Beranda > Drama Korea, My Favourite > Reply 1988

Reply 1988

Ini mungkin konyol. Tapi butuh pertimbangan beberapa waktu bagi saya untuk menonton drama ini. Sejak seri pertamanya, , yang menurut saya salah satu drama Korea terbaik yang pernah saya tonton, saya pun selalu penasaran dengan seri-seri berikutnya ( dan Reply 1988). Tema keluarga dan persahabatan yang disajikan dengan realistis dan penuh humor, adalah salah satu hal yang saya sukai dari seri ini. Juga plot maju mundur yang membuat penasaran. Dan karena seri pertamanya yang mengesankan itu, saya pun kemudian mengikuti segala berita yang berkaitan dengan seri-seri lanjutan drama ini dengan antusias.

Reply_1988-poster

Berhubung saya tak mungkin menonton live broadcastnya dan selalu berpikir untuk menonton jika sudah selesai dan keluar versi dunlutannya, saya mengobati penasaran dengan membaca sinopsis atau recapan per episodenya di internet. Dari sinopsis atau recap yang saya baca, entah bagaimana saya ‘jatuh cinta’ dengan karakter Jung-hwan, yang dimainkan oleh aktor pendatang baru yang bertampang biasa saja. Karena lagi-lagi tema drama ini adalah ‘tebak suami’ saya benar-benar berharap bahwa Jung-hwan lah yang akan menjadi suami si tokoh utama cewek, Duk-seon (Hyeri). Dan… alangkah kecewanya saya ketika membaca bahwa ending drama ini tak sesuai yang saya harapkan. Dan bukan saya saja yang agaknya kecewa berat, karena di internet saya juga membaca banyak sekali ungakapan kekecewaan netizen terhadap akhir drama ini.Dan ini adalah hal konyol lainnya, bahwa meskipun kita tahu bahwa drama hanyalah drama, cerita tidak nyata atau omong kosong belaka, tapi menontonnya benar-benar melibatkan emosi yang nyata. Saya sungguh-sungguh ikut merasa patah hati ketika tahu bahwa tokoh kesukaan saya gagal mendapatkan cintanya dan perasaaan patah hati itu bercokol beberapa waktu dan membuat saya ‘tak berani’ untuk  menonton drama ini. Di satu sisi saya suka dan penasaran dengan cerita keluarga dan persahabatan, juga ingin melihat akting tokoh-tokohnya, tapi di sisi lain saya juga merasa tak siap untuk melihat secara langsung proses patah hati itu.

reply 88-s

Kasih tak sampai yang bikin saya patah hati 😛

Dan yah, setelah beberapa bulan berlalu dan saya pikir saya sudah agak move on 😛, akhirnya saya pun ‘memberanikan diri’ untuk menontonnya.

reply 88-6

Hyeri, yang berani tampil ‘jelek’ sebagai Sung Duk-seon

Seperti seri-seri sebelumnya, Reply 1988 juga mengetengahkan beberapa karakter utama yang tergabung dalam ikatan persahabatan. Sedikit berbeda dengan seri sebelumnya, beberapa karakter ini hidup bertetangga sejak kecil dan tinggal di kompleks yang sama bernama  Ssangmundong . Seperti Reply series, tokoh cewek adalah sentral cerita yang kemudian menjadi rebutan para cowok. Dia adalah Sung Duk-seon ( ), yang memiliki karakter khas Reply series sebagai cewek hyperactive, kekanakan, tomboy, tak tahu malu, agak bodoh secara akademis., kurang cantik… Lebih suka jejingkrakan meniru artis-artis idola daripada belajar. Duk-seon mengalami takdir sebagai anak tengah: sering kali ‘dilupakan’ (I know how it feels :D)

reply 88-4

Lee Il-hwa dan Sung Dong-il yang seolah menjadi ‘ikon’ orang tua di seri Reply

Ia dan keluarganya, yang terdiri dari Ayah-Ibu, seorang kakak perempuan (Bora), adik laki-laki (No-eul),  menempati lantai bawah sebuah rumah. Seperti juga khas reply series, orang tua Duk-seon diperankan oleh dan (yang tetap memakai nama asli mereka). Dan berbeda dengan seri sebelumnya yang cenderung sebagai keluarga berada, di sini ayah Duk-seon hanyalah pegawai bank biasa yang sering kekurangan uang dan karenanya, hanya mampu menyewa bangunan di lantai bawah yang sederhana. Bora, kakak Duk-seon, adalah si anak tertua yang judesnya minta ampun dan tidak pernah akur kalau bersama Duk-seon. Tapi berbeda dengan Dukseon yang bego dan malas belajar, Bora rajin dan sangat pintar secara akademis. Dia menjadi kebanggan keluarga karena berhasil masuk Universitas Seoul dan mendapat beasiswa. Sementara No-eul, adik Duk-seon, adalah si bungsu dan satu-satunya anak lelaki. Lagi-lagi khas serial reply, No-eul adalah sosok yang terlihat berwajah tua (aktor yang memainkannya kelahiran 1985) tapi berusia muda. Sosok No-eul adalah karakter khas anak bungsu yang cenderung kolokan dan disayangi semua orang.

reply 88-o

The lovable Kim Jung-hwan!

Tokoh berikutnya adalah Kim Jung-hwan () yang dipanggil Jung-pal oleh teman-temannya. Di permukaan, karakter Jung-hwan adalah karakter yang banyak dijumpai pada anak lelaki pada umumnya: tidak pedulian, agak kasar, terkesan bandel, canggung dan tidak ekspresif. Tapi di balik semua itu, sebenarnya dia memiliki sisi kontras yang sangat lembut dan peka. Ia selalu penuh perhatian pada teman dan keluarganya dan peka pada hal-hal kecil. Tidak hanya itu karena dia juga murid yang pintar (dia mendapat peringkat 1 di sekolah).

reply 88_km

Keluaerga Kim. Really love this family!

Jung-hwan dan keluarganya tinggal di bangunan yang sama dengan keluarga Duk-seon, tapi di lantai atas yang lebih bagus karena lebih kaya. Keluarganya adalah OKB (orang kaya baru) yang mendadak kaya raya setelah abangnya Jung-hwan, Jung Bong, menang lotere.  Keluarga Junghwan terdiri dari Ayah, Ibu, dan kakak lelakinya, Jung-bong. Ayah Jung-hwan, (dia yang jadi si muka tua Shamchonpo di ) adalah seorang lelaki periang, penuh humor dan sulit menghilangkan kebiasaan ‘orang miskin.’ Berkebalikan dengan ibunya (diperankan dengan sangat bagus oleh ) yang berusaha keras tampil sebagai orang kaya dan selalu merasa jengah dengan humor-humor suaminya. Meski begitu, ia adalah seorang yang sangat dermawan dan tipikal ibu yang menjadi perempuan satu-satunya dirumah: cerewet tapi juga selalu memastikan bahwa anak dan suaminya terurus dengan baik. Sementara Jung-bong, kakak Jung-hwan, si anak sulung,  adalah looser. Ia sudah berkali-kali gagal ujian masuk universitas dan alih-alih tekun belajar, ia hanya menghabiskan keseharian berkutat dengan hal-hal tak penting seperti main game, mengumpulkan perangko, mengirim kartu pos ke stasiun radio… Meski begitu, Jung-bong adalah seorang anak yang tak pernah membuat masalah dan juga abang yang sangat penyayang.

reply 88-7

Sun-woo, the perfect boy

Sosok yang lain adalah Sung Sun-woo (, sosok yang paling sempurna: cakep, baik, pintar. Ia hanya bersama ibu dan adik perempuannya karena ayahnya sudah meninggal. Bisa dibilang, keluarga Sun-woo adalah yang paling miskin. Dan sebagai laki-laki satu-satunya di rumah, Sun-woo tumbuh menjadi anak yang tak pernah berani mengecewakan ibunya.

reply 88-l

Si konyol Dong-ryong 😀

Ryu Dong-ryong ( ,  sebenarnya  berasal dari keluarga yang paling berada sesungguhnya. Ayahnya kepala sekolah dan ibunya perempuan karir yang bekerja di perusahaan asuransi. Dong-ryong bergabung dengan Duk-seon cs karena tak tahan kesepian di rumah tanpa sang ibu dan juga tak tahan dengan sikap sang ayah yang galak. Dong-ryong adalah si tukang lawak dan memiliki prediket sebagai si bodoh di sekolah (sama dengan Duk-seon). Meski begitu, dia juga memiliki sisi yang kontras karena selalu  menjadi semacam tempat konsultasi ketika teman-temannya menghadapi masalah.

reply 88-9

Si culun Choi Taek

Sosok terakhir adalah Choi Taek ( ), si pemain baduk no 1 Korea. Taek adalah sosok terakhir yang bergabung dengan geng Ssangsumdong ketika ia bersama ayahnya pindah setelah kematian ibunya. Taek adalah anak pendiam, lemah dan seolah ‘adik kecil’ bagi yang lain. Ia hampir tak bisa melakukan hal-hal kecil tapi sangat pintar bermain baduk. Berbeda dengan teman-temannya yang menjalani hidup normal sebagai remaja, Taek selalu disibukkan dengan latihan dan pertandingan baduk. Ia hanya tinggal dengan ayahnya, yang sama canggung dan pendiamnya dengan dirinya meski di satu sisi sebenarnya sangat sayang dan perhatian dengan Taek. Meski cenderung ‘berbeda’ tapi Duk-seon cs selalu memperlakukan Taek sebagai bagian dari mereka dan sehari-hari bahkan menghabiskan waktu di kamarnya sebagai semacam ‘markas bersama’ tempat mereka kumpul-kumpul.

reply 88-bro

The best part is their friendship!

Seperti reply-reply sebelumnya, drama ini akan mengetengahkan cerita persahabatan Duk-seon cs yang selalu disajikan dengan begitu manis dan realistis. Dan yah, tentu saja cinta yang berputar-putar di antara para remaja yang baru puber ini dan kemudian akan menjadi salah satu twist cerita tentang: siapa di antara mereka yang menjadi suami Duk-seon? Kisah cinta pertama di sini adalah Duk-seon terhadap Sun-woo, the perfect boy. Namun cintanya tak terbalas karena ternyata Sun-woo mencintai Bo-ra, kakaknya yang galaknya minta ampun, he (I love this twist :D). Berikutnya, adalah Jung-hwan yang jatuh cinta pada Duk-seon. Tapi dasar Jung-hwan yang berkarakter sedemikian rupa, ia terlalu gengsi dan tak punya keberanian mengungkapkan perasaannya secara langsung. Di sisi lain, Taek yang ‘kekanakan’ juga ternyata diam-diam menyukai Duk-seon. Bisa dipahami karena bagi Taek yang dunianya hanyalah baduk, Duk-seon adalah satu-satunya cewek yang dikenalnya (mirip Chilbongie pada Najung di Reply 1994). Ketika tahu bahwa masing-masing saling menyukai Duk-seon, Jung-hwan dan Taek pun dihadapkan pada dilema persahabatan mereka. Dan cerita itulah yang kemudian akan mewarnai kisah cinta segitiga di drama ini. Cerita yang pada akhirnya membuat saya dan penggemar drama ini dibuat patah hati, hehe.
reply 88-b
Tapi well, setelah menonton drama ini, saya merasa bahwa ternyata patah hati saya tak ‘semenyakitkan’ ketika mambaca komen-komen netizen di internet. Yah, saya tetap merasakan beberapa lubang setelah drama ini berakhir. Pertama, saya merasa tak adil dengan penyelesaian cinta Jung-hwan pada Duk-seon. Bagaimanapun, hampir di sepanjang episode, penonton di ajak untuk menjadi saksi aksi cinta Jung-hwan yang diam-diam tapi begitu tulus, konyol dan menyentuh pada Duk-seon, tapi sosok Duk-seon sendiri tidak pernah tahu tentang hal itu sampai cerita ini berakhir :(. Oke, tentu kita juga menyayangkan sikap Jung-hwan yang terlalu menahan diri, meskipun hal itu juga bisa dipahami karena memang karakternya yang demikian dan usianya digambarkan masih remaja. Akan terasa terlalu fake rasanya ketika tiba-tiba dia begitu lembut dan terbuka.

reply 88

Broken heart 😦

Tapi saya benar-benar berharap bahwa si penulis cerita ini membuat semacam keajaiban kecil, ketika Duk-seon, entah bagaimana caranya, tahu dengan sendirinya perhatian dan perasaan Jung-hwan. Momen kemeja pink, misalnya, yang seolah menjadi titik krusial arah hubungan mereka (titik dimana Duk-seon merasa yakin bahwa Jung-hwan tidak menyukainya). Pada titik ini saya berharap si penulis cerita ini membuat twist kecil untuk meng-clearkan kesalahpahaman itu misalnya dengan: Jung-hwan  menjelaskan pada Duk-seon hal sebenarnya atau: Duk-seon tahu sendiri, misalnya karena Jung-bong atau temannya keceplosan atau dia tak sengaja melihatnya ketika masuk kamar Jung-hwan…. Tapi si penulis sepertinya cukup ‘sadis’ dan membiarkan ketulusan Jung-hwan menguap begitu saja. Sungguh, sebagai penonton, saya benar-benar merasa ini agak tak adil.  Meskipun pada akhirnya diperlihatkan bahwa perasaannya pada Duk-seon sudah selesai, tapi rasanya tetap ada sesuatu yang tak selesai karena Duk-seon bahkan tak pernah tahu bahwa Jung-hwan pernah begitu menyukainya. Pada bagian akhir cerita, juga tak jelas apa yang kemudian terjadi pada Jung-hwan. Sama halnya dengan karakter Dong-ryong yang berakhir begitu saja tanpa ada klimaks apapun. Lalu bagaimana juga kelanjutan persahabatan mereka di masa sekarang, bagaimana persahabatan orang tua mereka.. dan kenapa yang diperlihatkan kehidupan Duk-seon, Taek, Bora, Sun-woo dan No-eul belaka, padahal tokoh utama drama ini adalah penghuni gang Ssangmungdong?
reply 88-h
Terkait karakter Jung-hwan vs Taek, saya tak tahu, apa di sini ada semacam keberpihakan pada aktor tertentu dalam pembuatan sebuah drama? Saya sudah sering melihat drama korea, tentang cinta segita. Dimana sosok pertama dimainkan oleh aktor yang lebih terkenal dan karenanya ‘ditakdirkan’ untuk mendapatkan cintanya. Sementara sosok kedua yang dimainkan oleh aktor kurang populer, bagaimanapun menarik karakternya dan bagus aktingnya, tapi kemudian harus menerima ‘takdir sebagai si patah hati. Sedikit berspekulasi, bisa jadi hal itu juga yang terjadi di sini karena bagaimanapun, drama adalah produk industri. yang jadi Taek, meski termasuk pendatang baru, tapi lebih populer dan sudah cukup sering mendapat peran cukup penting di drama (Neils Cantabile, ) dan bisa dikategorikan sebagai ‘pretty boy’, sementara yang jadi Jung-hwan  benar-benar pendatang baru yang namanya belum dikenal selama ini dan memiliki wajah yang bisa dibilang tidak terlalu tampan. Mungkin hal ini terkait dengan pertimbangan komersialitas bla-bla…
reply 88-xz
Masih terkait komersialitas, saya juga agak terganggu dengan durasi per episodenya yang cenderung panjang-panjang (rata-rata lebih dari 1 jam). Bisa dipahami mungkin karena drama ini, setelah kesuksesan dua serial Reply pendahulunya, sepertinya benar-benar menjadi tayangan andalan TvN (konon ratingnya sampai di atas 10%, jumlah yang konon juga, sangat wah untuk ukuran TV kabel). Saya sendiri merasa cukup kelelahan karena menonton drama ini secara maraton. Bayangkan, hampir 2 jam dikali 20 episode! 😦

Kembali ke soal ‘sakit hati’, secara cerita, seperti saya bilang di atas, saya tak terlalu merasa  ‘sakit hati’ setelah menonton drama ini. Hal ini karena kisah cinta dan tebak suami sebenarnya tak menjadi fokus yang penuh pada cerita. Itu hanyalah bagian yang tak terlalu menyita banyak adegan karena cerita drama ini lebih banyak difokuskan pada persahabatan dan keluarga. Hubungan kakak-adik, hubungan orang tua-anak, hubungan suami-istri, hubungan antar tetangga…

reply 88-e

Penghuni Ssangmungdong yang kocak

Masing-masing keluarga di Ssangsamdung mendapat kedalaman cerita yang hampir sama.  Masing-masing karakter juga memiliki porsi cerita yang hampir sama (hyung, nuna, para ayah, para ibu…). Pada akhirnya, saya merasa bahwa persahabatan mereka sebenarnya lebih worthed daripada cinta segitiga mereka dan daripada berakhir dengan salah satunya, saya sempat berharap bahwa pada akhirnya, hubungan cinta di antara mereka pada akhirnya tak pernah terjadi. Saya membayangkan, akan lebih memuaskan dan adil rasanya jika pada akhirnya baik Jung-hwan maupun Taek tidak mendapatkan Duk-seon. Bahwa cinta mereka pada Duk-seon hanyalah semacam cinta pertama masa remaja dan pada akhirnya mereka move on ketika beranjak dewasa dan bahagia melihat Duk-seon bersama seseorang di luar mereka. Well, tapi ending semacam itu mungkin terlalu realistis dan kurang dramatis, ya.

Tapi hal terbaik dari drama ini, juga seperti serial reply sebelumnya, adalah karakter tokoh-tokohnya dan pemilihan cast yang tepat. Terlepas dari bakat masing-masing aktor, saya pikir peran sutradara dalam serial ini cukup besar sehingga membuat aktor-aktornya menunjukkan akting terbaiknya karena semua aktor yang pernah bermain di serial ini benar-benar langsung bersinar dan ‘dicintai’ penonton, padahal rata-rata mereka adalah aktor/aktris pendatang baru atau kurang dikenal sebelumnya.
reply 88-frn
Ketika cast utamanya diumumkan, jujur saya agak underestimate karena pilihannya adalah , seorang idol dari girl band Girls Day yang tidak memiliki track record berakting. Tapi seperti halnya seri pertamanya, yang sukses membuktikan kemampuan akting yang juga berlatar girlband, Reply 1988 juga agaknya mampu memupus keraguan orang terhadap kemampuan akting . dengan meyakinkan tampil sebagai Sung Duk-seon, remaja 18 tahun yang tomboy, tidak terlalu cantik dan agak bego. Selain itu juga ada nama dan , dua aktor muda yang sudah saya lihat aktingnya di beberapa drama (mereka pernah main bareng di Neil’s Cantabile). Meski peran mereka selama ini masih sebagai pemeran lapis kedua atau ketiga, tapi saya cukup menyukai akting dan juga, ehm, wajah mereka (terutama ), hehe. Tadinya saya sempat berharap bahwa lah yang akan jadi karakter utama cowok, dan saya sama sekali tidak kecewa karena bukan dia. juga dengan baik memainkan sosok Sun-woo, si anak manis, meski menurut saya karakternya kelewat ‘manis’ sehingga cenderung membosankan. Jujur, di antara lima karakter geng Ssangmungdong, kalau disuruh membuat urutan, karakter Sun-woo ada di daftar terakhir saya.
reply 88-
Karakter Taek dimainkan dengan sangat baik oleh . Setelah menonton Neil’s Cantabile dan I Remember You, saya cukup kagum dengan aktor muda satu ini yang menurut saya mampu menyelami karakter-karakternya dengan begitu baik. Setelah menunjukkan akting bagusnya sebagai pemuda psikopat di I Remember You,di sini dia bertransformasi sebagai Taek, si pemuda berwajah polos, kekanakan, pendiam, sedih dan terkesan rapuh.

reply 88-jj

Si pencuri scene, Ryu Jun-yeol

Cast yang lain, Ryu Jun-yeol dan adalah nama yang bisa dibilang benar-benar  baru di telinga saya. Juga Ryu Hye-young (Bora) dan Ahn Jae-hong (Jung-bong).  Karenanya, saya tak berharap banyak. Cukup penasaran ketika kemudian saya membaca begitu banyak puja-puji untuk Ryu Jun-yeol yang memainkan Jung-hwan dan saya pun paham kenapa demikian karena saya pribadi, juga merasa sangat terkesan dengan akting dan karakternya di sini. Ryu dengan sangat baik memerankan sosok Jung-hwan, sosok yang memiliki karakter berlapis. Setiap tatapan mata atau gerak tubuhnya mampu memperlihatkan emosinya dengan baik. Interaksinya baik dengan Duk-seon, kakaknya, teman-temannya, ayah-ibunya, selalu mampu mencuri scene. Dan kenyataan bahwa Ryu bukanlah aktor berwajah pretty boy seperti kebanyakan aktor muda  lainnya, seolah menjadi sesuatu yang fresh dalam dunia drama Korea. Di sini kemampuan akting menjadi lebih menonjol daripada sekadar wajah belaka. Terkait wajah, Ryu memang menurut saya tak bisa dibilang tampan. Ia memiliki wajah seperti orang kebanyakan (mata super sipit, wajah lebar) tapi memang ada sesuatu dalam dirinya yang entah bagaimana, terlihat menarik dan enak dilihat.

reply 88-jd

Enter a caption

Sosok  juga bermain apik sebagai Dong-ryong si lawak. Sebelum menonton drama ini, saya sempat melihat akting Lee di film-film berkualitas ( , ), meski perannya di film-film itu kecil saja, tapi cukup mampu mencuri scene. Ia memiliki karakter wajah yang tak jauh beda dengan Ryu (di dunia nyata konon keduanya bersahabat), tapi juga memiliki kemampuan akting yang sangat bagus.
reply 88-ss
Untuk jajaran para ayah-ibu, juga tak kalah solid.  Mereka adalah aktor-aktor senior yang sudah malang melintang di dunia drama maupun perfilman Korea. Ada nama , .. dan tentu saja, dan yang seolah menjadi ikon serial Reply. Semua bermain dengan baik sebagai para orang tua dengan kasih sayang dan kerisauan pada anak-anak mereka. Meski begitu, di antara semua keluarga, saya paling suka dinamika keluarga Kim yang benar-benar terlihat sebagai sebuah keluarga sungguhan. Keluarga Sung juga terasa solid, meski pada beberapa adegan saya kadang merasa agak annoyed karena terlalu banyak teriakan dan masalah yang berulang. Sementara keluarga Sun-woo (yang kemudian bergabung dengan keluarga Taek), terasa agak terlalu manis.
r81
Yah, meski meninggalkan beberapa lubang, tetap saja serial ini meninggalkan banyak kesan menyenangkan bagi saya setelah menontonnya. Bagaimanapun, drama ini tetap memiliki kesan tersendiri di antara drama-drama Korea yang pernah saya tonton. Saya juga sama sekali tak keberatan untuk menonton kalau tim drama ini kemudian membuat seri-seri Reply berikutnya, meski harapan saya, dengan eksekusi cerita yang lebih rapi dan memuaskan. Semoga saja.

Cast:
– Sung Deok-Sun
– Kim Jung-hwan
– Sung Sung-woo
– Ta-ek
– Dong-ryong

Ryoo Hye-young – Sung Bo-ra
Ahn Jae-hong – Kim Jung-bong
Choi Sung-won – Sung No-eul

– Sung Dong-il
– Lee Il-hwa
Kim Sung-kyun – Kim Sung-kyun
– Ra Mi-ran
Kim Sun-young – Kim Sun Young
Yoo Jae-myung – Yoo Jae-myung (ayah Dong-ryong)
Choi Moo-sung – Ayah Ta-ek
Kim Sul – Jin-joo (adik SUn-woo)
Lee Min-ji – Jang Mi-ok
Lee Se-young – Wang Ja-hyun

Lee Mi-Yeon – Duk-Sun (dewasa)
– suami Deok-Sun
Jeon Mi-Sun – Sung Bo-Ra (dewasa)
Woo Hyeon – Sung No-Eul (dewasa)
– Kim Jae-Joon (cameo episode 8)
– Sung Na-Jung (cameo episode 8)

Judul: Reply 1988/ Answer Me 1988/ Eungdabhara 1988 (응답하라 1988)
Sutradara:
Penulis: Lee Woo-Jung
Tayang: tvN, 6 November – 16 Januari 2015
Episode: 20
Negara/Bahasa: Korea/ Korea Selatan

Awards:
Baeksang Art Awards 2016:
– Best Director
– Best New Actor ( )
– Nominasi: Best Drama, Best Actress (), Best New Actress (, ), Best Screenplay

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: