Beranda > Film Coming Age, Film Jepang > Noriko’s Dinner Table

Noriko’s Dinner Table

Noriko, 17 tahun. Ia merasa tak puas dengan kehidupannya. Selepas SMA, ia ingin sekali kuliah ke Tokyo, tempat yang ia bayangkan sebagai kota besar yang menjanjikan impian dan kebahagiaan. Tapi ayahnya yang bekerja sebagai reporter koran lokal dan terlihat begitu mencintai kota kecilnya, tak setuju jika Noriko pergi ke Tokyo. Baginya, Tokyo adalah tempat maksiat karena orang-orang di sekitar mereka yang pergi ke Tokyo, pulang dengan membawa anak.
nrk0
Tapi Noriko yang keras kepala, akhirnya nekad kabur ke Tokyo. Di tengah kebingungan, ia kemudian menghubungi teman virtualnya di situs Haikyo.com., Station #54 yang kemudian ia ketahui bernama Komako. Komako kemudian mengajak Noriko bergabung dengan timnya: Tim Keluarga Sewaan! Pekerjaannya adalah berakting memerankan anggota keluarga tertentu bagi mereka yang menginginkan. Meski awalnya bingung, Noriko segera saja tenggelam dalam pekerjaannya dan mendapatkan ‘keluarga impiannya.’

Di sisi lain, Yuka, adiknya yang berhasil menelusuri jejaknya, kemudian ikut minggat dan menyusul Noriko. Ayahnya, yang mengetahui hal ini kemudian melakukan segala cara untuk mencari kedua putrinya.

Hmm, sekilas cerita filmnya terasa ‘realistis’, tentang coming age story dari seorang remaja kota kecil dengan bayangan dan impiannya. Tadinya saya berharap ini adalah film tentang coming age story yang biasa, namun ternyata setelah diikuti, tidak seperti itu. Alur cerita film ini sendiri tak bisa dibilang cair. Tumpang tindih dengan narator off screen yang berganti-ganti, gambar yang tidak jernih dan nyaris selalu bergerak.
nrk3
Lalu cerita tentang ‘keluarga sewaan’ yang terasa sangat satir. Dan saya pun tahu jenis film apa ini: orang-orang yang ‘sakit’. Orang-orang urban yang ‘sakit’ dan mengalami keterasingan dari keluarga dan satu sama lain,. Sesuatu yang sangat khas Jepang. Hal yang membuat saya sering bertanya-tanya, apa memang sesakit itu orang-orang di sana? Tentu saja, sebenarnya tema besarnya adalah masalah yang nyaris universal (kesepian, keterasingan, pertanyaan tentang konsep kebahagiaan dan disfungsi keluarga), tapi Jepang seringkali membahasnya dengan cara yang begitu gelap dan muram, dengan cara yang nyaris sama ‘sakit’nya. Hal yang jujur, membuat saya seringkali kurang bisa menikmati film-film Jepang (tidak semua tentu saja!).
noriko
Whatever, ini hanya masalah suka dan tidak suka. Soal bagus atau tidak, saya kira, film ini merupakan salah satu film yang akan meninggalkan banyak perenungan setelah menontonnya.

Note: film ini merupakan prekuel dari film “Suicide Club” yang  belum saya tonton (dan belum berminat untuk saya tonton, karena konon lebih “sakit” dari film ini)

Quote:
“Who are you? You said you were connected to yourself, but are u really?…The world is full of lie that people cant’ play their roles convoncingly. They fall as husbands, wives, fathers, mothers, children, etc. So the only way to figure out what we can be is to lie openly and pursue emptiness. Feel the desert, Experience loneliness. Feel it. Survive the desert. That is your role.”
Cast:
Kazue Fukiishi – Noriko Shimabara/Mitsuko
Ken Mitsuishi – Tetsuzo Shimabara
Yuriko Yoshitaka – Yuka Shimabara/Yôko
Tsugumi – Kumiko/Ueno54
Sanae Miyata – Taeko Shimabara
Shirô Namiki – Ikeda
Yôko Mitsuya – Tangerine
Tamae Andô – Broken Dam
Chihiro Abe – Long Neck
Hanako Onuki – Midnight
Naoko Watanabe – Cripple
Hiroshi Sakuma

Judul: Noriko’s Dinner Table (Noriko no Shokutaku/ 紀子の食卓 )
Sutradara/ Penulis: Sion Sono
Produser: Takeshi Suzuki
Musik: Tomoki Hasegawa
Sinematografi: Souhei Tanigawa
Editing: Junichi Ito
Produksi: Mother Ark Co. Ltd.
Distributor: Eleven Arts (Worldwide), Tidepoint Pictures
Rilis: 4 Juli 2005 (Karlovy Vary International Film Festival)
Durasi: 159 menit
Negara/ Bahasa: Jepang

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: