Beranda > Drama Korea > Cheese in the Trap

Cheese in the Trap

Hong Seol (), adalah seorang mahasiswi di tahun-tahun pertama. Ia berasal dari keluarga sederhana tapi pintar dan tekun. Tapi kemudian ia memutuskan untuk cuti karena terlibat masalah dengan Yoo Jung (), seorang kakak angkatan yang misterius dan manipulatif. Di permukaan, Yoo Jung adalah cowok perfect: tampan, kaya dan terlihat baik hati. Namun Seol menyadari sisi gelap Yoo Jung dan berusaha menghindarinya. Tapi semakin ia terlibat dengan Yoo Jung, Seol justru mulai jatuh hati padanya. Ketika Jung mengajaknya pacaran, Seol pun menerima. Tapi tentu saja, kepribadian Jung yang rumit membuat hubungan mereka juga rumit.

chs2

Hong Seol yang polos

cheese in the trap

Jung yang manipulatif

Selain itu juga muncul kakak beradik, Baek In-ho () dan Baek In-ha, saudara angkat Jung yang kemudian turut mengusik hubungan mereka. In-ho, dulunya adalah teman baik Jung, tapi karena sebuah kesalahpahaman, persahabatan mereka pun retak. Setelah bertahun-tahun menghilang, In-ho muncul dan berkenalan dengan Seol dan mulai menyukainya. Sementara In-ha, adalah sosok ambisius yang terus merong-rong kehidupan Jung.

cheese in the trap8

Baek In-ho, karakter yang jadi salah satu sumber kontroversi😦

Menambah seru cerita adalah teman-teman di sekitar mereka, ada pasangan Bora-Euntaek yang cute, ada Oh Yong-goon si stalker, Oh Min-soo si penjiplak, Sang-chul si sunbae intimidatif…  Semuanya diramu dalam latar kehidupan sehari-hari di kampus yang terasa realistis. Dan meski premis ceritanya sekilas terdengar standar, tapi penokohannya yang kuat membuat cerita ini terasa berbeda. Hal yang cukup unik adalah perpaduan antara romance dan konflik psikologis dari para tokoh utamanya. Terutama Yoo Jung, yang dimainkan dengan sangat baik oleh , sosok dengan psikologis yang rumit.

cheese in the trap5

The cute couple: Euntaek-Bora

Hal yang menarik dari cerita semacam ini sebenarnya adalah melihat bagaimana masing-masing tokoh berkembang dan be a better person melalui sebuah hubungan. Sayangnya cerita dan akting yang solid kemudian ambyar di pertengahan. Cerita seolah berputar-putar saja dan karakter para tokohnya juga tidak mengalami perkembangan yang berarti. Si penulis cerita ini seolah kebingungan dengan arah cerita dan membuat karakter para tokoh terasa frustratif. Dan puncaknya dalah sebuah ending yang seolah menjadi antiklimaks😦
cheese 52
Di awal, sebenarnya ini bukan drama yang menarik bagi saya. Pertama, saya tidak familiar dan bahkan sama sekali belum pernah membaca webtoon-nya. Lagipula, premis ceritanya  sepertinya tidak terlalu istimewa dan sudah ada dalam 1001 drama Korea: cerita romance antara seorang cowok ‘perfect’ (kaya, cakep, cool) dan gadis biasa saja. Kedua, jajaran pemainnya juga tidak familiar bagi saya, kecuali , aktris pendatang baru yang sebenarnya kualitas akting dan pilihan proyeknya cukup saya apresiasi (, ). Namun kemudian, saya membaca drama ini cukup ramai dibicarakan di kalangan netizen. Tentu saja, karena webtoonya yang konon memang cukup populer di Korea sono dan konon juga, meski premis ceritanya terdengar klise, kisah ini menjadi unik karena karakter-karakternya yang kuat. Dan kemudian, ketika mulai tayang, lagi-lagi saya membaca ramainya komen positif tentang drama ini, mulai dari ceritanya yang disebut bagus hingga cast-nya yang terasa pas. Saya pun penasaran dan mulai mencatat dalam list tonton saya.

cheese in the trap_web

Versi webtoon-nya yang konon ngehits banget

Sayangnya, pada episode-episode terakhir, komen positif dengan segala puja-puji di awal tentang drama ini tiba-tiba berubah menjadi komen negatif. Cerita drama yang di episode-episode awal yang dianggap solid, disebut-sebut mulai berantakan menjelang episode-episode terakhir. Para fans drama (dan terutama webtoon) merasa kecewa berat karena karakter utama yang di awal begitu menarik tiba-tiba mendapat porsi dan eksplorasi karakter yang semakin sedikit. Alih-alih, sosok orang kedua justru semakin dominan. Bola panas di dunia maya pun kemudian bergulir., aktor yang memerankan tokoh orang kedua, Baek In-ho, disebut-sebut memiliki sponsor (agency-nya Fantagio, salah satu agency besar di Korea sono) sehingga mendapat scene lebih banyak dan mempengaruhi produser untuk merubah arah cerita. Well, tentu saja sejauh ini semua itu hanya rumor belaka  yang belum jelas kebenarannya.

cheese in the trap11

Cerita yang solid yang berubah berantakan😦

Semakin panas ketika kemudian , pemeran Yoo Jung, si tokoh utama kemudian ikut bicara, mengungkapkan kekecewaannya pada semakin tak terarahnya cerita drama ini dan merasa turut frustrasi dengan karakter yang ia mainkan. Bisa dimaklumi, karena konon Park adalah orang pertama yang ditawari untuk memerankan drama ini dan bahkan sempat menolak beberapa kali tapi kemudian menerima karena percaya pada si penulis cerita webtoon. Konon pula,Park, demi menghayati karakternya mempelajari dengan cermat tokoh versi webtoon, supaya tak mengecewakan fans webtoon-nya. Tapi konon lagi, si penulis Webtoon, Soonki, yang notabene adalah si pencipta para karakter dan cerita, entah karena alasan apa, kemudian tak dilibatkan lagi dalam penulisan cerita drama setelah episode 8.
cheese33
Dan menurut saya, disitulah titik kesalahan fatal dari drama ini. Karakter-karakter drama ini, terutama Yoo Jung, adalah karakter yang sangat orisinil dan saya pikir tak ada yang lebih memahaminya daripada si pencipta karakter ini. Apalagi, konon webtoon-nya sendiri belum selesai sehingga memang belum ada kesimpulan atau akhir cerita. Karenanya, menurut saya seharusnya penulis naskah drama ini sudah selayaknya terus mengkonsultasikan naskahnya pada si penulis asli. Yah benar-benar sangat disayangkan karena drama ini sebenarnya sangat potensial untuk menjadi sebuah drama yang sophisticated dengan cerita, gaya penceritaan, akting, pengambilan gambar, dan musik yang keren.
cheese42
Menurut saya pribadi, 9 episode pertama masih terasa solid, tapi sisa episodenya mulai terasa berputar-putar tak jelas. Meski begitu, tetap masih bisa dinikmati kok. Dan hal ini tak lepas dari kualitas akting yang prima dari cast utamanya, tertuama dan . mampu memainkan karakter Yoo Jung yang begitu rumit dengan sangat baik. Di atas kertas, karakter Yoo Jung terasa sangat ‘mutlidimensi dan kontradiktif’ tapi Park mampu menerjemahkannya lewat berbagai ekspresi yang begitu nyata dan hidup. Kemarahan, kesedihan, kesepian, kekanakan, ketulusan… semua diekspresikan dengan baik.


Saya sendiri cukup terkejut ketika mendengar bahwa Park konon sejak awal disebut-sebut sebagai pilihan pertama para penggemar webtoon sebagai aktor yang paling pas untuk memerankan tokoh Yoo Jung karena secara fisik paling mirip. Jujur, selama ini saya tak familiar dengan Park. Satu-satunya aktingnya yang saya ingat hanyalah di drama , itupun hanya sebagai the 2nd man dan karena dua bintang utamanya, dan yang begitu ‘menyilaukan’ sosoknya terasa terlupakan. Belakangan saya juga baru ngeh kalau dia main sebagai the 2nd man di drama Doctor Strangers. Yah, bisa dibilang selama ini dia hampir selalu mendapat peran sebagai 2nd lead. Karenanya, saya penasaran ketika namanya disebut-sebut sebagai  pemeran utama dari sebuah drama yang didasari pada webtoon yang begitu populer. Saya coba browsing-browsing di internet, ternyata Park ini memang sepertinya memiliki fanbase yang cukup kuat di negaranya sono dan setelah melihat akting Park di sini, saya juga bertanya-tanya, kenapa selama ini ia hanya sering mendapat peran sebagai 2nd lead karena menurut saya dia memiliki paket sebagai main lead; tampang cakep, tubuh yang proporsional (tingginya 186 cm) dan juga kemampuan akting yang bagus. Dan sangat disayangkan juga, karena ketika ia mendapat peran utama yang bagus di sini, tapi kemudian berakhir dengan kurang menyenangkan. Yeah hopefully, he get good project next time!
cheese in the trap_poster
Sementara untuk cast yang lain, juga bermain apik. , meski baru pertama kali main drama, dengan apik memerankan karakter Seol yang mandiri, polos dan smart (saya nggak tahu versi webnya). Selain itu juga ada Park Min-ji dan Nam Joo-hyuk yang memerankan karakter Bora-Euntaek yang lovable. Orang kedua, dimainkan oleh sebagai Baek In-ho, yang menurut saya bermain cukup baik meski saya tak bisa menyukai karakternya.Sebenarnya karakter In-ho ini potensial menjadi karakter yang menarik dalam hubungan bromance dengan Yoo Jung, tapi semakin ke belakang karakternya tak terlalu berbeda dengan karakter orang ketiga pada umumnya. Porsi permainan pianonya juga terasa wasting dan annoying (dan bahkan menjadi bahan cemoohan di dunia maya karena scene In-ho bermain piano -lah yang banyak menggantikan scene-scene yang seharusnya lebih penting). Konon karakter Inho di sini cukup berbeda dengan karakternya di webtoon (versi webtoon-nya,konon In-ho cukup menghormati hubungan Jung-Seol) dan konon entah karena alasan apa, tak seperti yang begitu strict dengan karakter versi webtoon-nya, bahkan dibiarkan untuk tak mempelajari karakter webtoonnya (?).

Sosok lain yang cukup annoying bagi saya adalah In-ha, kembaran In-ho yang selalu merong-rong kehidupan Jung. Meski bisa dipahami kenapa sikapnya demikian, tapi menurut saya karakternya di sini terlalu phsyco dan annoying. Selain itu ada karakter-karakter yang menjadi protagonis di sini, dan hal yang menarik di sini karena protagonisnya adalah sosok-sosok yang mungkin ada di sekitar kita, seperti Sang-chul, si Sunbae intimidatif, copycat Min-soo atau si stalker Yon-gun. Sayangnya, karakter-karakter yang potensial membangun cerita yang menarik ini pada akhirnya juga berputar-putar di tempat dan seolah tak ada yang belajar apa-apa.
cheese in trap_poster2
Yah, sungguh sangat disayangkan memang. Drama yang demikian potensial menjadi sesuatu yang menarik dan agak berbeda pada akhirnya berakhir berantakan. Menonton drama ini, membuat saya cukup gregetan dan tak habis pikir dengan apa sebenarnya yang terjadi di belakang layar sehingga membuat penulis, PD, sutradara-nya seolah begitu ‘bodoh’ dengan mengacaukan sesuatu yang solid di awal. Well, tapi di atas semua kelemahannya, drama ini menurut saya tetap bisa dinikmati, kok🙂

Note:
Berdasarkan pada webcomic “Cheese in the Trap” yang ditulis Soon Ggi (dipublikasikan pertamakali pada 7 Juli, 2010 via comic.naver.com/webtoon/). Hingga saat ini, konon versi webtoonnya baru memasuki season ke-4. Konon sedianya, webtoonnya akan berakhir pada season 4 episode 50. Konon lagi, seolah untuk menebus kekecewaan fans pada dramanya, sedang direncanakan untuk membuat filmnya dan ditawari untuk memainkan sosok Yoo Jung lagi. Konon juga, si penulis asli webtoonnya akan dilibatkan dalam penulisan naskah cerita. Hmm, entahlah. Mudah-mudahan saja jika memang jadi dibuat versi filmnya, bisa memuaskan semuanya.

Cast:
– Yoo Jung
– Hong Seol

– Baek In-ho
Lee Sung-Kyung – Baek In-ha
Nam Joo-Hyuk – Kwon Eun-taek
Park Min-ji – Jang Bo-ra
Son Byung-ho – Yoo Young-soo
Ahn Kil-kang – HongJin-tak
Yon Bok-in – Kim Young-hee
– Hong Jun
Moon Ji-yoon – Kim Sang-chul
Oh Hee-joon – Ha Jae-woo
Ji Yoon-ho – Oh Young-gon
Yoon Ji-won – Son Min-soo
Lee Wo-dong – Heo Yoon-seob (asdos Heo)
Kim Ki-bang – Kong Joo-yong
Cha Joo-young- Nam Joo-yeon
Joon Ye-joo – Kang A-young
Hwang Suk-Jung – Professor Kang
Kim Jin-Geun – Professor Han
Kim Hye-Ji – Lee Da-Young

Judul: Cheese in the Trap/ Cheese in the Trap (치즈 인 더 트랩)
Sutradara: Lee Yoon-Jung
Penulis: Soon Ggi (original comic), Kim Nam-Hee
Tayang: tvN, 4 Januari – 1 Maret 2016
Episode: 16
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Baeksang Art Awards 2016:
– Best New Actress ()

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: