini juga semakin  menarik (pada episode-episode ke belakang, saya justru lebih antusias mengikuti kisah cinta Ji-suk-nuna daripada Do-kyung-Hae-young). Hubungan keluarga dalam keluarga Oh Hae-young juga menarik dan mengharukan, dengan ayah dan ibunya yang unik. Sedikit annoying bagi saya adalah karakter ibunya Do-kyung yang menyebalkan. Tapi yah, itu bisa diabaikan.
oh-haeyoung29
Oh iya, drama ini disutradarai oleh sutradara yang sama dengan , salah satu drama yang menurut saya bisa dikategorikan sebagai salah satu drama bergenre romcom terbaik, sehingga sentuhan ala Marriage of Dating akan terasa. Seperti ‘kesan hangat’ pada plot, gambar dan karakter-karakternya.  Juga unsur komedik yang menghibur. Jadi, jikapun mulai bosan dengan cerita utamanya seperti saya, cerita pendukungnya tetap menarik untuk diikuti.

Favourite Scene:
Ketika Oh Hae-young menari dengan depresif dan ibunya diam-diam mengikuti dari belakang. Adegan itu menurut saya sooo touching
oh-haeyoung17
Ketika Do-kyung dibawain bekal makan siang oleh Hae-young dan malu-malu bilang sama rekan kerjanya


Ketika Do-kyung sedih dan bingung karena Hae-young dan dia jalan tak menentu lalu diikuti oleh Jin-sang, Hoon dan teman-teman kerjanya, yang berlanjut dengan menghiburnya ke pantai. Yeah, that’s what’s friends for!

oh-haeyoung23

Adegan ketika si nuna tahu dirinya hamil dan Jin-sang dengan polos ngoceh menyalahkan lelaki yang menghamili si nuna, yang padahal adalah dirinya. Dan ketika Jin-sang akhirnya ngeh kalau dia adalah ayah si bayi-nya nuna

Cast:
– Park Do-kyung
– Oh Hae-young
Jeon Hye-Bin – Oh Hae-young
– Park Soo-kyung
– Lee Jin-sang
Heo Jeong-Min – Park Hoon
– Han Tae-jin
– Oh Kyung-soo (ibunya Hae-young)
– Hwang Duk-yi (ibunya Hae-young)
Heo Young-Ji – Yoon An-na

Choi Byung-Mo – Psikiaternya Park Do-Kyung
Nam Gi-Ae – Heo Ji-Ya
Ha Shi-Eun – Kim Hee-Ran
Kwon Min – Kim Sung-Jin
Kim Ki-Doo – Ki-Tae
Jo Hyun-Sik – Sang-Suk
Choi Jun-Ho – Yi-Joon
Shin Woo-Gyeom – Ji-Hoon
Yoo Se-Rye – Chan-Joo
Lee Ka-Hyeon – Sim Ye-Jin
Kang Nam-Kil – Jang Han-Goo
Lee Hye-Eun – Jung-Sook
Park Myoung-Hoon – Lee Chan-Soo
– Kong Ki-Tae (cameo ep.7)
– ayahnya Park Do-Kyung
– Seo-hee

Judul: Another Miss Oh/ Oh Hae-young Again/ Ddo Ohhaeyoung (또 오해영)
Sutradara:
Penulis: Park Hae-Young
Tayang: tvN, 2 Mei – 28 Juni 2016
Episodes: 18

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: