Beranda > Film Horror/Thriller, Film Korea > Alice In Earnestland

Alice In Earnestland

Soo-nam ( ), memiliki banyak keahlian teknis sejak masih sangat muda dan memutuskan untuk bekerja sejak itu. Ia memiliki beberapa sertifikat mengetik cepat, tapi komputer kemudian segera menggantikan kemampuannya. Ia kemudian mendapatkan pekerjaan yang lain dan bertemu lelaki ‘baik’ dan menikah. Dengan penghasilan pas-pasan, suaminya selalu bermimpi untuk membeli rumah, untuk membesarkan anak-anak mereka kelak.

alice66

Soo-nam, yang harus banting tulang untuk bisa hidup bahagia

Namun hidup selalu tak mudah bagi Soo-nam. Suaminya mengalami gangguan pendengaran yang membuatnya harus dioperasi dengan menghabiskan banyak uang. Keadaan menjadi semakin parah ketika sang suami mengalami kecelakaan kerja yang membuatnya jari-jarinya terpotong dan dilanda depresi. Gagal bunuh diri, sang suami mengalami koma.
alice0
Berharap bisa kembali hidup bahagia bersama suaminya, Soo-nam bekerja keras, banting tulang melakukan pekerjaan  apa saja untuk biaya pengobatan. Hingga ia bertemu seorang pengusaha perumahan serakah yang memintanya mengumpulkan tanda tangan masyarakat untuk meloloskan usahanya. Di sisi lain, ada kelompok pemrotes yang diketuai seorang pensiunan tentara dan psikiater yang juga tengah mengumpulkan tanda tangan untuk menentang pembangunan itu. Soo-nam yang tak tahu apa-apa justru kemudian menjadi kambing hitam dari semua kekacauan itu. Demi untuk bertahan hidup, Soo-nam pun kemudian melakukan segala caraa dan balas dendam pada orang-orang yang menghancurkan hidupny.


Sebenarnya saya selalu merasa miris dengan film bergenre thriller, tapi demi embel-embel penghargaan di film ini, saya tetap penasaran untuk menonton. Dan seperti pengalaman saya yang sudah-sudah, menonton film dengan label award biasanya memang adalah film yang berkualitas. Pun dengan film ini. Meski ceritanya agak ‘horor’ karena melibatkan psikopat, tapi bukan sekadar thriller biasa. Ada semacam satir di sini, tentang kehidupan kelas bawah yang tertatih-tatih untuk menggapai kebahagiaan dalam hidup. Dan saya pikir kekuatan utama film ini adalah pada bagusnya pemeran utamanya , dan menurut saya memang sangat layak untuk diapresiasi (saya heran juga kenapa penghargaan aktris terbaik hanya dia peroleh di Blue Dragon Award, dan tidak di beberapa penghargaan lain seperti Daejong, padahal menurut saya aktingnya jauh lebih bagus dibanding beberapa nominee di sana seperti () atau () ).
alice43
(dia juga pernah main bagus sebagai ibu muda di film bagus ) dengan sangat baik memerankan si perempuan psiko, Soo-nam, yang lugu, naif, penuh tekad, sekaligus ‘sakit’ dan berbahaya. Meskipun apa yang ia lakukan bukan sesuatu yang bisa dibenarkan, tapi penonton tetap bisa bersimpati dan jatuh kasihan pada sosok Soo-nam.

Well, good movie!

Cast:
– Soo-nam
Lee Hae-Young -Kyu-jung
Seo Young-Hwa – Kyung-sook (psikiater)
Lee Joon-Hyuk – Hyung-suk
Myung Gye-nam – Do-chul
Lee Dae-yeon- Kepala Seksi
Bae Je-ki – Detektif Jo
Ji Dae-han – Detektif Park

Judul: Alice In Earnestland/ Sungsilhan Naraui Aellisu/ 성실한 나라의 앨리스
Sutradara/Penulis: Ahn Gooc-Jin
Produser: Yoo Young-Sik, Choi Ik-Hwan
Sinematografi: Lee Suk-Joon
Premiere: Mei, 2015 (Jeonju International Film Festival)
Rilis: 13 Agustus 2015
Durasi: 90 menit
Produksi: KAFA Films
Distributor: CGV Arthouse
Negara/Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Blue Dragon Film Awards 2015:
– Best Actress ()
Baeksang Art Awards 2016:
– Nominasi: Best Actress () & Best New Director

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: