The Lady

Saya mendengar nama Aung San Su Kyi sudah lama…sekali, rasanya. Sejak saya kecil, saya sering mendengar berita tentangnya dari radio BBC. Sosoknya menyerupai legenda. Lalu saya nonton film ini, The Lady. Tadinya saya agak underestimate karena film ini produksi Barat (Perancis) meski artis utamanya sedikit menjanjikan: Michelle Yeoh, yang meski sudah masuk Hollywood tapi berasal dari Malaysia, sama-sama asal Asia Tenggara.

the lady

Film ini sebenarnya lebih menceritakan kehidupan pribadi Suu Kyi daripada kiprahnya di dunia politik. Suu Kyi adalah anak seorang jenderal pejuang kemerdekaan, Aung San, yang kemudian mati ditembak. Tak diceritakan bagaimana Suu Kyi menjalani masa-masa remajanya, tapi kemudian dia tinggal di Inggris, menikah dengan seorang bule, Michael Aris yang seorang profesor sejarah yang banyak menulis soal Tibet. Suu Kyi seorang ibu rumah tangga biasa dengan dua orang anak yang beranjak remaja. Ketika kerusuhan anti demokrasi di Myanmar pecah, dia harus pulang karena ibunya sakit keras.

Di tengah situsasi Myanmar yang rusuh, ia bertemu teman-teman ayahnya dan memberi dukungan Suu Kyi untuk maju sebagai tokoh yang melanjutkan perjuangan ayahnya. Suu Kyi menerima ajakan ini dan mulai menjadi tokoh yang diusung pejuang demokrasi. Namun tentu saja pemerintahn Junta Militer yang berkuasa tak tinggal diam. Mereka terus melakukan opresi. Suu Kyi pun terjebak dalam situasi yang sulit. Ia kesulitan berhubungan dengan keluarganya. Ia dikenakan tahanan rumah selama puluhan tahun. Di sisi lain, visa suaminya dipersulit.

The Lady Film

Meskipun protes demi protes dilakukan serta berbagai desakan asing (memasukkan Suu Kyi sebagai penerima Nobel Perdamaian), tapi pihak Junta selalu memiliki alasan untuk mengingkari kesepakatan.

Puncaknya adalah ketika suami Suu Kyi divonis sakit kanker dan mereka masih tak bisa bertemu. Suu Kyi pada titik hendak menyerah, tapi suaminya selalu menguatkannya.

TheLady3

Well film yang cukup menyentuh. Di sini digambarkan bagaimana seorang Aung San Suu Kyi yang selain tokoh politik juga seorang ibu dan istri dan dihadapkan pada pilihan sulit dalam hidupnya: keluarga atau negaranya. Digambarkan juga bagaimana keluarganya yang begitu penuh pengertian dan selalu mendukung perjuangannya, terutama suaminya. Menggambarkan sisi personal dan humanis dari seorang tokoh yang seolah jadi legenda, mungkin demikian maksud dari film ini dan saya rasa cukup tersampaikan dengan baik. Cerita itulah yang mendominasi film dari awal hingga akhir. Sebaliknya, jika mengharapkan film ini akan menceritakan tentang sepak terjang politik Aung San Suu Kyi, siap-siap saja untuk kecewa.

The real Aung San Suu Kyi

The real Aung San Suu Kyi

Ada beberapa bagian yang sedikit menganggu, seperti penggambaran pihak Junta yang digambarkan sebagai manusia-manusia satu dimensi yang begitu berambisi menjatuhkan Suu Kyi dengan cara yang konyol(tapi mungkin memang demikian). Juga akting beberapa aktor lokal yang terkesan kaku. Tapi, well, saya pikir film ini cukup layak tonton. Dengan gambar yang cukup ‘eksotis’ pada beberapa scene dan tentu saja, bisa membantu kita melihat sisi lain seorang Aung San Suu Kyi dan betapa menjijikkannya ulah diktator di Myanmar.

Cast:
Michelle Yeoh – Aung San Suu Kyi
David Thewlis – Michael Aris
Jonathan Woodhouse

Sutradara: Luc Besson
Produser: Virginie Besson-Silla,Andy Harries,Jean Todt
Penulis: Rebecca Frayn
Musick : Eric Serra
Sinematograpfi:Thierry Arbogast
Editing: Julien Rey
Studio: EuropaCorp, Left Bank Pictures
Distributor: EuropaCorp (France), Entertainment Film Distributors(UK), Cohen Media Group (US), Golden Scene Company Limited(HK)
Rilis: 12 September 2011 (Toronto Film Festival)
Durasi: 135 menit
Negara: Perancis, UK
Bahasa:Inggris, Burma

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: