Beranda > Film Barat > 12 Years a Slave

12 Years a Slave

Solomon Nosthrup sebenarnya ‘orang bebas’. Ia hidup mewah bersama istri dan anak-anaknya di New York. Namun kesalahannya adalah karena dia berkulit hitam. Ia diculik dan kemudian dijual sebagai budak. Ia pun dijual pada tuan tanah kejam di Louisiana. Bekerja keras di perkebunan milik orang kulit putih, dihina dan disiksa. Melihat penderitaan orang-orang seperti dirinya. Ia ingin mengungkapkan siapa dirinya, tapi siapa yang mau percaya?

Solomon yang harus jadi budak di perkebunan kapas

Solomon yang harus jadi budak di perkebunan kapas

Hingga akhirnya ia bertemu dengan Mr Bass, seorang kulit putih yang bekerja membangun rumah di tempat majikan Noshtrup. Bass seorang moderat dan Solomon mempercayainya untuk mengirimkan surat bagi keluarga dan kenalannya. Noshtrup pun berhasil bebas setelah 12 tahun menjadi budak.

12 Years A Slave adalah film terbaik di Golden Globe. Merupakan film dengan nominasi penghargaan terbanyak, 7 nominasi dan menang sebagai film terbaik. Juga film terbaik di BAFTA, …dimenangkan. Tentu saja, embel-embel itulah yang membuat saya tak sabar ingin menontonnya.

Kejamnya perbudakan :(
Tema-nya yang memang sangat humanis dan mengungkit sejarah kelam Amerika, mungkin menjadi nilai tersendiri kenapa film ini diganjar Oscar. Aktor-aktor baru yang memainkan peran utama di film ini juga mungkin menjadi nilai tambah, sehingga aktingnya masih terasa ‘segar.’  Dari segi latar juga sangat meyakinkan. Menonton film ini, seolah kita dibawa ke masa abad 19, di mana Amerika masih hamparan rawa-rawa yang sunyi dan becek. Hal yang kemudian akan begitu membekas di ingatan saya setelah menonton film ini.

Lupita yang aktingnya banyak dipuja dan dipuji. Is she that great??

Lupita yang aktingnya banyak dipuja dan dipuji. Is she that great??

Karena saya bukan orang yang berkompeten untuk menilai apa sebuah film bagus atau nggak, saya nggak bisa berkomentar apa-apa soal layak nggaknya film ini dapat award sebagai film terbaik. Saya menilai sebuah film lebih karena suka dan nggak suka, yang tentu saja sangat subyektif. Dan saya cukup menyukai film ini, meski berpikir, bukan film yang akan saya tonton berkali-kali. Tema perbudakan, tentu bukan hal yang baru dalam film-film Amerika. Sepanjang menonton film, saya terus bertanya-tanya: kenapa perbudakan pernah diamini begitu banyak orang? Peradaban macam apa itu yang disusun oleh orang-orang biadab? Kenapa juga lahir dengan kulit hitam adalah kesalahan? Akh, akh, sesak rasanya….

Cast;
Chiwetel Ejiofor – Solomon Northup
Michael Fassbender – Edwin Epps
Lupita Nyong’o – Patsey
Sarah Paulson – Mary Epps
Benedict Cumberbatch – William Ford
Brad Pitt – Samuel Bass
Paul Dano – John Tibeats
Adepero Oduye – Eliza
Paul Giamatti – Theophilus Freeman
Garret Dillahunt – Armsby
Scoot McNairy – Brown
Taran Killam – Hamilton
Chris Chalk – Clemens Ray

Sutradara: Steve McQueen
Producser: Brad Pitt, Dede Gardner, Jeremy Kleiner,Bill Pohlad, Steve McQueen, Arnon Milchan, Anthony Katagas
Screenplay: John Ridley (didasarkan pada buku ”    Twelve Years a Slave” nya Solomon Northup)
Musik: Hans Zimmer
Sinematografi: Sean Bobbitt
Rilis: 30 Agustus 2013
Durasi: 134 menit

Awards:
Golden Globe 2014: Best Motion Picture – Drama
– BAFTA Awards 2014: Best Film
– Screen Actors Guild Awards 2014: Outstanding Performance by a Female Actor in a Supporting Role (Lupita Nyong’o)
and many, many more awards….

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: