Beranda > Film Korea > Two Faces of My Girlfriend

Two Faces of My Girlfriend

Gu-Chang () seorang looser. Kuliah sudah 7 tahun dan nggak dapat-dapat kerja. Dia pun menumpang hidup pada kakak perempuannya yang sudah cerai. Dan di atas semua itu, dia nggak pernah pacaran.

Si Kucluk Gu-chang , he

Si Kucluk Gu-chang , he

Hingga suatu hari, dia bertemu cewek cantik, A-ni (). A-ni menunjukkan rasa suka ke Gu-chang dan Gu-chang pun serasa ditimpa durian disukai sama cewek secantik A-ni. Tapi, tunggu dulu. Tentu nggak masuk akal kan cewek secantik A-ni bisa dengan mudah jatuh cinta sama Gu-chang? Dan keanehan demi keanehan pun muncul. Pada waktu-waktu tertentu, A-ni bisa tiba-tiba berubah jadi  pemarah dan super galak dan mengaku dirinya cowok bernama Ha-ni.  Pendeknya, A-ni punya dua kepribadian. Nah, lho? Usut punya usut, ada hal trautamtik di masa lalu A-ni yang membuatnya seperti itu.

Two Faces Of My Girlfreind- 1

PDVD_009
Soal ending, tenang saja, karena ini genre-nya komedi romantis, jadi bisa dijamin menyegarkan dan happy ending. Salut untuk dan yang bermain apik di sini.

Cast:
– Gu-Chang
– A-Ni /Ha-ni
Kim In-Kwon – Temannya Gu-chang
Jo Dal-Hwan –  Bum
Jin Tae-Hyun – Shi-hoo

Judul Lain: Du Eolkului Yeochin (두 얼굴의 여친)
Sutradara:
Astrada: Shin A-Ga
Penulis: Hwang In-Ho
Produser: Kim Min-Gi
Sinematografi: Lee Du-Man
Rilis: 12 September , 2007
Bahasa/Negara: Korea/ Korea Selatan

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: