Footnote

Eliezer Shkolnik adalah ahli Filologi yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun berkutat dengan studi Talmud. Ia adalah jenis akademisi konvensional dan mengkritik riset-riset modern yang dianggapnya tidak layak. Apa lagi kerja kerasnya seolah tak pernah dihargai. Ketika ia membuat sebuah penemuan besar setelah kerja kerasnya yang tak kenal waktu, sebelum ia sempat mengumumkan temuannya, rival akademiknyaa, Prof. Grossman yang secara kebetulan menemukannya dalam waktu singkat, lebih dulu mengumumkan dan sia-sialah semua jerih payah Shkolnik.

Ia juga sering dinominasikan untuk meraih berbagai penghargaan bergengsi, tapi tak ada satupun yang ia dapatkan. Satu-satunya prestasinya yang tercatat adalah bahwa tulisannya dikutip jadi ‘footnote’ karya besar gurunya yang terkenal.

Belakangan, anaknya, Uriel, mengikuti jejaknya. Ironisnya, karir Uriel sangat bagus dan juga sanga populer. Ia meraih banyak penghargaan. Didera rasa frustrasi dan iri, Shkolnik menjadi orang yang pahit dan anti sosial.

Prof Shkolnik, hihi...

Prof Shkolnik, hihi…

Di sisi lain, Uriel yang memahami kerja keras ayahnya dan mengagumi ayahnya dan berharap suatu hari ayahnya mendapatkan apresiasi yang layak.

Hingga suatu hari, Shkolnik mendapat telepon, mengabarkan kalau ia akan mendapat penghargaan dari menteri pendidikan Israel. Hal yang membuatnya bisa tersenyum. Namun ternyata itu bukanlah akhir yang bahagia, karena ternyata sang penelpon melakukan kesalahan. Shkolnik yang dimaksud adalah Uriel Shkolnik putranya. Kekacauan pun kemudian muncul.
footnote_inside
Film dengan cerita yang terasa brilian. Melihat Shkolnik, antara merasa kasihan dan ingin tertawa. Ceritanya sendiri rasanya cukup getir, tapi sang sutradara mampu meramu sedemikian rupa sehingga kegetiran itu rasanya lucu. Apalagi melihat wajah Elizier Shkolnik. Hihi. Hmm, mungkin ada banyak orang-orang Shkolnik di sekitar kita, orang-orang ‘berdedikasi’ yang tidak mendapatkan apresiasi yang layak. Pelajaran lain yang mungkin juga bisa di ambil dari film ini: jangan memilih karir yang sama dengan orang tua kita. Jika orang tua lebih populer, pasti akan jadi bayang-bayang. Jika anak yang lebih populer, yah, mungkin seperti kasus Shklonik ini. Hehe.

Dan yang unik juga, film ini adalah film Israel, negara yang cukup gencar di pemberitaan dunia akhir-akhir ini. Melalui film ini, mungkin bisa melihat sekelumit cerita tentang Israel untuk menambah sedikit wawasan🙂

Cast:
Shlomo Bar Aba – Eliezer Shkolnik
Lior Ashkenazi – Uriel Shkolnik
Alisa Rosen – Yehudit Shkolnik
Alma Zack – Dikla Shkolnik
Daniel Markovich – Josh Shkolnik
Micah Lewensohn – Yehuda Grossman
Yuval Scharf – Noa the reporter
Nevo Kimchi – Yair Fingerhut

Sutradara: Joseph Cedar
Produser: David Mandil, Moshe Edery, Leon Edery
Penulis: Joseph Cedar
Musik:Amit Poznansky
Sinematografi: Yaron Scharf
Editing: Einat Glaser Zarhin
Produksi: United King Films, Movie Plus
Distributor: Sony Pictures Classics (AS), United King Films
Rilis: 14 Mei 2011 (Cannes Film Festival)
Durasi: 107 menit
Negara/Bahasa: Israel/Hebrew

Awards:
Cannes Film Festival 2011:
Best Screenplay Award
Academy Awards 2012:
Nominasi for Best Foreign Language Film (Israel)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: