Hula Girls

Berlatar tahun 60-an, di Distrik Iawaki, Jepang yang dingin dan merupakan tempat pertambangan batubara. Namun batubara bukan lagi komoditi yang menguntungkan, banyak pekerja terancam di PHK. Penduduk yang sejak beberapa generasi menggantungkan hidup pada batubara, merasa marah.

Hula_Girls-004

Untuk membuka lapangan kerja baru, muncul perusahaan Joban yang bermaksud mengelola pemandian air panas dan mendirikan pusat kebudayaan Hawaii untuk menampung para putri penambang sebagai para penari hula. Ide ini mendapat sambutan buruk dari para penambang, yang berpikir hal seperti itu tak berguna.

Kimiko (), seorang remaja yang berasal dari keluarga penambang. Ia tinggal dengan ibunya yang keras dan abangnya yang juga penambang. Kimiko merasa hopeless dengan masa depannya, dan sering bolos sekolah. Ia berteman Sanae, seorang gadis yang bersemangat dan berpikir untuk mengambil setiap kesempatan yang memungkinkannya keluar dari kehidupan tambang. Sanae mengajak Kimiko mendaftar sebagai  penari Hawaii.Awalnya, Kimiko ogah-ogahan, tapi kemudian menemukan harapan di sana. Di sisi lain, ibunya menentangnya.

Hula_Girls-008

Kegiatan tari sendiri awalnya tak terlalu menjanjikan. Pelatihnya seorang perempuan kota temperamen, Hirayama. Dan hanya ada lima orang yang mau mendaftar, yang bisa dibilang orang-orang yang payah. Selain Kimiko dan Sanae, ada Norio, seorang ibu yang bersemangat dan Sayuri, gadis bongsor yang canggung.

Meski begitu, akhirnya mereka berlatih dengan bersungguh-sungguh dan akhirnya menarik lebih banyak peminat. Meski mendapat banyak pertentangan di awal, tarian hula akhirnya diterima masyarakat dan memberi kehangatan Hawaii di Distrik Iawaki.

Hula_Girls-014

Idenya agak aneh memang: kenapa Hawaii? Tapi kenyataannya, film ini konon didasarkan pada kisah nyata. Ceritanya sendiri mengalir dengan cukup solid. Suasana daerah pertambangan yang dingin dan gersang menambah nuansa keras kehidupan para penambang. bermain bagus sebagai Kimiko, si remaja pemberontak (dia juga menunjukkan kemampuan menari hula dengan bagus). Lalu juga Yasuko Matsuyuki sebagai si guru tari jutek, Hirayama dan Sumiko Fuji, ibunya Kimiko yang mewakili women power. Dan tentu saja, tarian hula dengan gerakan dan warna-warni yang indah.

Note:
Konon film ini didasarkan pada kisah nyata.

Cast:
– Kimiko Tanikawa
Yasuko Matsuyuki – Madoka Hirayama
Etsushi Toyokawa – Yojiro Tanikawa
Shizuyo Yamasaki – Sayuri Kumano
Sumiko Fuji – Chiyo Tanikawa
Ittoku Kishibe – Norio Yoshimoto
Eri Tokunaga – Sanae Kimura

Judul: Hula Girls/ Hula garu (フラガール)
Sutradara: Sang-il Lee
Penulis: Sang-il Lee, Daisuke Habara
Produser: Hitomi Ishihara
Sinematografi: Hideo Yamamoto
Rilis: 23 September 2006
Durasi: 108 menit
Studio: Cinequanon
Distributor: Cinequanon
Bahasa/Negara: Jepang

Awards:
Nikkan Sports Film Awards 2006:
“Best Picture”

“Best Actress” (Yasuko Matsuyuki)
“Best Supporting Actress” (Sumiko Fuji)
“Best Newcomer” ()

Blue Ribbon Awards 2007
“Best Picture”
“Best Actress” ()
“Best Supporting Actress” (Sumiko Fuji)

Japan Academy Prize 2007
“Picture of the Year”
“Director of the Year”
“Screenplay of the Year”
“Outstanding Performance by an Actress in a Supporting Role” ()

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: