Beranda > Film Korea > The Sound of a Flower

The Sound of a Flower

Berlatar jaman dinasti Joseon. Chae-son (), adalah seorang bocah miskin piatu yang kemudian dititipkan di sebuah rumah gisaeng. Suatu hari, dalam keadaan sedih, ia bertemu Shin Jae-hyo () adalah seorang guru pansori ( kesenian tradisional Korea berupa pertunjukan musik yang digabung dengan cerita rakyat) dan melihat pertunjukan pansori yang membuatnya terhibur. Sejak itu, Chae-sun pun bermimpi untuk menjadi penyanyi pansori. Ia pun kemudian memohon-mohon pada Jae-hyo agar diajari pansori.

sf3

Bae Suzy sebagai Chae-sun. Hmm, not that bad

 

 

 

sf

Shin Jae-ho yang karismatik

Masalahnya, pertunjukan pansori adalah pertunjukan yang hanya dipentaskan oleh lelaki. Untuk mewujudkan keinginannya, Chae-sun pun menyamar menjadi lelaki. Melihat keinginan kuat Chae-sun dan juga bakat bernyanyinya hati Jae-hyo pun luluh.

sf00

Chae-sun yang terpaksa menyamar sebagai lelaki demi bisa belajar pansori

Ketika Daewangun (), ayah raja yang berkuasa mengadakan kompetisi pansori nasional, mereka pun ikut. Daewangun mengijinkan Chae-sun menyanyi sebagai pansori perempuan, tapi dengan syarat harus memenangkan kompetisi. Masalah menjadi rumit ketika Daewangun ternyata jatuh cinta pada Chae-sun sementara Chae-sun sebenarnya menyukai Jae-hyo.Nah…

sf56

Chae-sun yang konon adalah penyanyi pansori perempuan pertama

Saya penasaran sama film ini karena cast-nya: , dan . Meski jujur, nama yang terakhir membuat saya agak underestimate.Suzy lebih dikenal sebagai idol berwajah cantik dengan kemampuan akting yang tak terlalu menonjol.Tapi well, saya mencoba berpikir positif dan tak terlalu berekspektasi. Dan yah, menurut saya film ini meski tidak bisa dibilang mengesankan,tapi lumayanlah.
sf25
Meski menurut saya, film ini potensial untuk menjadi film yang sophisticated, apalagi konon ceritanya terinspirasi dari kisah nyata. Kelemahan film ini menurut saya lebih pada plotnya yang terasa kurang greget dan agak ‘kering’. Chemistry antar karakternya terasa terasa kurang maksimal. Saya pikir bukan karena akting, tapi lebih pada eksplorasi cerita. Romance antara Chae-son – Jae-hyo hingga interaksi Jae-hyo bersama murid-muridnya yang lain tak pernah diperlihatkan dengan jelas.
sf50
Dari segi akting menurut saya juga kurang maksimal. menurut saya bermain bagus sebagai Shin Jae-hyo yang karismatik, tapi ia seolah “bermain sendirian” terutama pada bagian-bagian awal. sepertinya berusaha keras untuk memerankan karakternya dengan baik, dan menurut saya tidak buruk, tapi entah bagaimana menurut saya masih terasa kurang ‘bernyawa.’

sf12

Dua ‘badut’ yang memang selalu lucu, tapi agak wasted of talent😦

Sebenarnya, aktor lain yang potensial untuk bermain bagus tapi karakter-karakter mereka terasa kurang dieksplore dengan baik. Sebut saja Song Sae-byeok, yang sebenarnya main bagus sebagai si asisten setia Kim Se-jong, lalu juga ada nama dan sebagai murid setia Jae-hyo. Keduanya, meski masih dibilang pendatang baru,tapi adalah aktor yang berbakat dan rasanya agak wasted ketika mereka hanya diberi peran sebagai ‘badut’ di sini. Karakter sebagai si berkuasa Daewangun menurut saya juga tak jelas.

Sf_poster

Ditambah kemudian dengan eksekusi cerita akhir cerita yang menurut saya terasa plain dan kurang memuaskan.Whatever, tetap layak untuk ditonton kok.

Cast:
-Shin Jae-hyo
– Jin Chae-sun
Song Sae-Byeok – Kim Se-jong
– Daewongun
– Chil-sung
– Yong Bok
– Pejabat Oh

Judul: The Sound of a Flower / Dorihwaga (도리화가)
Sutradara/Penulis: Lee Jong-Pil
Produser: Kim Dae-Seung, Baek Yeon-Ja
Sinematografi: Kim Hyun-Seok
Rilis: 25 November  2015
Durasi: 109 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/ Korea

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: