Beranda > Uncategorized > The Face Reader

The Face Reader

Nae-gyeong ( ) sebenarnya adalah keturunan bangsawan. Tapi karena ayahnya di masalalu melakukan pengkhianatan, ia dan keluarganya pun hidup sebagai rakyat jelata dan diasingkan. Sekarang, Nae-gyeong hidup miskin bersama adik iparnya yang setia, Paeng-heon () dan putranya, Ji-hyeong ( ), yang memiliki impian mengembalikan kehormatan keluarga dengan menjadi pegawai di istana.  Hal yang selalu ditentang Nae-gyeong karena keluarga pengkhianat akan dihukum jika ketahuan memasuki istana.

the face reader2

Nae-gyeong memiliki kemampuan sebagai Pembaca Wajah (Face Reader), suatau cara meramal dengan membaca wajah seseorang. Karena hal itulah, seorang pemilik rumah bordil kaya, Yeon-hong (), kemudian menawarinya untuk bekerja di tempatnya. Berpikir bahwa hal itu akan menghasilkan banyak uang, ia pun menerima pekerjaan itu. Di saat yang sama, anaknya memutuskan untuk pergi ke istana tanpa bisa ia cegah.

The Face Reader-0

Berkat kemampuannya, Nae-gyeong dijubeli pelanggan. Hingga suatu hari, ia diminta seorang pegawai kerajaan yang kebingungan mengadili seorang pelaku pembunuhan, untuk membaca wajah pelaku sebenarnya. Nae-gyeong berhasil melakukannya dengan baik. Nae-gyeong kemudian diminta Kim Jong-seo (), pegawai tinggi kerajaan, untuk membantunya. Tidak hanya itu, berkat kemampuannya pula, ia kemudian diminta membantu raja () yang sakit-sakitan untuk membantunya mengenali orang-orang yang berpotensi merebut kekuasaan. Hingga Raja meninggal, Nae-gyeong belum menemukan orang yang dimaksud.

the face reader

Sang Putra Mahkota yang masih kecil pun naik tahta. Para pengikut setia raja, sekali lagi meminta Nae-gyeong membaca wajah orang yang berpotensi merebut tahta. Dan ia pun menemukannya: Pangeran Soo-yang ( ) yang bengis, paman sang raja muda. Nae-gyeong berusaha menggunakan kemampuannya untuk melindungi Raja, tapi apa rupanya yang bisa dilakukan seorang rakyat biasa seperti dirinya?  Kekuatan orang-orang berkuasa terlalu besar untuk bisa ia hadapi.

The antagonist Prince Sooyang

The antagonist Prince Sooyang

Ini salah satu film yang mendapat penghargaan sebagai film terbaik di ajang penghargaan Daejong Film Awards. Hal yang membuat saya di awal begitu penasaran ingin menontonnya. Seperti apa sih ‘film terbaik’ itu? Sudah sering saya katakan bahwa saya nggak paham soal sinematografi bla-bla…tapi saya pikir, saya paham kenapa film ini mendapat penghargaan tersebut. Dari segi cerita, tentu bukan hal yang baru, mengetengahkan perihal perebutan kekuasaan. Tapi penggunaan tokoh utama seorang peramal, Pembaca Wajah, adalah hal yang menarik. Dan memang ada sesuatu dalam film ini yang terasa sangat kuat. Plotnya padat tapi juga cair dan konfliknya begitu intense sehingga membuat penonton ingin penasaran dan bertanya-tanya ‘apa yang akan terjadi berikutnya dan berikutnya’?

Wanrna=warnanya sophicasted

Wanrna=warnanya sophicasted

Meski inti ceritanya cukup berat, tapi sang sutradara bisa meramunya sedemikian rupa sehingga tetap terasa mudah dicerna dan sangat tidak kering (. Lalu, tentu saja, sebuah film adalah sebuah tontonan visual dan saya rasa film ini berhasil menyajikan tontonan visual yang memuaskan dengan gambar-gambarnya yang sangat enak dipandang mata. Bukan sesuatu yang indah permai atau sangat berwarna ala sutradara film-film kolosal China seperti Zhang Yimou atau Ang Lee, tapi sesuatu yang terasa lebih natural tapi juga terasa ‘fresh’.

Closing scene yang memunculkan bayak penafsiran

Closing scene

Dan soal akting, tentu saja tak ada yang perlu dipertanyakan karena film ini bertabur para aktor papan atas Korea yang tak perlu diragukan lagi kemampuan aktingnya: , yang selalu cocok untuk peran apa saja, yang mampu memainkan sosok antagonis, Pangeran Soo-yang yang bengis dengan sangat baik, sebagai Paeng-heon yang lugu dan sensitif, aktris senior , si gisaeng…Sedikit ‘pemanis’ adalah aktor muda dan ‘Pangeran Drama,’ yang meski tak buruk, tapi juga tak terlalu mengesankan (menurut saya, dia terlalu ‘drama’).
Well, pada dasarnya, saya saya setuju kalau film ini dinobatkan sebagai salah satu film terbaik!

Cast:
– Nae-gyeong
– Pangeran Sooyang
– Yeon-hong
– Kim Jong-seo
– Paeng-heon
– Jin-hyeong

Jeong Gyu-Su – asistennya Yeon-hong
– Raja Munjong
– Putra Mahkota
Kim Ui-sung – Han Myung-hoi
Lee Do-yub– Kim Seung-kyu

Judul: The Face Reader / Physiognomy / Gwansang (관상)
Sutradara:
Penulis: Kim Dong-Hyuk
Produser:Kim Woo-jae, Yu Jeong-hun, Ju Pil-ho
Sinematografi: Go Nak-seon
Musik:      Lee Byung-woo
Rilis: 11 September 2013
Durasi: 139 menit
Distributor: Showbox/Mediaplex
Bahasa/Negara: Korea/Korea Selatan

Awards:
Grand Bell Awards 2013:
– Penghargaan untuk: Best Film, Best Director ( ), Best Actor ( ), Best Supporting Actor ( ), Best Costume Design (Shim Hyun-sub), Popularity Award ( )
– Nominasi untuk: Best Supporting Actor (), Best Screenplay (Kim Dong-hyuk), Best Cinematography (Go Nak-seon),
Best Art Direction (Lee Ha-jun)

Blue Dragon Film Awards 2013:
– Penghargaan untuk: Best Supporting Actor (Lee Jung-jae)
– Nominasi untuk: Best Film, Best Director: , Best Actor: , Best Supporting Actor: , Best Supporting Actress: , Best Screenplay: Kim Dong-hyuk, Best Cinematography: Go Nak-seon, Best Art Direction: Lee Ha-jun, Best Lighting: Shin Kyung-man, Lee Chul-oh

Korean Association of Film Critics Awards 2013:
-Penghargaan untuk: Best Actor ( ), Best Supporting Actor ( ), Best Music (Lee Byung-woo), CJ CGV Star Award ( )

KOFRA Film Awards 2014:
Penghargaan untuk: Best Supporting Actor ( )

Chunsa Film Art Awards 2014:
Nominasi untuk: Best Director: , Best Actor: Lee Jung-jae, Best Screenplay: Kim Dong-hyuk

Asian Film Awards 2014:
– Nominasi untuk Best Costume Design: Shim Hyun-sub

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: