Beranda > Film Korea > A Melody To Remember

A Melody To Remember

Saya sebenarnya tidak terlalu suka film bertema perang. Tapi ketika melihat jajaran castnya yang mengetengahkan dua aktor muda berbakat, dan Ko Ah-sung, saya pun menanti-nantikan film ini. Selain itu, dari sinopsis dan judulnya, juga terkesan bahwa film ini bukan hanya sekedar film perang yang berisi dar-der-dor, tapi lebih bertema drama.

mld90

Siwan yang tetap imut but manly🙂

Berlatar tahun 50-an, ketika terjadi perang saudara antara Korea Selatan dan Utara. Letnan Han Sang-yeol () adalah salah seorang pemimpin pasukan dalam peperangan. Perang telah menorehkan luka di benaknya. Adik perempuannya meninggal oleh kekejaman perang, dan selama di medan perang, ia juga telah melihat bagaimana perang dengan tanpa ampun menelan korban.
mld7
Di masa menjelang perang berakhir, karena bakat musiknya, Sang-yeol kemudian ditugaskan untuk mengajari musik pada sekelompok anak-anak korban perang di sebuah panti asuhan. Di sana, ia bertemu Park Joo-mi( ), seorang gadis berpendidikan yang terpanggil untuk menjadi relawan. Bersama-sama, mereka kemudian membentuk sebuah kelompok paduan suara. Meski awalnya agak ditentang, kelompok paduan suara ini kemudian mendapat banyak apresiasi dan sering diundang untuk menghibur para tentara di tengah kecamuk perang.
mld4.jpg
Selain itu, ada juga kakak beradik Dong-goo dan Soon-yi. Ayah mereka dibunuh karena dituduh komunis dan berdua, mereka berusaha untuk bertahan hidup dan kemudian bergabung dengan paduan suara. Dong-goo memiliki bakat menyanyi, sementara Soon-yi trauma menyanyi karena ayahnya dibunuh ketika ia menyanyikan lagu Korea Utara.
mld66

mld39
Hmm, sejak awal, saya cukup berekpektasi dengan film ini. Meski pun mengetengahkan dua aktor yang bisa dibilang baru, tapi filmografi Siwan dan selama ini patut diacungi jempol. Sebut saja , , … Di tambah lagi, di atas kertas, keduanya terlihat sangat pas. Tapi setelah menonton film ini jujur, saya agak kecewa. Tak ada yang salah dengan akting keduanya. Meski bertampang imut, mampu menampilkan akting yang bagus sebagai seorang prajurit dengan segala amarah dan emosinya. juga bermain apik, meski dengan eksplorasi karakter yang minim. Pun demikian dengan aktor cilik Lee Re dan Jung Joon-won. Masalahnya, menurut saya lebih pada ceritanya.

mld48

Hope for more romance😦

Saya sudah sering melihat film dengan mengetengahkan banyak tokoh dalam satu cerita dan beberapa film menurut saya berhasil tanpa mengganggu fokus cerita dan juga tetap bisa seimbang dalam eksplorasi karakter. Tapi tidak dengan film ini. Alih-alih,  film ini seolah kebingungan karena terlalu ingin menonjolkan beberapa tokoh sekaligus yang ujung-ujungnya, menurut saya justru tidak tereksplore dengan baik. Ke belakang, fokus justru lebih pada hubungan kakak adik Dong-goo-Soon-yi, yang meski cukup mengharukan, tapi menurut saya tak terlalu istimewa (dua orang kakak adik yang menjadi yatim piatu di tengah perang) dan pada beberapa bagian kelewat ‘manis.’ Jikapun ingin menceritakan anak-anak korban perang, menurut saya akan lebih bagus jika sekalian dieksplore saja kisah beberapa anak yang tergabung dalam grup paduan suara dan bagaimana musik  kekuatan musik mampu menyembuhkan trauma mereka. Eksplorasi karakter Sang-yeol dan Joo-mi, yang saya kira adalah karakterutamanya, juga terasa sangat nanggung. Dan jujur, melihat chemistry dan , saya mengharapkan sedikit romance di antara keduanya, yang menurut saya, tidak akan mengganggu cerita. Yah, cukup disayangkan. Film yang menurut saya potensial menjadi film yang menyentuh, justru terasa biasa-biasa saja. Tapi, tidak buruk, kok. Tetap layak tonton.

Cast:
– Han Sang-yeol
– Park Joo-mi
Jung Joon-won – Dong-goo
Lee Re – Soon-yi

Lee Hee-joon – Galgori (si tangan satu)
Park Soo-young- Kolonel park

Judul: A Melody To Remember / Thinking of Elder Brother / Obba Saenggak (오빠 생각)
Sutradara: Lee Han
Penulis: Lee Woo-Tak
Produser: Kim Young-Ho, Ha Jung-Wan
Sinematografi: Hong Jae-Sik
Rilis: 21 Januari 2016
Durasi: 124 menit
Distributor: Next Entertainment World
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: