Beranda > Drama Korea > Reply 1994

Reply 1994

Pensaran sama Reply 1994 setelah nonton  yang sangat mengesankan. Tentu saja saya berharap Reply 1994 sama bagusnya dengan . Apalagi cast-nya juga cukup saya suka:  dan . Terutama . , saya nonton film terakhirnya, Papa, dan aktingnya menurut saya pas-pasan.  selama ini selalu jadi pemain lapis kedua, bahkan dia menjadi si jahat over acting di . Tampangnya juga tak bisa dibilang sangat tampan meski good looking, tapi entah bagaimana saya cukup menyukainya.

Seperti Reply 1997, alurnya mundur

Seperti Reply 1997, alurnya mundur

Saya tak sabar menanti-nanti sampai drama ini selesai tayang di negaranya sono, hingga bisa dengan mudah diakses di lapak-lapak CD. Saking antusiasnya, saya sampai mencari-cari bocorannya di internet. Dan seperatinya ini bukan ide yang bagus karena saya jadi tahu jalan ceritanya meski belum nonton filmnya.

Na-jung

Na-jung

Ketika tahu bahwa  bukanlah aktor utama, saya merasa kecewa. Saya tak familiar dengan Jung-woo meskipun sebenarnya dia cukup terkenal dalam dunia drama Korea. Dan karena ekpektasi saya adalah  akan berpasangan dengan  dan ternyata tidak, saya pun tak lagi antusias ingin nonton drama ini. Meski begitu, ketika ada waktu luang saya tetap menontonnya.

Trash Oppa yang cuek tapi care, love his character :)

Trash Oppa yang cuek tapi care, love his character🙂

Seperti judulnya, drama ini sebagian besar merupakan flash back ke tahun 1994. Alurnya sama dengan Reply 1997 yang menggunakan alur maju mundur. Adegan pertama adalah kehidupan masa kini tentang si tokoh utama, Na-jung () yang menonton video pernikahannya. Dan yang kemudian menjadi tekateki utama adalah siapa mempelai prianya. Persis sama dengan Reply 1997 kan?

Loving Chilbong, sayang he's just 2nd man :(

The Loving Chilbong, sayang he’s just 2nd man😦

Meski begitu, Reply 1994 tetap menyajikan cerita yang berbeda. Setidaknya tokoh-tokohnya. Di sini adalh keluarga Na-jung yang baru pindah ke Seoul dari daerah. Ayah Najung () seorang pelatih baseball dan ibunya () ibu rumah tangga yang sangat suka memasak, mirip karakter ibunya Shi-won di . Turut pindah bersama keluarga ini adalah cowok yang dijuluki Trash (),seorang mahasiswa kedokteran. Trash ini orangtuanya sahabat baik keluarga Najung dan karenanya sudah dianggap seperti anak sendiri sama ortunya Na-jung. Hubungan Na-jung – Trash sudah selayaknya abang-adik. Meski begitu diam-diam Na-jung naksir Trash.

Haetae & Shampcunpo...:D

Haetae & Shampcunpo…:D

Ngekost di rumah Na-jung adalah Haitai (), kuliah satu jurusan sama Na-jung. Haitai ini juga dari daerah dan karenanya sering kali jadi bahan ledekan karena dianggap udik. Haitai ini karakternya hangat, cerewet, ogah dianggap udik tapi tak bisa menyembunyikan keudikannya, hihi.

Si jutek Yoon-jin :)

Si jutek Yoon-jin🙂

Lain lagi dengan Yeo-jin. Dia juga dari daerah, masih satu wilayah sama tempatnya Haitai tapi beda kota. Karakternya tertutup tapi galak. Satu-satunya hal yang terpenting dalam hidupnya adalah Seo Ta-ji meski belakangan ia mulai membuka diri dengan teman-temannya.

Pendatang berikutnya adalah Sam Choen-pong. Dia juga dari daerah dan kuliah satu jurusan sama Na-jung Haitai. Sebenarnya dia paling muda, tapi muka tua dan ini sering jadi bahan ledekan. Dia anak nelayan kaya di kampungnya dan gayanya sangat udik. Tapi dia selalu sok ingin terlihat keren meski ujung-ujungnya justru menunjukkan keudikannya.

reply 1994-17

Chil-bong () adalah pemain baseball yang amat dibanggakan ayah Na-jung. Ia asli Seoul. Gaya dan penampilannya keren dan jadi pusat kekaguman teman-temannya karena dia anak kota. Meski begitu, dia cenderung lugu karena lebih banyak menghabiskan waktu buat latihan baseball daripada gaul. Dia diajak tinggal di rumah Na-jung oleh ayahnya Na-jung karena ibunya menikah lagi. Kehangatan keluarga Na-jung dan teman-teman barunya yang dari daerah membuatnya senang. Dan karena dia nggak pernah punya kesempatan gaul sama cewek, diam-diam dia naksir Na-jung.

Bersama Chil-bong adalah Binggure (), dia sepupunya Chil-bong dari daerah. Meski begitu, dia punya tampang seperti anak kota dan karenanya bebas dari ledekan udik. Dia juniornya Trash, tapi lebih senang mendengarkan musik daripada belajar kedokteran.

reply 1994-16

Tujuh orang ini kemudian akan menjadi sahabat akrab hingga dewasa kelak. Cerita pun akan berkisar tentang mereka. Mirip-mirip sama Reply 1997 lah, dimana masing-masing karakter punya cerita sendiri-sendiri yang cukup menarik meski tokoh utamanya tentu sudah bisa ditebak sejak di episode pertama.   Dan seperti halnya Reply 1997, tokoh-tokohnya adalah orang-orang biasa dengan kisah-kisah biasa. Tapi tentu saja justru di situlah kekuatannya, sehingga penonton bisa dibuat hanyut. Ceritanya ringan dengan humor-humor segar yang menghibur.

reply 1994-15

Yeah saya sedikit kecewa karena secara rumus cerita tak ada yang baru dari : cinta di antara dua orang yang tumbuh sejak kecil, hidup bersama dan bahagia sampai dewasa. Meski begitu, cukup recommended untuk pecinta drama Korea.

Cast:
– Sung Na-jung
– Sseureki (Trash)
– Chilbongi
Kim Sung-kyun – Samchunpo
– Haetae
– Binggeure
Min Do-hee – Jo Yoon-jin

 – Sung Dong-il (ayahnya Najung)
– Lee Il-hwa (ibunya Najung)
– Sung-joon
– Kim Dong-woo

Drama: Reply 1994/ Answer Me 1994/ Eungdabhara 1994 ( 응답하라 1994)
Sutradara:
Penulis: Lee Woo-Jung
Tayang: tvN, 18 Oktober – 28 Desember 2013
Episode: 21
Bahasa/Negara: Korea / Korea Selatan

Note: Tokoh-tokog di “” (, , Shin So-Yul, Lee Si-Yeon and  )  jadi cameo ep.16 dan  17

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: