The Rocket

Sebuah desa di pedalaman Laos. Mali, seorang perempuan melahirkan anak kembar meski yang satunya meninggal. Menurut adat setempat, anak kembar adalah tabu karena salah satunya membawa keburukan, karenanya harus dibunuh. Meski begitu, Mali bersikeras ingin membesarkan anaknya dan merahasiakan pada suaminya bahwa anaknya kembar.

The Rocket1

Beberapa tahun kemudian, si anak sudah beranjak besar yang kemudian diberi nama Ahlo, tumbuh menjadi bocah lelaki yang sehat, dan sebagaimana umumnya anak lelaki, sedikit nakal.

Lalu sebuah bendungan besar akan dibangun di sekitar tempat itu. Warga digusur, diminta pindah dengan janji relokasi. Tak ada pilihan, keluarga Mali pun harus ikut pindah: ia, suaminya, Ahlo dan sang nenek.

the rocket2

Menjelang kepindahan, Ahlo  ngotot untuk membawa perahunya,padahal cukup merepotkan. Mali demi sayangnya pada Ahlo, memenuhi keinginannya meski suami dan ibunya melarang. Dalam perjalanan, terjadi insiden dan Mali tewas tersodok perahu. Sang Nenek pun kemudian mengumpati Ahlo, bahwa malapetaka itu terjadi karena nasib buruk yang ia bawa sebagai bocah kembar. Ayahnya merasa terpukul. Sang bocah merasa sangat sedih.

Di tempat relokasi belum ada fasilitas apapun. Orang-orang tinggal di tenda-tenda kumuh seperti tunawisma. Ahlo mencoba mencari penghiburan, berkenalan dengan Kia, seorang gadis kecil yatim piatu setelah ditinggal mati orangtuanya kena malaria dan hanya tinggal dengan pamannya, Purple, yang nyentrik dan dimusuhi orang-orang. Di masa lalu, Paman Purple adalah tentara.

the rocket4

Ahlo dan keluarganya kemudian pergi ke desa Paman Purple, namun mendapati desa itu sudah kosong melompong dan dipenuhi ranjau darat sisa perang. Mereka pun kemudian mencari peruntungan ke kota. Dalam perjalanan, mereka mendengar tentang adanya lomba meluncurkan roket untuk memanggil hujan. Hadiahnya sangat menjanjikan. Ahlo ingin mencobanya tapi ayah dan neneknya tak mau percaya dan berpikir apa yang dilakukan si bocah hanya akan membawa kesialan.

Ahlo tak menyerah. Berdasar pengetahuan membuat bom Paman Purple, Ahlo pun membuat roketnya sendiri. Akankah dia berhasil? Yang jelas, endingnya membuat saya menitikkan air mata: terharu.
the rocket3
Menonton film bagi saya adalah juga melihat bagaimana gambaran kehidupan di tempat lain. Dan melalui film ini, kita diajak melihat sekilas kehidupan di negara yang mirip-mirip dengan kita: Laos, dengan persoalan yang hampir mirip pula: ide bernama pembangunan yang konon untuk rakyat, seringkali justru mengorbankan rakyat kecil. Miris ya? Film ini sendiri digarap dan disutradarai oleh orang luar, jadi mungkin sedikit bias. Meski begitu, menurut saya mampu menggambarkan keadaan dengan realistis dan akting-akting pemainnya (mungkin mereka bukan aktor/aktris profesional), patut diacungi jempol.

Cast:
Sitthiphon Disamoe – Ahlo
Loungnam Kaosainam – Kia
Suthep Po-ngam – Purple
Bunsri Yindi – Taitok (nenek Ahlo)
Sumrit Warin – Toma (ayah Ahlo)
Alice Keohavong – Mali (ibu Ahlo)

Sutradara: Kim Mordaunt
Produser: Sylvia Wilczynski
Penulis: Kim Mordaunt
Musik: Caitlin Yeo
Sinematografi:Andrew Commis
Editing: Nick Meyers
Rilis: 10 Februari 2013
Durasi: 96 menit
Negara/ Bahasa: Australia/ Laos

Awards:
86th Academy Awards: masuk seleksi ” Best Foreign Language Film”
– Tribeca Film Festival Audience Award:
Best Narrative Feature (Kim Mordaunt)
Best Actor in a Narrative Feature Film (Sitthiphon     Disamoe)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: