Beranda > Film Barat > Nowhere Boy

Nowhere Boy

Kadang saya berpikir bahwa salah satu hal terhebat dari abad 20 salah satunya adalah The Beatles. Bagaimana tidak, band asal Inggris itu dibentuk tahun 60-an, tapi musiknya tak lekang oleh zaman. Saya bukan beatlesmania, saya nggak tahu banyak soal The Beatles, tapi saya cukup menyukai lagu-lagu The Beatles. Musiknya enak didengar tapi nggak murahan, lirik-liriknya sederhana tapi keren, suara John Lennon/McCarthy yang merdu…Saya pikir, seperti halnya musik klasik, The Beatles akan abadi!

Aaron Johnson as young Lenon

Aaron Johnson as young Lenon

Jadilah saya pengin banget nonton ‘Nowhere Boy’, salah satu film yang menceritakan tentang masa mudanya John Lennon. Yups, kebesaran nama The Beatles memang selalu dikaitkan dengan John Lennon. Mungkin karena kematiannya yang tragis justru memberi sentuhan ‘romantis’ pada sosok John Lennon, dan pada akhirnya The Beatles (ironis ya?) juga. Selintas di pikiran saya, apakah kalau John Lennon masih hidup, atau seenggaknya nggak mati karena ditembak, orang akan melihat The Beatles seperti sekarang? Hmmm, whatever…

nw boy

Nowhere Boy sendiri berkisah tentang masa remaja Lennon. Lennon muda tinggal bersama bibinya, Mimi dan Paman George yang tak punya anak. Paman George lelaki yang hangat dan menyenangkan, sementara Mimi perempuan judes dan kaku. Meski begitu, ia sangat menyayangi John. Ketika Paman George meninggal, John hanya tinggal bersama Mimi. John mulai sering bertengkar dengan Mimi. Maklum lah, anak muda yang lagi labil ketemu sama bibi-bibi jutek, pasti banyak nggak cocoknya. Di antara pertengkaran dengan bibinya, John mulai mengunjungi ibunya, Julia (sepertinya lagu ‘Julia’ terilhami dari ibunya). Ibunya sebenarnya seorang perempuan menyenangkan dan menyukai musik (mungkin dari ibunyalah bakat musik John muncul), tapi juga perempuan yang rapuh. Ibunya sudah berpisah dengan ayah kandung John ketika John masih sangat kecil. John yang terombang-ambing antara ikut ayah atau ibunya, akhirnya diasuh oleh Mimi. Ibu John menikah lagi dan sepertinya suami barunya tak biasa dengan kehadiran John. Begitulah, John merasa diabaikan ibunya. Hmm, sedih ya😦

Julia

Julia

Mungkin rasa sedih ini yang justru menjadi energi positif John untuk berkreasi. John mulai menekuni musik dengan teman-temannya di sekolah dimana sepertinya ia cukup populer. Ia mendalami permainan gitar dari teman barunya yang berbakat, Paul McCartney yang lebih muda dua tahun darinya dan kemudian membuat band, The Quarrrymen. Dari sinilah cikal bakal The Beatles kelak.

Lennon & McCharty

Lennon & McCartney

Usai sekolah menengah, John bersama bandnya memutuskan merantau ke Hamburg. Dan perjuangan meniti karir seorang ‘Nowhere Boy’ pun akan dimulai. That’s all. Sebuah cerita ‘sederhana’ tentang masa muda seorang legenda, John Lennon. Jika membaca biografinya, diketahui kalau masa-masa dewasa John Lennon sering terlibat masalah (ngedrug, alkohol, kisah cintanya). Mungkin dengan menengok cerita masa mudanya ini, bisa dipahami kenapa ia tumbuh seperti itu. Yeah, kisah hidup orang-orang ‘besar’ kadang memang penuh drama ya? Mengenai filmnya sendiri, saya pikir cukup mampu mengisahkan sepenggal cerita hidup John muda yang penuh gejolak dengan baik. Satu hal yang agak mengusik: kenapa castnya nggak dicari orang yang mirip John Lennon, at least didandanin a la John Lennon ya biar lebih pas? Aaron Johnson bermain dengan apik, cuma saya pikir dia sama sekali nggak punya wajah ala John Lennon, hihi dan ini agak mengganggu imajinasi saya tentang John Lennon di film ini dengan John Lennon sungguhan. Tapi overall, bagus kok.

The Beatless!

The Beatless!

Cast:
Aaron Johnson – John Lennon
Thomas Brodie Sangster – Paul McCartney
Kristin Scott Thomas – Mimi Smith
David Threlfall – George Toogood Smith
Josh Bolt -Pete Shotton
Ophelia Lovibond – Maria Kennedy
Anne-Marie Duff – Julia Lennon
Sutradara: Sam Taylor-Wood
Produser: Robert Bernstein, Douglas Rae
Screenplay: Matt Greenhalgh (Based onImagine This: Growing Up With My Brother John Lennon”  by Julia Baird)
Musik: Alison Goldfrapp, Will Gregory
Sinematografi: Seamus McGarvey
Rilis: 26 Desember 2009
Durasi: 99 menit
Negara/ Bahasa: UK/ Inggris

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: