Beranda > Drama Korea > She is Nineteen

She is Nineteen

 

Cerita berawal dejak lima belas tahun sebelumnya. Hae-won masih bocah empat tahun. Ia hidup bahagia di desa bersama ibu dan ayahnya yang begitu menyayanginya. Bekerja di tempat ibunya adalah dua perempuan, ahjumma dan seorang perempuan dengan anaknya, Soo-ji yang sebaya Hae-won dan sejak kecil menyimpan iri hati pada Hae-won.
she is 192
Ayah Hae-won berasal dari keluarga kaya dan sebenarnya tak direstui ketika menikahi ibu Hae-won. Setelah sebuah kecelakaan yang membuatnya amnesia, ayah Hae-won dibawa pergi keluarganya, meninggalkan cek ratusan juta. Ibu Hae-won jatuh sakit dan meninggal. Ibu Soo-ji yang jahat mengajak temannya untuk memanfaatkan cek itu, dan membuang Hae-won. Hmm, sinetron sekali bukan?

Lima belas tahun kemudian. ahjumma sudah menjadi pengusaha yang berhasil. Ia punya tiga anak: si sulung Kang Min-jae yang jadi dokter, Kang Sung-jae dan Ye-rim yang masih di sekolah menengah. Berbeda dengan abangnya yang penurut, Sung-jae seorang pemberontak, padahal ia seorang jenius matematika. Alih-alih menuruti kemauan ibunya agar ia belajar dengan baik, ia malah berkeliaran dengan sepeda motornya. Ingin mencari perhatian ibunya, ia pun mencuri Sasha, anjing kesayangan ibunya dan membawanya pergi dengan sepeda motor.
she is 19
Ia mengalami kecelakaan dan menabrak Yoo-min, seorang gadis miskin. Yoo-min kemudian menyandera motor dan anjingnya, menyuruh Sung-jae membayar hutanghutangnya dengan bekerja untuknya.

Yoo-min tinggal dengan adiknya, Kangpyo yang penyakitan. Setiap minggu, ia mengantar kangpyo kontrol ke rumah sakit dan di sana ia bertemu seoran dokter yang dipujanya, yup Minjae.
she is 197
Sungjae tinggal bersama Yoo-min dan Kangpyo dan akhirnya belajar tentang kerja keras. Ketika kemudian dia kembali ke rumahnya, ia sadar ia telah jatuh cinta pada Yoo-min.

Min-jae didesak ibunya untuk segera menikah. Pacar Min-jae sedang belajar di luar negeri dan ibunya tak pernah setuju dengan hubungan mereka. Karena mearsa gerah didesak, Min-jae pun kemudian mencari seseorang yang agar mau diajaknya berpurapura jadi tunagannya dan dia adalah, eng ing eng: Yoo-min! Meski kemudian masalah menjadi agak rumit karena Yoo-min baru 19 tahun.

Dan yah, konflik cinta pun akan dimulai antara dua kakak beradik. Dan akan makin seru dengan kemunculan Soo-ji dan ibunya yang merasa terancam dengan kemunculan Yoo-min yang segera diketahui kalau dia adalah Hae-won . Maka berbagai cara pun dilakukan untuk menyingkirkan Yoo-min. Lalu sang ayah juga kemudian mulai mencair keberadaan Yoo-min.

She-Is-Nineteen

Yah, sangat sinetron memang. Saya sendiri kurang suka dengan bagian cerita yang itu. Meski begitu, ada beberapa bagian yang terasa menyegarkan, terutama momen-momen ketika Yoo-min, Kang-pyo dan Sungjae kalau berkumpul. Sealu dipenuhi adegan ‘kekerasan’ yang kocak. Belakangan muncul F3, teman-teman Sungjae yang juga kocak dan kadang-kadang Ye-rim ikut memeriahkan. , menjadi nyawa drama ini.  sebagai Min-jae tidak buruk, cuma karakternya agak membosankan. Sementara para antagonis juga terlalu membosankan karena antagonisnya sinteron banget.Tapi lumayanlah.

Cast:
– Han Yu-min (Haewon)
– Kang Seung-jae
– Kang Min-jae
– Choi Su-ji

Judul: My 19 Year Old Sister in Law/ Hyeolsunimeun Yeolah Heop  ( 형수님은 열아홉)
Sutradara: Lee Chang-Han
Penulis: Jin Soo-Wan
Produser: Kim Jung-Min
Tayang: SBS, 28 Juli – 23 Sept. 2004
Episode: 16
Negara/ Bahasa; Korea Selatan/ Korea

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: