Beranda > Film Korea, Film Romantis > C’est si bon

C’est si bon

C’est si bon adalah sebuah kafe di daerah Mugyo-dong, Seoul, pada tahun ’60-an. Kafe ini membuat pertunjukan musik live dengan menampilkan musisi-musisi muda berbakat pada masa itu. Salah satu bintang panggung yang terkenal adalah Yoon Hyung-joo (, seorang mahasiswa Kedokteran Universitas Yonsei. Karena desakan ayahnya untuk lebih konsen pada pendidikan, Hyung-joo kemudian memutuskan untuk berhenti manggung. Di saat bersamaan, muncul Song Cang-shik (, mahasiswa Universitas Hongik berpenampilan nyentrik dan memiliki karakter suara unik.
csb2

csbz
Merasa termotivasi oleh Cang-shik, Hyung-joo pun urung undur diri. Sang presiden kafe, Kim Choon-sik, yang mengagumi musikalitas keduanya, kemudian berkeinginan untuk membentuk duet. Namun karena karakter keduanya yang sulit disatukan, diputuskan untuk membuat trio saja, dimana orang ketiga berfungsi sebagai pelengkap karakter vokalnya. Lee Jang-hee (, si produser, secara tak sengaja sudah menemukan karakter suara yang pas.

csbo

Dia adalah Oh Gun-tae (, mahasiswa dari daerah yang nyambi sebagai petugas cleaning service. Berbeda dari kedua anggota yang memiliki pengetahuan musik bagus, modal pengetahuan musik Gun-tae hanyalah sebagai penyanyi gereja ketika kecil. Maka, kehadirannya pun sulit diterima oleh Yong-ju dan Cang-shik. Hingga kemudian muncul Min Ja-young (, gadis cantik pemain teater yang bermimpi untuk jadi aktris besar. Kehadiran Ja-young membuat ketiganya ingin menunjukkan kemampuan mereka dan mereka pun kemudian kompak dalam trio yang dinamai C’est Si Bon.
csbh

sb17
Meski masing-masing berusaha mendapatkan perhatian Ja-young, tapi ternyata Gun-tae yang lugu lah yang berhasil merebut hati Ja-young. Kisah cinta keduanya berjalan manis, seiring semakin populernya C’ets si bon yang kemudian siap membuat album debut. Sayang, semua itu hanya berlangsung sementara. Ja-young, demi mewujudkan mimpinya menjadi aktris besar, terpaksa menerima cinta seorang sutradara terkenal (dan meninggalkan Gun-tae. Gun-tae patah hati dan menghilang entah kemana.Si produser pun kemudian secara kilat mengganti trio menjadi duo yang kemudian dinamai Twin Folio. Karena memang anggotanya adalah dua orang yang sama berbakat, Twin Folio segera saja sukses. Sayang, hal ini pun juga tak bertahan lama. Kondisi politik masa itu yang begitu ketat dan kaku, melakukan sweeping dan menangkap mereka yang diduga pernah menghisap ganja, hal yang agaknya umum dilakukan oleh para seniman pada masa itu. Anggota Twin Folio bersama Jang-hee ditangkap. Kafe C’est si bon pun gulung tikar.
csbam

csbpn
Tapi cerita sendiri tidak akan berhenti di sini, karena cerita akan melompat ke masa 20 tahun kemudian dan cerita justru akan lebih fokus pada kisah cinta tak sampai antara Gun-tae ( dan Ja-young (yang dipertemukan kembali ketika keduanya berada di Amerika. Cerita yang justru membuat saya mengernyitkan kening. Film tentang musik yang terasa cukup solid di separoh cerita, tiba-tiba berubah menjadi cerita cinta yang terasa klise. Cerita musik pun kemudian hanya menjadi sampingan yang tak berarti. Karena saya sempat membaca sekilas kalau film ini terinspirasi dari kisah nyata, meski agak mengusik cerita, saya berusaha menikmatinya karena mungkin memang demikian ceritanya

csb1

sb12.

Tapi setelah saya baca-baca lagi ulasan di internet, ternyata kisah cinta Ja-young -Gun-tae itu fiktif dan yang kisah nyata justru adalah Twin Folio. Hal yang membuat saya tak habis pikir, kenapa sang sutradara justru lebih memfokuskan pada cerita fiktif daripada kisah nyata saja? Pun cerita fiktifnya juga terasa klise pula. Kenapa sih sutradaranya tidak fokus saja ke cerita tentang musik?  Sungguh sangat disayangkan karena menurut saya, film ini punya potensi menjadi film musik yang kuat.  Saya pikir jatuh bangun Twin Folio dan latar politik masa itu bisa menjadi fokus yang menarik. Karakter dua personelnya, Hyung-joo dan Chang-sik, cukup bisa dijadikan bahan yang kuat untuk mendukung cerita. Sayang sekali😦
csb97
Meski begitu, sebenarnya ini juga bukan film yang buruk, kok. Apalagi cast-nya adalah jajaran aktor papan atas Korea, mulai dari , , , , , , , … yang menurut saya bermain dengan baik meski ya itu tadi, beberapa tokoh tidak ada ruang untuk eksplorasi karakter mereka dengan lebih mendalam. Selain itu, sebagaimana umumnya film tentang musik, film ini juga terasa cukup musikal, bertaburan lagu keren tahun 60-an yang bernuansa folk akustik. Dan menariknya lagi, lagu-lagunya dinyanyikan sendiri oleh para aktornya.

sb6

Biasanya, saya agak terganggu dengan aktor yang memerankan sosok musisi dan harus menyanyi karena seringkali suara mereka pas-pasan. Tapi tidak di sini, karena para aktor yang menyanyi di sini memang memiliki suara keren. Ya bisa dipahami, karena aktor-aktor yang main di film ini kebanyakan adalah aktor yang berlatar belakang sebagai aktor teater/ musikal yang memang dituntut untuk sungguhan bisa menyanyi. Mulai dari , , … Sedikit agak dipaksakan mungkin adalah dan yang juga ikut sumbang suara dan suara keduanya terdengar begitu alakadarnya, tapi masih tertutupi oleh suara yang lain kok.

Cast:
– Oh Gun-tae
– Oh Gun-tae (tua)
– Min Ja-young (muda)
– Min Ja-young (tua)

– Lee Jang-hee
Jang Hyun-Sung – Lee Jang-hee (tua)
– Yoon Hyeong-joo
– Song Chang-sik
Kwon Hae-Hyo – Kim Choon-sik
– Jo Young-nam
– sutradara
Ahn Jae-hong – Byung-chul

Judul: C’est si bon/ Sseshibong (쎄시봉)
Sutradara/Penulis: Kim Hyun-Seok
Produser: Lee Woo-Jung, Kang Myung-Chan
Sinematografi: Lee Mo-Gae
Rilis: 5 Februari 2015
Durasi: 122 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Baeksang Award 2015;
– Nominasi Best New Actor ()
Chunsa Film Award 2015:
– Nominasi Best Screenplay
Bucheon International Fantastic Film Festival 2015:
– Fantasia Award ()
Buil Film Awards 2015:
– Nominasi Best Music (Lee Byung-hoon) & Nominasi Best Supporting Actor ()
Grand Bell Awards 2015:
– Nominasi Best Music
(Sumber: wikipedia.org)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: