Beranda > Drama Korea > When a Man Loves (1)

When a Man Loves (1)

Akhirnya, menyelesaikan ‘When a Man Loves.’ Hmm, tumben-tumbenan saya bisa mengikuti drama ini dari episode per episode.Yeah, setelah sekian lama, di antara tumpukan drama seri Korea saya, yang jarang sanggup saya ikuti dengan detail karena ceritanya yang begitu-begitu saja, saya merasa When a Man menyajikan cerita dan plot yang berbeda.

Pada episode pertama, saya merasakan ‘energi’ dari drama ini. Cerita dimulai dari tujuh tahun sebelumnya, ketika Han Tae-sang masih seorang gangster yang bekerja sebagai penagih utang. Sejak awal kemunculannya, saya sudah merasa bersimpati pada sosok Han Tae-sang yang berkharisma. Well, tentu saja ini karena  yang memang sudah sangat berpengalaman memerankan diri sebagai sosok gangster. Yeah, meskipun sudah cukup berumur, ahjussi satu ini tetap enak dilihat🙂

Song Seung-heon memang cocok dengan peranperan seperti ini

Song Seung-heon memang cocok dengan peranperan seperti ini

Pada episode pertama ini, juga diperkenalkan sosok pemeran utama perempuan (yeah, bagaimanapun judul drama ini melibatkan kata ‘loves’ dan bukan dunia gangster): Seo Mi-do (), seorang pelajar. Dia tengah antri pembagian beras untuk orang miskin. Ketika ada wartawan yang agak memaksa mau mewancarai, ingin menanyakan pendapatnya soal pembagian beras ini, dia berang. Menerima jatah beras seperti itu memalukan. Hmm, saya juga mulai menyukai karakter Mi-do yang penuh harga diri. (Sebenarnya saya kurang suka   setelah aktingnya yang menurut saya menyebalkan di ‘Fashion King.’) Karena kesal, Mi-do mencampakkan karung beras yang dibawanya. Saat itu, seorang anak muda berkacamata melihatnya, dan karena merasa kenal, dia pun membantu membawakannya sambil berusaha memulai komunikasi, yang tentu saja dijawab ketus sama Mi-do. Pada momen itu saya tak terlalu berpikir kalau cowok berkacamata ini akan jadi sosok yang penting dalam drama ini.

Apa yang salah: script atau actingnya? :(

Apa yang salah: script atau actingnya?😦

Ayah Mi-do mengelola sebuah toko buku dan terjerat utang dengan rentenir. Ia sampai pada tenggat pembayaran dan para gangster menyambanginya, menagih hutang dengan kasar. Yeah, bisa ditebak siapa gangsternya. Yups, Tae-sang cs. Dan begitulah pertemuan Tae sang – Mi do dimulai. Ketika melihat kekasaran Tae-sang cs, Mi-do dengan galak melawan. Sifat keras Mi-do ini, mengingatkan Tae-sang saat ia masih di usia yang sama. Flashback, dia dulu juga gigih melawan ketika didatangi rentenir. Ditambah lagi, nggak sengaja Taesang menemukan kartu hasil ujian Mi-do, dan melihat nilainya yang bagus. Di masalalu, Taesang juga begitu. Mido dan keluarganya pun mendapat kompensasi. Nggak hanya itu, karena kemudian Taesang memberi beasiswa sama Mido dan saya senang mendengar argumentasinya kenapa dia kasih beasiswa itu: dia nggak ingin melihat Mido karena nggak ada yang menolong ketika mengalami masa sulit, kemudian memilih jalan hidup yang buruk seperti dirinya. Argumentasi yang benar-benar bagus, bukan?

Yeon Woo-jin, nama yang terbilang baru di drama Korea. But he's impressive

Yeon Woo-jin, nama yang terbilang baru di drama Korea. But he’s impressive

Taesang merasa buruk dengan pekerjaannya sebagai gangster. Pertemuannya dengan Mido yang mengingatkannya akan masa lalu,mengusiknya dan membuatnya merenungkan kehidupannya. Dalam hal itu, dia punya teman setia, Chang-hee yang jadi anak buahnya. Dan Chang-hee ini, ternyata kakaknya cowok berkacamata, Jae Hee ().

Tapi sikap melembek Taesang, membuat berang bosnya, Kim dan dia berusaha mengusik Taesang. Apalagi, Kim memang nggak suka sama Taesang karena tahu kalau pacarnya yang cantik, Baek Sung-joo (yang dimainin sama , hmm, love her : ) ).

The beautiful Cha Jung Ahn, kenapa selalu jadi perempuan kedua? :(

The beautiful Cha Jung Ahn, kenapa selalu jadi perempuan kedua?😦

Kim berusaha melakukan berbagai cara untuk menjatuhkan Taesang, apalagi ketika diketahui Taesang membebaskan bunga utang keluarga Mido. Dia pun menjebak Taesang dengan menyandera Mido. Taesang terlibat perkelahian yang membuatnya terluka. Untunglah kemudian datang Lee Chang-hee menyelamatkan Taesang dan Kim pun terbunuh.

(bersambung)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: