Adore

Lil ( ) dan Roz () bersahabat sejak kecil. Persahabatan itu tetap terpelihara dengan baik hingga mereka dewasa dan masing-masing berumah tangga. Suami Lil meninggal ketika anaknya masih kecil. Persahabatan kedua perempuan ini pun kemudian menular pada anak-anak mereka yang kebetulan sama-sama cowok, Ian ( )–anak Lil dan Tom ( ), anaknya Roz.

Lil dan Roz, dua hot mom yang bersahabat sejak kecil

Lil dan Roz, dua hot mom yang bersahabat sejak kecil

Sekarang, Tom dan Ian sudah tumbuh jadi dua remaja gagah dan ganteng yang kemana-mana selalu terlihat bersama. Sementara Lil yang masih menjanda, tampak tak tak tertarik untuk kembali berumah tangga dan terlihat bahagia bersama Roz. Keakraban mereka seringkali disalahpahami bahwa mereka lesbian.

Ian dan Tom, dua anak mereka yang juga bersahabat

Ian dan Tom, dua anak mereka yang juga bersahabat

Hihi…jika tidak membaca sinopsisnya terlebih dahulu, mungkin akan berpikir bahwa ini akan menjadi cerita tentang homoseksualitas. Tapi, tunggu dulu…karena ternyata sama sekali bukan seperti itu.

Kind of ideal relationship, huh?

Kind of ideal relationship, huh?

Cerita akan menjadi rumit karena ternyata Ian jatuh cinta pada Roz. Tentu saja ini mengejutkan karena selain masih berstatus istri orang, Roz juga sudah emak-emak, sahabat baik ibunya pula. Sementara itu, Roz yang sepertinya mulai jenuh dengan pernikahannya, kemudian juga menerima perhatian Ian. Di sisi lain, Tom yang mengetahui hubungan ibunya dan Ian, kemudian ‘balas dendam’ dengan mendekati Lil dan Lil juga tak ‘keberatan’. Rumit kan?

adrt
Di awal-awal, saya sempat berpikir: haduh, cerita apaan sih ini? Kedengarannya kok agak ‘menjijikkan’. Masa ada yang jatuh cinta dengan orang yang dianggap seperti ibu atau anaknya sendiri? Tapi setelah diikuti, ternyata nggak seperti itu, kok. Ceritanya dibuat sedemikian rupa sehingga kita pun dibawa paham kenapa mereka bisa seperti itu. Pemilihan cast-nya agak juga sangat mendukung ( dan  sebagai Lil dan Roz yang meski sudah tua tapi tetap cantik dan menarik).
adores
Bisa dipahami kenapa para anak muda ini bisa jatuh cinta sama para emak. Mereka tinggal di tempat yang nyaris terisolir dari sekeliling, menghabiskan setiap waktu di antara mereka saja dan selain itu, para emak, walaupun sudah tua tapi gayanya masih keren dan body-nya juga masih aduhai. Sementara untuk para emak sendiri,  juga bisa dipahami. Mereka adalah perempuan yang beranjak tua, dengan ketakutan-ketakutan khas perempuan– takut menjadi tak menarik lagi dan ketika ternyata ada anak-anak muda yang menyukai mereka. Siapa sih perempuan yang tak akan merasa tersanjung dan merasa menjadi ‘muda’ kembali?

Beautiful deep blue sea!

Beautiful deep blue sea!

Alih-alih ‘menjijikkan’ terlepas dari setuju nggak setuju, menurut saya ini adalah film yang sangat romantis dan manis. Ditambah lagi latarnya yang berupa pinggiran pantai hijau nan indah permai, membuat film ini terasa smenyegarkan dan juga indah secara visual.

Note:
Film ini mengambil kolasi di negara bagian New South Wales, Australia. Yakni di Seal Rocks, Shelly Beach, Sydney, Balmain, Sydney.

Damn, pantainya indah bangeeet

Damn, pantainya indah bangeeet

Dan juga rumah ini, Kereen!

Dan juga rumah ini, Kereen!

– Cerita film ini didasarkan pada novel-nya Doris Lessing, novelis perempuan  kelahiran Kermanshah, Persia (Iran), 22 Oktober 1919. Buku-bukunya adalah The Grandmothers (yang diadopsi film ini) Memoirs of a Survivor (1981) &  Killing Heat (1981). Dia meninggal di London pada 17 November 2013.

(sumber: imdb.com)

Cast:
– Lil
– Roz
Ben Mendelsohn – Harold
– Ian
– Tom
Jessica Tovey – Mary
Sophie Lowe – Hannah
Gary Sweet – Saul

Judul: Adore/ Adoration/ Two Mothers/ Perfect Mothers
Sutradara:
Produser: Philippe Carcassonne, Michel Feller, Barbara Gibbs
Screenplay: Christopher Hampton (Berdasar novel penulis Inggris, Doris LessingThe Grandmothers“)
Musik: Christopher Gordon, Antony Partos
Sinematografi: Christophe Beaucarne
Editing: Luc Barnier, Ceinwen Berry
Produksi: Hopscotch Films, Remstar
Distributor: Gaumont
Rilis: 18 Januari 2013 (Sundance)
Durasi: 106 menit
Negara: Australia – Perancis
Bahasa: Inggris

Awards:
Australian Film Institute 2014:
– Nominasi: Best Adapted Screenplay, Best Production Design, Best Costume Design, Best Lead Actress ( )
Film Critics Circle of Australia Awards 2014:
– Best Actress ( )

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: