Beranda > Film Korea > Bad Guy

Bad Guy

Seorang lelaki berwajah bengis sedang melintas di jalanan yang riuh. Ia melihat seorang perempuan cantik duduk di sebuah bangku taman. Dari tatapannya, tampak bahwa lelaki seolah mengenal perempuan itu. Ia pun kemudian duduk di sebelah si perempuan. Ketika perempuan itu menyadari kehadirannya, ia menelepon pacarnya dan memandang jijik pada si lelaki.
bg3
Tak berapa lama, datang pacar si perempuan. Seorang pemuda kelas menengah yang bersih dan terkesan anak sekolahan. Si lelaki tiba-tiba menyergap si cewek dan menciumnya dengan paksa. Keriuhan pun terjadi. Orang-orang memukuli si lelaki dan si perempuan meludahi wajahnya.

Perempuan itu bernama Sun-hwa, anak kuliahan, kelas menengah. Ia tengah berada di toko buku, melihat buku berisi replika lukisan. Ada sebuah lukisan vulgar dan ia menyobeknya. Seorang lelaki menjatuhkan dompet. Karena berpikir tak ada yang mengetahuinya, Sun-hwa mengambilnya. Seorang lelaki kemudian mencekalnya, menuduh Sun-hwa sudah mencuri dompetnya dan meminta Sun-hwa mengembalikan sejumlah uang yang besar jumlahnya. Atau jika tidak, ia akan berurusan dengan polisi. Sun-hwa ketakutan dan memilih menandatangani sebuah kontrak: bahwa ia bersedia untuk melacurkan diri.

Hidup Sun-hwa pun berubah. Ia dikurung di sebuah tempat dan dipaksa untuk menjual diri. Ia merasa sedih dan marah, tapi tak bisa berbuat apa-apa. Dan yang membuatnya semakin marah adalah kenyataan bahwa lelaki yang ia ludahi itulah dalang dari semua itu. Lelaki itu bernama Han-ki, dan dia adalah ketua preman yang menjaga pelacuran itu., lelaki yang tak pernah bicara (khas tokoh filmnya ). Lelaki yang kemudian selalu melihatnya dari balik kaca dengan tatapan penuh perhatian yang aneh.
bg6
Sun-hwa berulang kali berusaha melarikan diri, tapi tak pernah berhasil. Dan pada akhirnya, mulai berusaha menerima keadaannya, menikmati pekerjaannya sebagai pelacur.

Ia membenci Han-ki setengah mati, tapi anehnya lelaki itu nyaris tidak pernah dan seolah tidak berminat menyentuhnya.

Pada sebuah pelarian yang gagal, Han-ki membawanya ke pantai. Di sana, ia melihat seorang perempuan berjalan menuju ke tengah lautan dan menenggelamkan diri. Han-ki hanya menatapi perempuan itu, tanpa beranjak dari duduknya. Sun-hwa menemukan sobekan-sobekan foto di atas pasir, bekas ditinggalkan perempuan yang tenggelam. Di kamarnya, foto itu coba ia satukan. Dua orang yang duduk berdekatan, tampak mesra, tapi kepalanya hilang.

Hal-hal terjadi di sekitar pelacuran. Preman-preman yang berkeliaran. Berkali-kali Han-ki terluka dan setelah sebuah kasus pembunuhan–yang sebenarnya dilakukan oleh temannya–ia dipenjara dan hendak dijatuhi hukuman mati. Sun-hwa merasa marah mengetahui hal ini. Ia meneriaki Han-ki bahwa kematian seperti itu tidak adil, setelah apa yang telah lelaki itu lakukan padanya.

Temannya menyusul Han-ki di penjara, dan akhirnya Han-ki urung di penjara. Sun-hwa menemukan kembali semangat hidupnya setelah Han-ki kembali. Han-ki melepaskannya. Namun, ia tampak tak bersemangat.
bg7
Lalu, pada adegan berikutnya, ia kembali bertemu Han-ki di pantai. Mereka mengenakan pakaian yang sama persis dengan yang ada di foto dan melakukan adegan yang sama persis pula. Han-ki merangkulnya dan Sun-hwa tersenyum.

Di penghujung film, Han-ki menyusun kasur dan terpal di atas truk dan siap melakukan perjalanan bersama Sun-hwa. Dan kita pun tahu apa yang akan mereka lakukan…

Hmm… yeah, . Meski sebenarnya saya tak terlalu suka jenis filmnya yang terkesan absurd dan ‘keras’ tapi saya selalu tertarik untuk menonton film-film dia. Dia adalah sutradara yang unik, dengan film-film yang anti-mainstream dan sangat khas dirinya. Di sini, lagi-lagi dia mengangkat isu tentang pelacuran, tema yang sepertinya menjadi favoritnya.

Di sini, seperti juga film-filmnya yang lain, sepanjang menonton dan juga setelahnya, penonton diaduk-aduk dengan berbagai tanya dan penilaian melihat karakter-karakternya yang terasa absurd. Han-ki misalnya. Yeah, dia memang bad guy. Secara moralitas umum, apa yang dilakukannya jahat. Ia dengan kejam menjerumuskan Sun-hwa ke dunia pelacuran hanya karena sakit hati. Tapi entah bagaimana juga, ada sisi dari dirinya yang membuat kita bersimpati padanya dan berpikir bahwa dia tidaklah begitu jahat. Dia memiliki sisi lembut juga. Cara dia memandang Sun-hwa, tak pernah  tak senonoh memperlakukan Sun-hwa, sikapnya pada teman-temannya… Karakter Han-ki adalah karakter yang kompleks. Tak juga dijelaskan bagaimana masalalunya. Mungkin saja seumur hidupnya ia dibesarkan oleh dunia seperti itu, dan wajar saja jika kemudian, dia bahkan tak tahu cara mencintai yang benar? Meski begitu, ia tetaplah seorang manusia dan karenanya ada sisi-sisi ‘baik’ dari dirinya yang muncul, meski penyampainnya kemudian dengan cara yang tidak umum.

Kemudian karakter Sun-hwa sendiri juga karakter yang unik. Ia digambarkan sebagai gadis kelas menengah, gadis baik-baik (dia bahkan belum pernah having sex dengan pacarnya), tapi juga ada sisi hipokrit dari dirinya. Kita turut merasa sebal ketika dia memandang Han-ki dengan jijik ketika Han-ki duduk di sebelahnya. Mungkin karena penampilan Han-ki yang lusuh? Dan kita juga tahu dia bukan gadis yang benar-benar ‘manis’ ketika ia diam-diam menyobek gambar vulgar di buku, atau juga ketika dia mengambil dompet jatuh tanpa pikir panjang.

Kenyataan bahwa kemudian dipaksa melakukan pelacuran rasanya memang terlalu kejam dan rasanya tak adil untuknya. Tapi ketika kemudian akhirnya dia ‘menerima’ keadaannya, dia pun mulai menikmatinya. Bahkan ketika akhirnya dia bisa bebas, ia tokh kembali ke dunia yang sama. Apakah ini semacam cara  untuk menggambarkan dunia pelacuran? Saya sendiri pernah mendengar bahwa beberapa orang yang terlibat pelacuran karena dipaksa keadaan, sesungguhnya bukanlah sama sekali tanpa pilihan. Ada bagian dari diri mereka yang pada akhirnya ‘menikmati’ pekerjaan itu. Apakah hal itu yang ingin disampaikan oleh melalui karakter Sun-hwa?

Hmm, entahlah. Mungkin ini bukanlah film yang ‘lovable’ tapi sebuah film yang menyisakan tanya di kepala dan konon, itu adalah salah satu ciri film yang baik. Dan saya rasa juga begitu 🙂

Cast:
Cho Jae-Hyun – Han-Ki
Seo Won – Sun-Hwa
Kim Yun-Tae – Yun-Tae
Choi Deok-Mun – Myoung-Soo
Choi Yoon-Young – Hyun-Ja
Shin Yoo-Jin – Min-Jung
Kim Jung-Young – Eun-Hye
Namgung Min – Hyun-Su

Judul: Bad Guy/ Nabbeun Namja (나쁜 남자)
Sutradara/ Penulis:
Asisten: Cho Chang-Ho
Rilis: 11 November  2001
Durasi: 100 menit
Negara/ Bahasa : Korea Selatan/ Korea

Kategori:Film Korea Tag:,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: