Thirst

Sang-hyun () adalah seorang pendeta. Suatu hari ia memutuskan untuk menjadi relawan uji coba virus penyakit yang mematikan . Ajaib, di antara 500 relawan uji coba, Sang-hyun satu-satunya yang masih hidup. Ketika ia kembali, ia pun dipuja-puja dan dianggap memiliki kekuatan penyembuh. Termasuk oleh teman lamanya, Kang-woo ( ) yang menderita kanker.
thrist7
Karena dianggap begitu berjasa, Sang-hyun sering diundang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga Kang-woo. Kang-woo tinggal bersama ibunya yang protektif () dan istrinya, Tae-ju (), yang tak bahagia. Tae-ju merasa hidupnya terjebak di tengah mertua yang membosankan dan suami penyakitan yang kolokan. Sang-hyun mencium ketidak bahagiaan ini dan dan diam-diam menyukai Hyun. Diam-diam, mereka pun melakukan perselingkuhan.

Di sisi lain, Sang-hyun mengalami perubahan pada dirinya. Pada waktu-waktu tertentu, tubuhnya akan ditumbuhi bintik-bintik mengerikan dan ia menjadi begitu kehausan. Masalahnya, rasa hausnya tidak bisa dipuaskan sembarangan, tapi harus dengan…darah manusia! Yah, suntikan virus telah merubah Sang-hyun menjadi vampire!
thirst
Meski begitu, Sang-hyun berusaha untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara yang lebih ‘bermoral’, yakni tidak sampai membunuh orang. Dia mengambil darah dari para pasien di rumah sakit yang dengan menggunakan selang infus. Masalah muncul ketika Tae-ju mengetahui siapa dirinya dan juga ingin menjadi vampire untuk melampiaskan ketidakbahagiaannya.
thirst3
Twilight versi Korea? Haha, sedikit mengingatkan dengan film itu memang, tapi tentu saja dikemas dengan ‘lebih serius’ dan ‘lebih horor’. Apalagi, film ini disutradarai oleh Park Chan-wook, yang sepertinya memang spesialis sutradara film-film gelap dan tak perlu lagi diragukan kualitas penyutradaraannya. Bagaiamanapun dia adalah sutradara Korea yang sudah mendapat apresisasi secara internasional. Ditambah lagi jajaran pemain utamanya yang juga para aktor kawakan: , , Kim Ok-vin, Kim Hae-suk…
thirst5
Meski begitu, ketika menonton film, seringkali saya mengharapkan sebuah ‘pesan moral’ di dalamnya. Apalagi, film ini juga mendapat penghargaan di Cannes FF. Tapi setelah menonton film ini, saya terus bertanya-tanya: pesan moralnya apa ya? Karena saya justru merasa, film ini tak lebih dari sebuah film horor-erotis dan yah, psikologis (latar Sanghyun yang pendeta). Atau mungkin  film ini memang dibuat hanya ‘sekadar sebagai film’ saja?  Hmm, entahlah. Mungkin juga saya yang terlalu awam sehingga tak memahaminya. Hihi. Bagi yang tak keberatan dengan cerita semacam itu, silahkan menonton. Apalagi, para pemainnya juga bermain dengan ‘total’ di sini.

Note:
– Konon film ini adalah film Korsel pertama yang diproduksi dengan kerjasama dengan Hollywood.
– Park  membuat film ini konon terinspirasi sama novelnya Emile ZolaThereseRaquin
(sumber:asianwiki.com)

Warning: film ini memiliki adegan “dewasa” yang agak berlebihan!

Cast:
 – Sang-hyun
– Tae-ju
 – Kang-woo
 – Mrs. Ra
Park In-Hwan – Pendeta tua
Song Young-Chang – Seung-Dae
 – Young-Du
Mercedes Cabral – Evelyn

Judul: Thirst/ Bakjwi (박쥐)
Sutradara:
Penulis: Jung Seo-Kyoung,
Produser: Ahn Soo-Hyun
Sinematografi: Chung Chung-Hoon
Rilis: 30 April 2009
Durasi: 133 menit
Studio: Moho Films, Universal Pictures
Distributor: CJ Entertainment
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

 Awards
– Cannes Film Festival 2009:  “Prix du Jury – Jury Prize”
– Fantasia Film Festival  2009: “Best Asian Film (Silver)”
– Sitges Film Festival 2009: “Best Actress” () -09
– Blue Dragon Film Awards 2009:”Best Supporting Actress” () , “Best Music”
– KOFRA Film Awards Ceremony 2009: “Best Actor” (““)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: