Beranda > Film Korea > The Throne

The Throne

Kisah tragis Putra Mahkota Sado yang mati di tangan ayahnya sendiri, Raja Yeongjo, sudah sering sekali diadaptasi oleh para sineas Korea ke dalam tontonan visual, baik itu dalam bentuk drama TV maupun film layar lebar. Dan di sinilah, kemampuan membangun plot atau alur cerita, yang menjadi pembeda. Kali ini, salah satu sutradara Korea, Lee Jon-ik yang terkenal menelurkan film-film berkualitas, menuangkan cerita ini dalam film yang berjudul, The Throne/Sado. Meski ceritanya sudah ketebak, tapi hal yang membuat saya cukup mengantisipasi film ini adalah karena pemain utamanya , yang agakya layak disebut sebagai salah satu aktor terbaik Korea saat ini, dan juga aktor muda yang cukup saya favoritin, dan .

tth

Song Kang-ho, yang selalu the best

Salah satu yang unik dalam film ini adalah penceritaannya yang mengambil jangka waktu 7 hari, dari awal penyiksaan Sado hingga hari kematiannya. Di masa-masa ini, cerita flashback diputar, mengisahkan bagaimana hubungan Sado dan ayahnya sejak kecil.

tth32

Hubungan ayah-anak yang emosional dan rumit

Raja Yeongjo (), lahir dari selir kasta rendah dan naik tahta untuk menggantikan kakaknya, Putra Mahkota, yang mati terbunuh dan ditengah desas-desus bahwa dialah yang membunuhnya. Ia merasa tak cukup mampu jadi raja, tapi harus menjadi raja. Dan ia pun harus mempertahankan posisinya yang rentan dengan segala keterbatasan yang dimilikinya.

tth4

Yoo Ah-in yang main bagus jadi Sado

Sado (), sang putra mahkota lahir ketika Yeongjo sudah cukup tua dan menjadi penerus tahta satu-satunya yang lahir dari seorang selir. Sado kecil adalah anak yang cerdas, namun memiliki kecenderungan lebih senang bermain-main daripada belajar. Ia lebih suka melukis dan bersenang-senang daripada menghafalkan buku-buku. Ia lebih mendambakan Yeongjo sebagai ayah daripada seorang raja. Raja yang menggadang Sado sebagai penerus tahta pun dilanda perasaan tidak puas dengan sikap Sado yang cenderung semaunya sendiri. Perasaan tidak puas ini semakin kuat semakin Sado dewasa. Sado yang kemudian merasa tertekan dengan sikap ayahnya, frustrasi dan akhirnya memutuskan untuk membangkang. Puncaknya adalah kematian sang nenek, yang jatuh sakit melihat pertengkaran ayah dan anak. Sado merasa terpukul dan mengalami gangguan mental. Perseteruan ayah anak ini pun semakin meruncing ketika Sado tanpa sengaja membunuh seorang pengawal dan bahkan inign membunuh ayahnya. Sang Ayah yang merasa malu dan kecewa, akhirnya menghukum Sado dengan mengurungnya hingga tewas.

tth65

Akting apik dari pemain senior, Kim Hae-sook

Tragis dan miris? Yah, begitulah. Dan menjadi semakin miris karena ini adalah sebuah cerita sejarah yang memang berdasarkan kisah nyata. Tapi ya bisa dipahami bagaimana kehidupan politik di masa lalu yang memang keras dan cenderung feodal. Film ini, sepertinya dimaksudkan untuk memperlihatkan sisi dimensional dari peristiwa tragis ini dengan memperlihatkan konflik-konflik psikologis tokoh utamanya. Dan saya pikir, tersampaikan dengan cukup baik.

tth0

Akting yang lumayan dari Moon Geun-young

Sudah beberapa kali saya menonton film atau drama Korea tentang konflik-konflik kerajaan dan seringkali saya agak kesulitan mengikutinya karena tidak terlalu memahami sejarah Korea, tapi di film ini cukup mudah saya ikuti karena ceritanya terasa gamblang dan runut.

tth56

Ada So Ji-sub juga lho😛

Meski tetap saja terasa kejam, tapi dengan melihat latar belakang psikologis masing-masing karakter utamanya (Yeongjo dan Sado), kejadian tragis itu rasanya cukup bisa dipahami. Yeongjo dengan konflik psikologisnya seabgai seorang raja yang merasa tidak aman dengan posisinya dan dihinggapi semacam power syndrome yang wajar dimiliki seorang raja di masalalu, dan juga seorang ayah yang menyimpan banyak harapan untuk anaknya yang ternyata tak seperti yang diharapkan. Di sisi lain, Sado, sang anak, adalah Putra Mahkota yang dituntut terlalu banyak dan tak diijinkan memiliki pilihan sendiri… Seorang anak yang frutrasi karena mendambakan kelembutan dan pengakuan dari seorang ayah.

tth5

Dan semua itu diperankan dengan sangat baik oleh kedua aktor utamanya, dan . Untuk ke sekian kalinya, saya harus mengatakan ‘wow’ untuk akting yang seperti selalu effortless memerankan karakter apapun. Mau karakter serius atau komedik, om-om satu ini selalu berakting prima. Sementara ? Sejak menontonnya pertama kali di Sungkyuwan Scandal, saya jatuh cinta dengan aktingnya, tapi selama seberapa waktu saya sedikit bosan dengan pilihan proyeknya setelah Punch. Untunglah, kali ini, agaknya ia kembali berhasil memilih film yang berkualitas dan menunjukkan kemampuan aktingnya sebagai sosok Sado yang frustratif. Ohya, selain itu, juga ada nama , yang memerankan istri Sado yang tidak bisa berbuat banyak, karena memang begitulah mungkin posisi perempuan pada masa itu. Saya pikir, di sini dia juga bermain bagus meski karakternya tidak menjadi fokus di sini. Aktor pendukung lain yang juga bermain bagus adalah aktris veteran yang menjadi ibu suri dan dua aktris pendatang baru, Seo Yo-ji dan Park So-dam. Akting keudanya cukup mencuri scene meski sepertinya memang tak ada tempat untuk eksplorasi karakter mereka. Eh, juga ada ding, meski karakternya menurut saya tidak terlalu penting untuk aktor sekelas dia, tapi juga bermain dengan baik. Sedikit mengusik ‘kesempurnaan’ film, menurut saya justru bagian akhirnya yang agak terkesan berlama-lama. Meski begitu, adalah hal yang bisa dimaafkan dan di atas semua itu, it’s good movie. Recommended.
Cast:
– Raja Yeongjo
– Sado
 –  Hyegyeong Hong
Jeon Hye-Jin – Youngbin Lee (ibunya Sado)
– Ratu Inwon
Park Won-sang – Hong Bong-han
– Putri Hwawan
Seo Ye-ji – Permaisuri Jungsoon
– Moon So-won (selir)
Uhm Ji-sung – Sado kecil
Lee Hyo-je – Raja Jeongjo kecil
– Raja Jeongjo

Judul: The Throne/ Sado (사도)
Sutradara:
Penulis: Jo Chul-Hyun, Oh Seung-Hyun, Lee Song-Won
Produser: Oh Seung-Hyun, Sung Chang-Yun
Sinematografi: Kim Tae-Kyoung
Rilis: 16 September 2015
Durasi: 125 menit
Distributor: Showbox/Mediaplex
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Korean Association of Film Critics Awards 2015:
– Best Film, Best Screenplay, Best Music

Daejong Film Awards 2015:
– Best Supporting Actress ()
– Nominasi: Best Film, Best Director, Best Actor,

Blue Dragon Film Awards – 2015:
– Best Actor (), Best Supporting Actress (Jeon Hye-Jin), Best Cinematography & Lighting, Best Music, Best Technical Award
– Nominasi: Best Film, Best Director, Best Screenplay, Best Art Design, Best Film Editing,

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: