Beranda > Film Jepang > Strawberry Shortcakes

Strawberry Shortcakes

Usai nonton film ‘Strawberry Shortcake’. Sebenarnya sudah lama menyimpan file film ini, tapi tak terlalu berminat untuk menonton. Judulnya, mengingatkan  saya sama salah satu seri kartun Jepang, meski saya pernah baca sekilas ulasan film ini yang sama sekali nggak ada kaitannya sama anime. Bahkan ada ulasan yang menulis kalau filmnya nggak jelas. Well, saya pun jadi nggak terlalu berminat menontonnya. Apalagi, film Jepang memang kadang-kadang terlalu absurd.

Strawberry-Shortcakes-1

Hingga di antara bengong, saya iseng memutar film ini. Scene pertama, membuat kening saya berkerut: seorang cewek yang meratap-ratap di kaki seorang cowok, yang kemudian mencampakkannya. Komikal kah? Tapi dari narasinya, sepertinya ini bukan jenis drama komikal seperti kebanyakan drama-drama Jepang. Dan entah kenapa, ada sesuatu di film ini yang membuat saya ingin terus mengikutinya.

Satoko dam Ahiyo

Satoko dam Ahiyo

Film ini melibatkan empat karakter yang secara tidak langsung saling berdekatan. Satoko, cewek bertampang biasa (dia yang muncul di adegan pertama). Setelah dicampakkan lelaki yang disukainya, dia sudah menata hidup. Bekerja sebagai penerima telepon di sebuah rumah bordil “Heaven’s Gate”. Meski begitu, dia cewek sederhana yang memimpikan untuk mencintai dan dicintai dengan tulus. Bintangnya “Heaven’s Gate” adalah Akiyo yang cantik. Meski dia sangat laris, tapi dia sesungguhnya membenci pekerjaannya.

Chihiro

Chihiro

Di tempat lain, ada Toko yang tinggal bersama temannya, Chihiro. Toko seorang pelukis. Sehari-hari ia berkutat dengan cat dan kanvas di apartemennya. Melukis adalah satu-satunya hal terpenting dalam hidup Toko dan ketika orang tak menghargai karyanya, ia merasa depresi dan menderita bulimia. Ia juga mendamba cinta. Diam-diam ia jatuh cinta pada teman baiknya, Kikuchi, yang tak punya perasaan yang sama.

Chihiro seorang office girl di sebuah perusahaan. Ia lembut dan feminin. Ia memimpikan hubungan yang ideal dengan seorang lelaki. Namun begitu, ia justru terjebak hubungan dengan lelaki brengsek.

Toko

Toko

Well, ini adalah potret tentang para perempuan muda urban dengan ambisi, mimpi dan kegelisahannya. Tadinya, saya berpikir bahwa ini film yang ambisius. Tapi setelah diikuti, ternyata justru ini film dengan cerita yang sangat realistik. Ada beberapa bagian yang kadang membuat kita merasa “well, saya juga pernah mengalami hal seperti itu”. Perasaan sendirian, merasa nggak cukup dengan yang kita miliki, ketakutan-ketakutan akan karir dan kebahagiaan…Semuanya disajikan dengan solid dari scene ke scene. Memang ada beberapa adegan yang menurut saya agak overexpose sih (beberapa adegan ‘dewasa’yang menurut saya nggak terlalu perlu). Tapi overall, saya menyukai film ini. Apalagi endingnya juga terasa sangat optimis.

Note:
yang meranin tokoh Toko, ternyata penulis asli manganya. Hmm, pantes kesan ‘nyeni’nya dapet banget dia, ya?

Cast:
Chizuru Ikewaki – Satoko
Noriko Nakagoshi – Chihiro
Yuko Nakamura – Akiyo
– Toko Iwase
Ryo Kase – Nagai
Masanobu Ando – Kikuchi

Judul: Strawberry Shortcakes /Sutoroberii Shooto Keikusu (ストロベリーショートケイクス)
Sutradara: Hitoshi Yazaki
Penulis :  (manga) Kyoko Inukai (screenplay)
Produser: Takashi Asai
Sinematografer: Isao Ishii
Rilis: 23 September 2006
Durasi: 127 min.
Bahasa/ Negara: Jepang

Awards:
– Best Supporting Actress: Yûko Nakamura, 2006 – Yokohama Film Festival
– Best Cinematography: Isao Ishii, 2006 – Yokohama Film Festival

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: