Beranda > Drama Korea > When a Man Loves (2)

When a Man Loves (2)

Tujuh tahun kemudian.
Kehidupan Taesang sudah berubah, dia berhasil mengelola Golden Tree, bisnis keuangan yang sehat, sementara Chang-hee masih dipenjara. Pendeknya, Taesang sudah benar-benar tobat dan hidup berkecukupan. Di sisi lain, meski sudah lulus kuliah, kehidupan Mido belum membaik. Ayahnya sakit (aargh, selalu begitu bukan?😦 )Ia ditolak kerja di tempat yang diingininya dan menerima pekerjaan sebagai waitress di restoran, masih dengan sikap kerasnya tentu saja. Di restoran itu pula, ia kembali dipertemukan dengan Taesang yang sedang makan malam dengan Baek Sung-joo.

When a man Loves-14

Sosok lain muncul: Lee Jae-hee (adiknya Chang-hee) yang sudah lulus kuliah dari universitas terkenal di luar negeri. Sebelum masuk penjara, Changhee sudah pesen sama Taesang untuk mengirim adiknya yang pintar ke luar negeri. Jaehee mengatakan kalau dia akan melamar di perusahaan Taesang karena ingin membalas budi Taesang.

Pertemuan kembali Taesang – Mido, membuat Taesang senang. Dia memutuskan untuk mempekerjakan Mido di perusahaannya, karena Taesang ingin Mido selalu di sisinya. Pendeknya, Taesang jatuh cinta sama Mido. Hal yang tentu saja buat Sungjoo cemburu. Hmm, poor Sungjoo, padahal dia sudah melakukan banyak hal buat Taesang.

When a man Loves-24

Mido menerima Taesang karena utang budi. Di sisi lain, dia juga butuh uang karena ayahnya sakit (klise ya?). Tapi ia belum bisa melupakan kalau Taesang di masalalu adalah gangster yang mengerikan. Karena melihat Mido yang tak bahagia, Taesang pun mengirim Mido ke Guam. Katanya sih perjalanan bisnis, padahal sebenarnya jalan-jalan buat menghibur diri. Mido menerimanya. Dan ini lah awal ‘bencana cinta’ mereka.

Di saat yang sama, Jae-hee juga lagi liburan ke Guam. Bisa ditebak, mereka akan ketemu. Hmmm, tapi saya cukup suka proses ketemuan nggak sengaja mereka. Nggak terlalu klise dan butuh beberapa waktu. Jae-hee yang ramah dan ceria, membuat Mido banyak tertawa selama masa liburan itu. Apalagi karena berbagai kebetulan membuat mereka terusan ketemu. Seneng lihat hubungan mereka. Kalau saya jadi Mido, saya juga akan seneng ketemu cowok keren kayak Jae-hee. Saya pikir, sosok Jaehee adalah karakter terbaik di drama ini (kalau belakangan dia berubah, itu hal lain). Cerdas, humoris, dan kesan mudanya dapet banget, dengan semangat bertualang. Saya mulai jatuh cinta sama karakter Jae-hee, hihihi…

When a man Loves-

Taesang yang nggak bisa kontak Mido, akhirnya nyusul ke Guam. Di saat yang sama juga, Sungjoo ke Guam buat nyusul Taesang. Dan well, well, mulai cemburu cemburuan deh antara Sungjoo-Mido. Tapi momen ini Jaehee-Mido-Taesang belum dipertemukan. Karena lagi-lagi merasa utang budi sama Taesang, Mido akhirnya memutuskan pulang duluan sama Taesang. Padahal dia seharusnya janji ketemuan sama Jaehee. Mido cuma kirim sms, kalo dia merasa senang banget selama 3 hari bareng Jaehee. Itu adalah hal paling membahagiakan dalam hidupnya. Tapi dia mutusin untuk melupakannya dan kembali ke kehidupan biasanya. Oke. Saya bisa terima itu. Jaehee juga, meski kecewa, sepertinya menerima itu. Pun ketika Jaehee ketemu Mido di Seoul, ketika Mido mengatakan bahwa Mido lebih memilih pacarnya sekarang, Jaehee merima dengan sportif dan bilang tak akan menemui Mido lagi. Saya seneng lihat ekspresi Jaehee waktu ngomong begitu. Santai banget sambil makan bekalnya.

Tapi yah, kita semua tahu bahwa itu tak akan terjadi. Jaehee kembali ke Seoul dan mulai bekerja di perusahaan Taesang dan ketemu sama Mido lagi.Satu tim lagi. Janji untuk saling melupakan pun jadi nggak memungkinkan. Sulit bukan? Kita suka sama seseorang, ingin melupakannya tapi orang itu ada di depan mata kita tiap hari? Gimana, coba?

Dan begitulah, konflik cinta segitiga akan dimulai. Segi empat mungkin kalau ditambah Sungjoo. Cerita yang biasa sih, tapi alur ceritanya dibuat sedemikian rupa hingga membuat emosi dan penasaran.

When a man Loves-6

Sayang, karena menurut saya, scriptnya semakin kesini semakin memburuk. Ada banyak hal yang terasa dipaksakan. Karakter Mido menjadi sangat tidak jelas. Dia digambarkan mulai menyukai Taesang, tapi juga tak bisa melupakan Jaehee. Jaehee tak bisa disalahkan awalnya, karena dia tak tahu kalau pacar Mido adalah Taesang. Oke saya bisa menerima kalau Mido memang masih mendua. Habis duaduanya keren sih. Taesang dewasa dan melindungi, sementara Jaehee anak muda banget dengan pikiran yang sangat moderat. Jaehe lah yang menyemangati Mido untuk mengejar impiannya jadi sutradara pertunjukan.  Oke cukup masuk akal. Tapi melewati separuh cerita, saya merasa cerita benar-benar memburuk dan ingin banget nulis ulang ceritanya. Sikap Mido makin nggak jelas. Dia bilang mulai menyukai Taesang, tapi dia juga mengatakan suka sama Jaehee. Ketika Taesang melepaskannya, hubungannya sama Jaehee juga aneh. Dan yang paling buat emosi adalah ending-endingnya. Menyebalkan banget menurut saya.

Oke saya menerima kalau Jaehee marah sama Taesang karena dihasut sama Sungjoo dan Yoongap. Tapi kebenciannya jadi tak rasional menurut saya. Sepertinya penulis kewalahan karena sejak awal karakter Jaehee menurut saya sangat sempurna hingga membayangi tokoh utama, Taesang yang menurut saya malah mulai membosankan. Mungkin karena tetap ingin meng’hero’kan tokoh utama, karakter Jaehee pun dibuat ‘cacat’ hingga jadi agak jahat. Hmm, sebel banget karena rasanya si penulis merusak karakter Jaehee semena-mena😦

Suka dengan karakter Jaehee, sayang penulisnya justru merusak karakternya di akhirakhir :(

Suka dengan karakter Jaehee, sayang penulisnya justru merusak karakternya di akhirakhir😦

Saya juga menerima kebimbangan hari Mido. Tapi saya benar-benar nggak ngerti dengan sikapnya yang mendadak sangat tidak jelas. Oke dia sulit menerima Taesang karena tak bisa melupakan Jaehee. Putus. Seharusnya dia mulai bahagia dong, tapi dia malah mikirin Taesang terus. Apa sutradara ingin menunjukkan kalau hasratnya ke Jaehee adalah hasrat pemberontakan ala anak muda, dan setelah tercapai dia merasa puas dan mulai memikirkan hal lain? Jika memang demikian, saya pikir digarap dengan buruk karena jalan cerita tak cukup mampu menceritakan demikian. Bagaimana juga dia berakhir sama Jaehee nggak jelas. Setelah apa yang mereka lalui, jikapun memutuskan untuk jalan sendiri-sendiri, mungkin karena Jaehee juga nggak enak sama Taesang yang sudah banyak membantunya, seharusnya juga ada penyelesaian yang jelas. Saya benar-benar nggak ngerti. Hubungan mereka menggantung begitu saja. Kayak waktu Mido mau pergi ke bandara, kenapa Jaehee nggak ngantar? Saya nggak keberatan kalau Mido pada akhirnya milih Taesang. Jaehee masih muda dan keren, dia layak cari cewek lain yang lebih keren juga, hihi. Tapi itu tadi, nggak jelas.

Endingnya juga terkesan dipaksain banget. Seperti yang diduga orang sejak awal, tokoh utama cowok akan bersama tokoh utama cewek. Oke, seandainya diceritakan dengan lebih elegan saya bisa nerima. Tapi ini tiba-tiba ketemuan dan saling mengungkapkan perasaan. Aaarghhhh…menyebalkan.

Changhee & Jaehee brotherhood, satusatunya hal terbaik di drama ini :)

Changhee & Jaehee brotherhood, satusatunya hal terbaik di drama ini🙂

Konflik2 lain yang mengiringi cerita drama ini selain kisah percintaan, cukup menarik lah. Taesang terpisah dari ibu dan adiknya sejak umur 17  tahun karena ibunya lari sama suami orang. Dan tentu saja, mereka akan bertemu lagi. Lalu hubungan Jaehee dan kakaknya Changhee yang menurut saya adalah satu-satunya hal terbaik dalam drama ini sejak awal sampai akhir. Ada juga si ketua gangster Yoongap yang selalu overacting mengusik Taesang tapi di sisi lain punya sisi romantis karena cinta mati sama Sungjoo. Saya pikir, konflik-konflik sampingan cukup proporsional tapi ya itu tadi, cerita utamanya malah jadi kacau. Dengan castnya yang bagus, sayang banget nggak disertai script yang solid dan bagus.😦
Meski begitu, tetap layak tonton kok. Saya aja rela belabelain mengikuti episode demi episodenya hingga tuntas (bahkan saya sampai menuliskannya panjang lebar di blog ini )  :)

Note:
Saking gemesnya saya sama drama ini, saya jadi ngebayangin, seandainya saya dikasih kesempatan buat nulis scriptnya. Saya bisa memikirkan dua versi.

– Versi 1: Taesang dan Mi-do bakal bersama. Taesang beneran jatuh cinta sama Mido. Tapi itu kemudian, ketika 7 tahun kemudian, bukan tahun sebelumnya. Saya kurang suka ide kalau Taesang mulai jatuh cinta sama Mido waktu dia ketemu Mido saat Mido masih pelajar, masih sangat muda. Bagi saya, itu kayak pedofil. Mido masih sangat muda. Mungkin Taesang hanya sekadar simpati saja waktu itu, menganggapnya adik kek. Baru kemudian ketika 7 tahun berlalu, Taesang melihat Mido sudah tumbuh jadi perempuan yang menarik dan bener-bener jatuh cinta. Sementara Mido masih belum bisa melupakan siapa Taesang di masa lalu. Tapi dia nerima Taesang karena utang budi, sementara di sisi lain dia selingkuh sama Jaehee. Perhatian dan kasih sayang Taesang diam-diam meluluhkan hatinya. Jaehee juga kemudian tahu Taesang yang cinta mati sama Mido. Jaehee yang merasa berhutang banyak pada Taesang, akhirnya memilih mundur. Well, dia masih muda dan bisa mendapat banyak kesempatan. Begitu deh, Mido akhirnya bersama Taesang. Lucu juga kalau Chang-hee sama Baek Sung-joo. Sung-joo merasa luluh dengan kelembutan Chang-hee.

Versi 2:
Jae-hee sama Mido. Taesang sama Sungjoo. Taesang mencintai Mido, Mido menerima Taesang karena utang budi. Tapi ketika ketemu Jaehee, dia menemukan cinta yang sesungguhnya. Meski dia berusaha untuk tak menyakiti Taesang, tapi hatinya tetep ke Jaehee. Taesang mengetahui hal ini dan berusaha memisahkan mereka. Jaehee juga merasa tak enak begitu tahu kalau Taesang mencintai Mido. Tapi Mido dan Jaehee saling mencintai. Taesang akhirnya berbesar hati, menyerahkan Mido ke Jaehee. Dia belajar menerima Sungjoo yang mencintainya dengan tulus. Mido mengejar mimpinya dan akhirnya hidup bersama Jaehee di Hongkong menjalani hidup bahagia dengan mimpi dan cinta mereka. Taesang menikah sama Sungjoo, hidup bahagia dalam kesalingmengertian orang-orang dewasa. Every body happy🙂

Cast:
– Han Tae-sang
–  Seo Mi-do
 – Baek Sung-joo
 – Lee Jae-hee

 – Seo Mi-Joon  (adik Mido)
 – Ddol-Yi
Kang Shin-Il – Seo Kyung-Wook
Oh Yeong-Sil – Choi Sun-Ae
Lee Chang-Hoon – Koo Yong-gap
Kim Sung-Oh – Lee Chang-Hee
Jo Jae-Ryong – Yoon Dong-goo
Kim Seo-Kyung – Roy Jang (Han Tae-Min)
Park Min-Ji – Eun-Ae
Nam Kyoung-Eub – Jang Ji-Myung (Jae-Hee’s father)

Judul: When a Man Loves / Man In Love /Namjaga Saranghal Ddae (남자가 사랑할 때)
Sutadara: Kim Sang-Ho
Penulis: Kim In-Young
Tayang: MBC , April 3 – June 6, 2013
Episode: 20
Bahasa/Negara: Korea/ Korea Selatan

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: