Beranda > Film Inspiratif, Film Jepang, My Favourite > The Ballad of Narayama

The Ballad of Narayama

Di sebuah desa di kaki Gunung Nara. Kehidupan begitu kerasnya di lingkungan dengan suhu yang ekstrim. Orin seorang perempuan menjelang 70 tahun. Adalah kebiasaan di desa tersebut, jika seorang telah menua, harus pergi ke puncak gunung untuk menyambut kematiannya demi untuk tak menjadi beban keluarga. Namun Orin masih sehat wal afiat, giginya bahkan masih utuh, hal yang kemudian sering menjadi bahan cemoohan orang-orang karena di luar kenormalan. Orin pun dihinggapi rasa bersalah.

nrymw
Orin sebenarnya seorang perempuan tangguh. Ia ditinggal pergi suaminya ketika masih muda dan harus membesarkan anak-anaknya sendiri. Tatsuhei, yang paling tua, adalah seorang lelaki pekerja keras berhati lembut. Ia tak menginginkan ibunya pergi ke gunung dan sama sekali merasa tak terbebani. Tapi ketika istrinya mulai hamil, ia pun tak punya pilihan karena bertambahnya penghuni rumah berarti tak akan cukupnya makanan.
nrtd
Mungkin cerita film ini terkesan ‘harsh’ tapi juga memaparkan sebuah realita dengan begitu realistis. Tentang bagaimana manusia, pada suatu masa dulu, ketika teknologi masih begitu sederhana, harus melakukan berbagai adaptasi untuk bertahan hidup. Bagaimana sebuah budaya diciptakan sebagai adaptasi manusia terhadap lingkungannya. Dalam film ini, adalah budaya Jepang. Dari sini, mungkin kita juga bisa mendapat sedikit pemahaman bagaimana kultur kerja keras  pada orang Jepang, yang sepertinya memang terbentuk karena tempaan alam yang keras sejak nenek moyang mereka.
nrtg
Untuk filmnya sendiri, Shohei Imamura, sang sutradara seolah berpuisi dengan scene demi scene. Meski ‘keras’ dan ‘menyedihkan’, selalu ada sisi lembut yang begitu humanis dan naturalis. Pantas kalau ia kemudian diganjar Palm d’Or di ajang penghargaan Cannes FF.
The Ballad of Narayama2
Note:
Merupakan adaptasi dari buku berjudul “Narayama bushikō” yang ditulis Shichirō Fukazawa dan konon sedikit terinspirasi sama film Keisuke Kinoshita tahun 1958 (wikipedia.org)

Cast:
Ken Ogata – Tatsuhei
Sumiko Sakamoto – Orin (ibu Tatsuhei)
Aki Takejo – Tamayan (istri Tatsuhei)
Tonpei Hidari – adik Tatsuhei
Seiji Kurasaki – Kesakichi
Kaoru Shimamori – Tomekichi
Ryutaro Tatsumi – Matayan (tetangga)
Junko Takada – Matsu
Nijiko Kiyokawa – Okane
Mitsuko Baisho – Oei
Shoichi Ozawa – Katsuzo
Sansho Shinsui – Tadayan
Norihei Miki – Old salt dealer
Akio Yokoyama – Amaya
Sachie Shimura – Istri Amaya
Masami Okamoto – anak Amaya
Fujio Tsuneda – Jisaku
Taiji Tonoyama – Teruyan
Casey Takamine – Arayashiki
Fujio Tokita – Jinsaku

Judul:  The Ballad of Narayama (Narayama bushiko/ 楢山節考)
Sutradara: Shohei Imamura
Penulis: Shohei Imamura, Shichiro Fukazawa (novel)
Produser: Goro Kusakabe, Jiro Tomoda
Sinematografi: Masao Tochizawa
Rilis: 29 April 1983
Durasi: 130 menit
Studio: Toei
Distributor: Toei
Bahasa/ Negara: Jepang

Awards:
Awards of the Japanese Academy 1984:
– Best Film, Best Actor (Ken Ogata For Yôkirô and Gyoei no mure), Best Sound (Kenichi Benitani For Izakaya Chôji)
– Nominasi: Best Actress (Sumiko Sakamoto), Best Supporting Actress (Mitsuko Baishô), Best Director (Shôhei Imamura), Best Screenplay, Best Cinematography, Best Lighting, Best Art Direction, Best Music Score (For Okinawa no shonen)

Blue Ribbon Awards 1984:
– Best Actor (Ken Ogata)

Cannes Film Festival 1983:
– Palme d’Or (Shôhei Imamura)

Hawaii International Film Festival 1983
– Excellence in Cinematography Award     (Masao Tochizawa)

Hochi Film Awards 1983
– Best Supporting Actress (Mitsuko Baishô)

Mainichi Film Concours 1984
– Best Actor (Ken Ogata)
– Best Sound Recording

(sumber imdb.com)ad

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: