Jungle Kid

Sabine baru berusia 8 tahun ketika ayahnya memutuskan untuk tinggal di belantara Papua demi mempelajari bahasa salah satu suku di sana. Selain Sabine dan ayahnya, ikut serta ibunya, kakaknya: Judith dan adiknya;Nicholas.

Ayahnya membangun rumah kayu di pinggir sungai, di tengah hutan dekat pemukiman suku Fayu. Jauh akses kemana-mana, tak ada listrik, tak ada alat komunikasi yang memadai. Tapi alih-alih takut seperti kakaknya, Sabine justru menikmati hari-harinya di tengah hutan. Ia berkeliaran kesana kemari, bertelanjang kaki dan berusaha berteman dengan anak-anak lokal. Tapi para penduduk yang tak biasa dengan orang asing, lari setiap kali ia dekati.
junglekidbb
Sabine pun melihat berbagai kebiasaan suku yang jauh berbeda dengan kebiasaan masyarakat luar. Penyakit, misalnya, dianggap sebagai sebuah kutukan. Sehingga bukannya ditolong, orang yang terkena penyakit biasanya akan dijauhi hingga menemui ajal. Hal yang membuat ibunya sering tak bisa menahan diri. Di sisi lain, suku-suku ini juga suka berperang.
junglekidb
Kehidupan terasa sangat menekan, tapi ayahnya tetap bertahan dan keluarga ini tetap saling menguatkan. Hingga perlahan, mereka mulai diterima oleh penduduk ketika ibu Sabine berhasil menyelamatkan seorang bocah dari penyakit, Auri. Orang-orang suku pun percaya bahwa keluarga Sabine adalah orang sakti yang bisa mengalahkan kutukan.

Auri kemudian menjadi anak angkat keluarga Sabine dan Sabine menjalin persahabatan yang kental dengannya hingga mereka beranjak remaja. Sabine selalu mencintai hutan dan sahabatnya Auri, dan tak pernah berpikir untuk hidup di luar hingga sebuah kejadian tragis menimpa Auri.
junglekidm
Diangkat dari kisah nyata yang memang ditulis oleh Sabine Krueger, menurut saya film ini adalah sebuah film etnografi yang bagus. Saya pernah tinggal dan berinteraksi dengan suku pedalaman di hutan tropis, dan keadaannya memang nyaris sama dengan yang digambarkan dengan di film ini. Saya juga bisa membayangkan bagaimana orang luar akan dibuat cukup stres ketika berhadapan dengan mereka yang memiliki nilai-nilai yang berbeda dan hal itu tertangkap dengan baik lewat raut wajah orang tua Sabine dan juga kakaknya. Saya pikir cerita film ini cukup proporsional, tidak terlalu ‘romantis’ khas berpikir orang luar tentang suku pedalaman. Mereka bukan masyarakat yang eksotis tanpa cela, banyak nilai-nilai mereka yang membuat kita orang luar tak setuju dan di sini muncul dalam dialog ayah Sabine dengan istri dan anak-anaknya. Meski begitu, akhirnya seperti kesimpulan Sabine di akhir film, bahwa tak ada dunia yang benar-benar sempurna. Tinggal bagaimana seseorang merasa nyaman dimana ia berada.

Note:
Seperti digambarkan di film, Sabine Krueger memang tinggal di belantara Papua bersama orangtuanya sejak umur 7 tahun hingga umur 17 tahun. Ia menulis bukunya, yang menjadi dasar film ini,  Dschungelkind (Jungle Child, 2005) dan beberapa buku lagi tentang suku Fayu.

Lokasi syuting film ini konon dilakukan di hutan-hutan Malaysia. Kenapa nggak di Indonesia ya?🙂

Cast:
Stella Kunkat – Sabine Kuegler – child
Thomas Kretschmann – Vater Klaus Kuegler
Nadja Uhl – Mutter Doris Kuegler
Sina Tkotsch -Sabine Kuegler – youth
Tom Hoßbach – Christian Kuegler – child
Milena Tscharntke – Judith Kuegler – child
Sven Gielnik – Christian Kuegler – youth
Emmanuel Simeon – Auri – child
Felix Tokwepota – Auri – youth
Range’e Pati – Faisa
Francesca Passingan – Ältere Faisa

Sutradara: Roland Suso Richter
Penulis: Roland Suso Richter, Sabine Kuegler
Sinematografi:Holly Fink
Rilis: 17 Februari 2011
Durasi: 131 minutes
Bahasa/ Negara: Jerman

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: