Beranda > Film Coming Age, Film Korea > One Way Trip

One Way Trip

Yong-bi ( ), Ji-gong (), Doo-man ( ) dan Sang-woo ( ) adalah empat sahabat yang sama-sama berumur 20 tahun. Yang-bi, ayahnya dipenjara. Sang-woo yang miskin dan hanya tinggal dengan neneknya yang renta, akan segera ikut wajib militer agar lekas bisa mendaftar PNS selepas wamil nanti. Ji-gong yang anak orang berada sedang disibukkan dengan persiapan ujian mengulang ke perguruan tinggi dan Doo-man yang atlet baseball sibuk latihan. Dipimpin oleh Yong-bi, mereka diam-diam ‘melarikan diri’ dari pengawasan orang tua mereka untuk jalan-jalan ke Pohang, demi melepas kepergian Sang-woo yang.
gd3
Setelah menghabiskan waktu bersama yang menyenangkan di pantai, di tengah jalan mereka melihat seorang lelaki yang tengah memukuli seorang perempuan. Tak tahan, mereka pun beramai-ramai melerai dan kemudian terlibat perkelahian dengan si lelaki. Suasana menjadi kacau ketika polisi datang dan diketahui bahwa si lelaki meninggal. Dalam pengejaran polisi, Sang-woo mengalami kecelakaan tabrak lari dan mengalami koma. Yong-bi, Ji-gong dan Doo-man pun kemudian harus menghadapi tuduhan pembunuhan. Di tengah tekanan rasa takut dipenjara jdan kekhawatiran orang tua mereka, akhirnya mereka sepakat untuk membuat pengakuan yang bisa menyelamatkan mereka.


Hmm, heboh film ini tentu tak lepas dari para cast utamanya, terutama , aktor yang mendadak populer minta ampun setelah demam serial korea . Dan agaknya, rilis film ini memang menunggu moment yang tepat karena sebenarnya film ini dibuat pada pertengahan tahun 2015 (sebelum rilis ). Saya sendiri tak terlalu banyak berekpektasi karena dari sinopsis ceritanya, sepertinya tak jauh-jauh dari film tentang coming age yang belakangan cukup marak di perfilman Korea macam atau yang lebih gelap, . Juga tak banyak berharap karena cast-nya adalah aktor-aktor baru, muda, pretty boy (terutama , , dan ), yang  meski konon memliki kemampuan akting yang bagus, tapi track record nya juga belum banyak.
gdpn
Setelah menonton film ini, kesimpulan saya film ini berada di tengah-tengah antara dan . Jika terasa lebih riang dan colourful, film ini bernuansa indie dan cenderung gelap, tapi tak segelap . Bedanya, di sini tak ada karakter yang terlalu kuat yang begitu mencuri perhatian (sosok Gi-tae yang diperankan ),  meski menurut saya masing-masing cast bermain dengan pas sebagai anak-anak muda ingusan dengan segala kenakalan dan kepengecutannya. Ini adalah tentang anak-anak muda usia 20an yang masih gamang mempersiapkan masa depan dan kemudian dihadapkan pada sebuah realitas gelap yang memaksa mereka untuk membuat sebuah pilihan yang bertentangan dengan nurani mereka. Sebuah pilihan yang sangat bisa dipahami di usia dan situasi mereka. Agak depresif sih, tapi mungkin, kita pun akan membuat pilihan yang sama jika dalam situasi mereka. Bukan film yang luar biasa, tapi cukup meninggalkan kesan apalagi nuansa indienya terasa kental.

one way trip-poster

Cast:
– Yong-bi
– Sang-woo
– Ji-gong
– Doo-man
Kim Dong-man – abangnya Yong-bi
Moon Hee-kyung – ibunya Ji-gong
Yoo Ha-bok – ayahnya Doo-man

Lee Joo-Sil – nenek Sang-Woo
Lee Ji-Yeon – Park Eun-Hye
Kim Jong-Soo – Team Leader Oh
Lee Dong-Yong – polisi

Judul: One Way Trip  / Glory Day / Geulroridei (글로리데이)
Sutradara/Penulis: Choi Jeong-Yeol
Produser: Ahn Byung-Rae, Lim Soon-Rae
Sinematografi: Lee Hyung-Bin
Premiere: 3 Oktober 2015 (Busan IFF)
Rilis: 24 Maret 2016
Durasi: 93 menit
Negara/Bahasa: Korea Selatan, Korea

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: