Beranda > Film Mandarin > The Crossing (Part 1 & 2)

The Crossing (Part 1 & 2)

Saya selalu menyukai film-film kolosal Cina, karena biasanya digarap dengan sinematografi yang megah. Salah satu hal yang membuat saya ingin sekali nonton film ini. Di tambah lagi, bintang-bintang utamanya juga sangat menjanjikan: , ( dan juga artis populer Korea, .  Plus sutradaranya juga salah satu sutradara kenamaan John Woo.
the crossing5
The Crossing mengambil latar cerita masa terjadinya Revolusi China yang ditandai dengan perseteruan  antara Partai Komunis yang berbasis di Shanghai dan Partai Nasionalis yang berbasis di Taiwan. Film ini mengambil beberapa tokoh yang takdirnya saling bersilang sengkarut di antara kekacauan itu. Zhaou Yunfen () adalah seorang gadis cantik pemain piano. Dalam sebuah pesta dansa, ia bertemu dengan Lei Yifang, komandan pasukan garis depan tentara nasionalis yang tampan dan pemberani. Dalam sekejap, mereka dimabuk cinta dan menikah. Ketika Yunfen hamil, perseteruan semakin meruncing. Yifang harus kembali memimpin di garis depan dan demi keamanan, Yunfen harus mengungsi ke Taiwan. Di Taiwan, Yifei tinggal di sebuah rumah Jepang dan menemukan jejak masalalu dari pemiliknya dulu.
the crossing

crossing1
Yu Zhen  (()adalah seorang gadis dari daerah buta huruf yang pergi ke Shanghai untuk mencari kekasihnya yang menjadi tentara dengan menjadi perawat. Karena yakin kekasihnya di Taiwan, ia pun mengumpulkan uang untuk membeli tiket kapal ke Taiwan dengan nyambi sebagai pelacur. Ia kemudian bertemu dengan Tong Daqing, seorang tentara muda yang ‘menyewanya’ untuk membuat foto keluarga demi mendapat tunjangan. Karena Yu juga berkepentingan untuk lebih mudah mendapatkan kamar sewa–yang hanya diperuntukkan bagi perempuan menikah–ia pun setuju dengan ajakan itu.  Tong adalah anak buah Yifang dan diam-diam jatuh cinta sungguhan pada Yu Zhen.
the crossing2
Zenkun ( ) adalah dokter yang pulang kampung ke Taiwan setelah terpaksa menjadi dokter pada ketentaraan Jepang selama masa Perang Dunia. Ia menyimpan kenangan masalalu akan kekasihnya yang orang Jepang, Masako ().  Ibunya yang trauma pada penjajahan Jepang, tak pernah merestui hubungan itu. Ketika kekacauan terjadi, keaksihnya pergi dan Zenkun tak pernah bisa melupakannya. Ia pun kemudian menjalin persahabatan dengan Yunfen, yang sekarang tinggal di rumah Masako.
the crossing6
Seperti ekspektasi saya di awal, ini adalah sebuah film bertema perang yang terasa cukup wah. Latar masalalu dan suasana perang terlihat meyakinkan. Durasi film ini juga tak main-main karena disuguhkan ke dalam 2 bagian yang masing-masing bagian tak kurang dari 2 jam. Sayangnya, sinematografi dan durasi yang ‘wah’ itu ternyata tidak didukung dengan cerita yang kuat.


Penggunaan beberapa karakter sekaligus,menurut saya membuat pembuat film ini seolah keteteran menggarap masing-masing cerita. Beberapa karakter terasa menggantung dan tidak ‘penting.’ Yu Zhen yang digambarkan begitu ‘mati-matian;’ mencari kekasihnya pada akhirnya berujung tanpa klimaks, Zenkun dengan kenangan masalalunya… Cerita yang sedikit solid adalah kisah Yunfen-Yifei, meski juga kisahnya terasa standar. Penggunaan jajaran aktor terkenal menjadi terkesan agak wasted. Beberapa adegan (spoiler: terutama saat kapal tenggelam) terasa terlalu berlama-lama dan menjadi pengulangan yang agak melelahkan. Yah, mungkin karena saya berekpektasi banyak ketika hendak menonton film ini sehingga usai menontonnya saya merasa cukup kecewa. Tapi secara umum, ini bukan film yang buruk, kok.

Cast:
– Yu Zhen
– Yan Zenkun
– Zhou Yunfen
Huang Xiaoming –  Lei Yifang
Tong Dawei – Tong Daqing
– Masako Shimura

Judul: The Crossing
Sutradara: John Woo
Produser: Terence Chang
Penulis: John Woo, Su Chao-pin, Chen Ching-hui
Musik: Taro Iwashiro
Sinematografi: Zhao Fei
Editing: John Woo, Kai Kit-Wai, David Wu
Produksi: Beijing Gallop Horse Film, Le Vision Pictures, China Film Group Corporation, Huayi Brothers, Yoozoo Entertainment, Beijing Cultural & Creative Industry Investment Fund Management, Dongyang Mighty Allies Movie & Culture, Huace Pictures (Tianjin), Beijing Phenom Films, China Movie Channel, Galloping Horse Culture & Media, Lion Rock Productions
Rilis: 2 Desember 2014 (Part I), 30 Juli 2015 (Part II)
Durasi: 128 menit
Negara: China, Hongkong
Bahasa:Mandarin/ Jepang

Awards:
Hong Kong Film Awards 2015:
– Best Film Editing
– Best Sound Design
– Nominasi: Best Art Direction, Best Original Film Score, Best Cinematography, Best Costume & Make Up Design

Hong Kong Film Critics Society Awards 2015:
– Film of Merit

Huading Award 2015:
– Nominasi: Best Performance by an Actress in a Supporting Role in a Motion Picture (Feihong Yu, Dawei Tong)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: