Beranda > Film Korea > The Day He Arrives

The Day He Arrives

Seong-jun (), seorang sutradara film yang kemudian memilih menjadi guru di daerah pinggiran. Pada suatu hari yang bersalju, ia pergi ke Seoul untuk mengunjungi temannya, Young-ho. Ketika sang teman tak menjawab teleponnya, Seong-jun pun kemudian berjalan-jalan di  salah satu sudut Seoul (Bukchon). Ia bertemu seorang aktris yang mengenalnya dan terlibat obrolan kecil.
daqv
Ketika ia singgah di sebuah bar, Seong-jun bertemu dengan 3 orang mahasiswa yang kemudian mengajaknya minum bersama. Dan tercipta obrolan dalam suasana agak canggung. Mahasiswa-mahasiswa itu mengajukan pertanyaan-pertanyaan “wajar yang mengganggu”: kenapa ia berhenti membuat film, berapa film yang sudah ia buat, bagaimana rasanya memutuskan berhenti membuat film… pertemuan itu diakhiri dengan adegan yang tiba-tiba membuat emosi karena Seong-jun merasa para mahasiswa itu bertingkah-tingkah meniru dirinya..

The awkward moment khas Hong Sang-soo

The awkward moment khas Hong Sang-soo

Dalam keadaan setengah mabuk, ia pergi menemui seorang perempuan yang dalam narasinya ia sebut  membuatnya selalu merasa berat hati dan ia tak yakin apa si perempuan masih tinggal di tempat itu setelah dua tahun tak bertemu. Tapi ternyata si perempuan masih di situ dan mereka terlibat obrolan yang emosional, disusul kemudian janji untuk tak pernah saling menghubungi.

Seong-jun kemudian bertemu dengan temannya, Young-ho yang  mengajaknya ke sebuah bar bernama “Novel” dimana ia mengajak teman perempuannya, Boram, seorang dosen film yang cantik. Dari bahasa tubuhnya, Seong-jun tahu kalau Young-ho menyukai Bo-ram, tapi dia selalu menampik, mengatakan kalau mereka hanya teman. Di tengah obrolan, muncul penjaga bar, seorang perempuan cantik yang membuat Seong-jun terperangah karena wajahnya mirip sekali dengan ‘perempuan itu’.
da5
Adegan ini kemudian akan berulang. Momen yang lain Seong-jun akan datang bersama Boram, Young-ho dan seorang aktor yang pernah main di filmnya, kembali terprangah pada si perempuan penjaga bar…

Momen yang berulang: dalam satu waktukah? Mungkin film ini hendak mengetengahkan berbagai kemungkinan. Meski begitu, pada akhirnya kita mendapati akhir yang sama saja. Seong-jun tetap terjebak dalam masalalunya dan seorang lelaki yang menyedihkan.
dax
Film yang sangat khas , dengan cerita yang agak absurd, kejadian-kejadian kecil yang tak terlalu berarti, obrolan yang canggung dan juga tokoh sutradara film yang seperti dalam film-filmnya yang lain, digambarkan sebagai ‘orang yang gagal’ (saya nggak tahu apakah itu curhat/ alter ego Hong sendiri). Dan khasnya juga yang bermain dengan warna-warna, di sini ia membuatnya dalam hitam putih yang terasa makin membuat musim dingin terasa dingin.

Cast:
 – Seong-jun
Kim Sang-joong – Young-ho
Song Seon-mi – Bo-ram
Kim Bo-kyung – Kyung-jin (ex-nya Seong-jun/ Ye-jeon (pemilik bar)
Kim Eui-seong – Joong-won (aktor)
Park Soo-min – Aktris
Go Hyun-jung – fans
Gi Ju-bong – produser
Baek Jong-hak – sutradara
Baik Hyun-jhin – komposer
Ahn Jae-hong – mahasiswa 1
Bae Yoo-ram – mahasiswa 2
Jeong Ji-hyeong – mahasiswa 3

Judul: The Day He Arrives/ Bukchon Banghyang
Sutradara:
Produser: Kim Kyoung-hee
Penulis:
Musik: Jeong Yong-jin
Sinematografi: Kim Hyung-koo
Editing: Hahm Sung-won
Produksi: Jeonwonsa Films
Distributor: Jeonwonsa Films, JoseE Films
Rilis: 19 Mei 2011 (Cannes)
Durasi: 79 menit
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: