Beranda > Film Barat > Ammores Perros

Ammores Perros

Octavio ( )jatuh cinta pada Susana, istri abangnya, Ramiro, yang tinggal serumah. Ia melihat bagaimana Susana selalu diperlakukan dengan kasar oleh sang abang.Octavio pun kemudian mengajak Susana untuk lari saja. Namun Susana selalu menolaknya. Octavio pun kemudian mengumpulkan banyak uang dari kegiatan ‘adu anjing’ bersama anjing kesayangannya yang selalu menang. Namun ketika segala sesuatunya sudah siap, hal yang tak terduga terjadi.
amr2
Daniel seorang suami dan ayah dua orang bocah perempuan yang cantik. Ia jatuh cinta pada Valeria, seorang model dan kemudian memutuskan meninggalkan keluarganya untuk hidup bersama Valeria. Nasib naas menimpa Valeria yang tiba-tiba mengalami kecelakaan yang membuatnya invalid. Meski Daniel tetap berada di sisinya, tapi hubungan mereka menjadi neraka.
amr5
Chivio, seorang lelaki kumal serupa gelandangan yang berkeliling kota dengan gerobak dan beberapa ekor anjingnya. Kenyataanya, ia adalah seorang pembunuh bayaran. Di masalalu, ternyata ia pernah bergabung dengan pejuang geurilla, meninggalkan anak istrinya. Sekarang, di hari tuanya, ia sadar bahwa ia amat mencintai anaknya dan ingin sekali bertemu dengannya. Namun itu nyaris tak mungkin karena ia sudah dianggap mati.
bn
Seperti judulnya, Ammores Perros yang berarti Love is Bitch,film ini memang tak ingin menunjukkan cinta yang semanis gulali. Alih-alih, cinta adalah sesuatu yang menyakitkan. Entah dimaksudkan sebagai metafora dengan anjing-anjing yang terus berkeliaran di sepanjang film, mungkin hanya anjinglah yang memiliki kesetiaan cinta yang tulus dan tanpa pamrih pada majikannya.

Cast:
  – Octavio
Vanessa Bauche – Susana
Alvaro Guerrero – Daniel
Goya Toledo – Valeria
Emilio Echevarría – El Chivo
Lourdes Echevarría – Maru

Sutradara: Alejandro González Iñárritu
Produser: Alejandro González Iñárritu
Penulis: Guillermo Arriaga
Musik:
Sinematografi: Rodrigo Prieto
Editing: Alejandro González Iñárritu, Luis Carballar, Fernando Pérez Unda
Produksi: Zeta Entertainment, Alta Vista Films
Distributor: Nu Vision
Rilis: 14 May 2000 (Cannes)
Durasi: 153 menit
Negara/ Bahasa: Meksiko/ Spanyol

Awards:
Cannes Film Festival 2000:
– Critics Week Grand Prize     (Alejandro González Iñárritu)
– Young Critics Award – Best Feature (Alejandro González Iñárritu)

Academy Awards, USA 2001:
– Nominasi: Best Foreign Language Film (Meksiko)

Golden Globes, USA 2001:
– Nominasi: Best Foreign Language Film (Meksiko)

BAFTA Awards 2002:
– Best Film not in the English Language (Alejandro González Iñárritu )

Ariel Awards, Mexico 2001:
– Golden Ariel – Altavista Films
– Silver Ariel – Best First Work (Mejor Ópera Prima) (Alejandro González Iñárritu)
– Best Editing (Mejor Edición), Best Sound (Mejor Sonido), Best Special Effects (Mejor Efectos Especiales), Best Make-Up (Mejor Maquillaje), Best Set Design (Mejor Ambientación), Best Cinematography (Mejor Fotografía), Best Actor in a Minor Role (Mejor Actor de Cuadro)( Gustavo Sánchez Parra), Best Actor (Mejor Actor) ( ), Best Direction (Mejor Dirección),
– Nominasi: Silver Ariel: Best Original Score (Mejor Música Compuesta para Cine), Best Costume Design (Mejor Vestuario),
Best Art Direction (Mejor Diseño de Arte), Best Screenplay Written Directly for the Screen (Mejor Guión Cinematográfico Original)

Tokyo International Film Festival 2000:
– Best Director Award, Tokyo Grand Prix (Alejandro González Iñárritu)

dll, lihat imdb.com

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: