The Yellow Sea

 

Gu-nam () adalah seorang  Joseonjok, orang Korea yang tinggal dan menjadi warga negara China. Ia hidup miskin dan sehari-hari ia bekerja sebagai seorang sopir taksi. Ia merasa kalut ditinggal istrinya yang bekerja di Korea Selatan dan tak ada kabar. Rindu dan prasangka bercampur karena sang istri tak berkabar. Hendak menyusul, ia tak punya uang. Hingga ia mendapat tawaran dari ketua gangster setempat, Myun Jung-bak (). Ia akan memberi Gu-nam sejumlah uang dan menjemput istrinya jika ia mau melakukan sebuah pekerjaan: membunuh orang yang bernama Kim Seung-hyun!
yl4
Gu-nam pun kemudian menyanggupi tawaran itu. Ia pergi ke Seoul dan diberi waktu 10 hari. Di antara hari-hari mengintai calon mangsa, ia mencari istrinya dan ternyata cukup sulit. Di sisi lain, ternyata ada juga yang menginginkan kematian Kim Seung-hyun dan Gu-nam pun akhirnya terjebak di tengah pertikaian dua mafia besar. Harapan untuk kembali ke China pun menjadi rumit.
ylk
Sebuah film yang cukup “keras” dengan adegan kekerasan yang cukup intens ala film gangster-gangsteran. Tak ada yang baru kecuali ceritanya tentang orang-orang Korea yang hidup miskin di China dan sepertinya mendapat diskriminasi ketika kembali ke Korea. Cukup bagus bagi yang suka film gangster-gangsteran.
yl9
Note:
Film ini mengambil tokoh orang Korea di China. Konon, populasi orang Korea (termasuk keturunannya) memang cukup banyak dan jumlah terbanyak populasi orang Korea yang tinggal di luar negaranya. Mereka dikenal sebagai Chaoxianzu dalam Bahasa China atau Joseonjok bagi orang Korea. Jumlah mereka sekitar 1,8 juta pada tahun 2010 dan jumlah terbesar menempati Perfektur Yanbian di timur laut China. Mereka bermigrasi ke China pada tahun 1860-1945, akibat dari bencana dan kelaparan yang melanda Korea masa itu. Di susul kemudian dikuasainya Korea oleh Jepang pada masa penjajahan Jepang. Ketika perang berakhir, ada yang kembali tapi banyak juga yang tinggal dan mereka mendapat kewarganegaraan China. Meski begitu, mereka masih mempertahankan bahasa Korea sebagai bahasa ibu mereka dengan berbagai budayanya. Meski begitu, konon mereka merasa nyaman dengan identitas kewarganegaraan China mereka dan kemudian menimbulkan konflik bagi orang Korea asli yang mengharapkan nasionalisme Kekorea-an mereka. Dengan munculnya Korea Selatan sebagai salah satu negara maju saat ini, sepertinya membuat banyak orang Korea di luar Korea tergiur untuk mencari pekerjaan yang menjanjikan ke Korea Selatan, seperti yang digambarkan di film ini. (sumber: wikipedia.org)

Cast:
 – Gu-nam
 -Myun Jung-hak
Jo Sung-ha – Tae-won
Lee Chul-min – Choi Sung-nam
Kwak Do-won – Prof. Kim Seung-hyun
Lim Ye-won – istrinya Kim
Tak Sung-eun – istrinya Gu-nam
Jung Man-sik – Detektif

Judul: The Yellow Sea/  Hwang hae (황해)
Sutradara:
Screenplay:
Musik: Youngkyu Jang, Byung-hoon Lee
Cinematografi: Lee Sung-jae
Produksi: Fox International Productions, Popcorn Films
Distributor: Bounty Films/Eureka UK, Bounty Films
Rilis: 22 Desember 2010
Durasi: 140 menit
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Asian Film Awards 2011:
– “Best Actor” ()
PaekSang Arts Awards 2011:
– “Best Actor” ()
Puchon International Fantastic Film Festival 2011:
– “Best Director”
Sitges Film Festival 2011:
– “Best Director”
Daejong Film Awards 2011:
– “Best Supporting Actor” (Jo Sung-Ha)
– “Best Costume Design”
Critics Choice Awards 2011:
– “Best Actor” ()
Blue Dragon Film Awards 2011:
– Best Lighting

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: