Beranda > Film Korea > Poetry

Poetry

Wah, akhirnya ada yang upload juga di youtube film ini. Thanks a lot untuk sang uploader! Sudah lama saya memang penasaran sama film ini. Another  movie setelah Secret Sunshine. Dan seperti film sebelumnya, film ini juga dapat penghargaan di   meski untuk kategori yang berbeda🙂

Mencari inspirasi puisi dari sebutri apel :)

Mencari inspirasi puisi dari sebutri apel🙂

Poetry berkisah tentang seorang perempuan tua, Yang Mi-ja (), yang tinggal bersama cucu lelakinya yang beranjak remaja, Wook (). Sehari-hari, Mi-ja bekerja sebagai perawat lelaki jompo yang kena stroke. Di tengah pikun yang mulai menderanya (kelak ia divonis dimentia/alzheimer), Mi-ja menjalani hari-harinya dengan ceria. Ketika dilihatnya di Pusat Kebudayaan ada klub puisi, ia pun mendaftar. Saat kecil gurunya pernah mengatakan bahwa ia akan menjadi penyair kelak, dan hal itu yang mendorongnya untuk ikut klub, berharap bisa menulis sebuah puisi.

Poetry- 18

Lalu sebuah kejadian mengusik ketenangannya. Wook bersama teman gengnya, terlibat masalah kriminal di sekolah, terkait bunuh dirinya seorang anak perempuan bernama Agnes Park Hee-jin. Mi-ja diajak para orangtua yang lain untuk menyelesaikan masalah itu dengan uang. Namun bukanlah hal yang mudah bagi Mi-ja yang miskin. Maka ia pun melakukan berbagai cara untuk memecahkan masalah itu. Di sisi lain, kematian Agnes terus mengusik nuraninya. Dan Agnes kemudian menginspirasinya untuk menulis sebuah puisi.

Ini bukan cerita tentang heroisme seorang nenek. Sama sekali bukan. Ini adalah sebuah cerita yang sangat realistis tentang kehidupan seorang perempuan tua yang berusaha tetap menjalani hidup dengan penuh energi di hari-hari tuanya yang dirundung berbagai masalah. Ini juga tentang gap antar generasi yang kita bisa kita lihat di sekeliling kita (kita bisa melihat hubungan Wook dan neneknya di sekitar kita). Ini juga tentang kemunafikan dan matinya nuraniyang juga banyakkita lihat dalam kehidupan sehari-hari (bagaimana bisa para Bapak itu bicara soal kematian Agnes tanpa rasa berdosa?? memukakkan!), juga tentang puisi tentunya….

Akh...

Hubungan nenek-cucu yang menyesakkan. Akh…

Tidak seperti judulnya, ini bukanlah film dengan cerita yang ‘indah’, tapi lebih tepat dibilang ‘great story.’ Sedikit mengingatkan sama film ‘nya , tapi tetap beda kok. Apalagi eksekusi endingnya terasa sangat memuaskan. Yeah,tentu tak ada yang diragukan dari buah karya seorang   yang memang sudah diakui dikancah perfilman internasional. Pokoknya, must watched, deh!🙂

Note:
Kim Yong-Taek, pengajar kelas puisi memang penyair beneran.
Satu hal yang unik dari film ini, nggak ada soundtracknya. Keren kan?
– Puisi Bu Mi-ja yang dibaca di ending, ternyata kalau diartikan juga keren banget. Sampai merinding bacanya :p

Agnes Song

Bagaimana keadaanmu?
Seperti apa rasa sepimu?
Apakah masih merah ketika matahari terbenam?
Apakah burung-burung masih bernyanyi ketika kembali ke hutan?
Apakah kau menerima surat yang tak berani kukirimkan?
Apakah aku bisa menyampaikan…,
pengakuan yang tak berani kulakukan.
Apakah waktu berlalu dan mawar berguguran?
Sekarang saatnya mengucapkan selamat tinggal.
Seperti angin yang bertiup, kemudian pergi.
Seperti bayangan.
Untuk janji yang tidak pernah datang,
untuk cinta yang dikunci hingga akhir.

Untuk rerumputan yang menciumi pergelangan kakiku.
Dan untuk langkah kecil yang mengikuti aku.
Ini saatnya mengucapkan selamat tinggal.
Kegelapan telah tiba.
Apakah lilin dinyalakan lagi?
Di sini aku berdoa…
tak seorang pun akan menangis…
dan aku ingin dirimu tahu…
betapa aku mencintaimu.
Menunggu lama di tengah siang musim panas.
Sebuah jalan lama membentuk wajah ayahku.
Bahkan bunga liar kesepian malu-malu berpaling.
Begitu dalam cintaku.
Bagaimana hatiku berdesir dikala mendengar lagu samar darimu.
Aku mendoakanmu.
Sebelum menyeberangi sungai hitam.
Dengan napas terakhir jiwaku.
Aku mulai bermimpi…
di suatu pagi yang cerah…
aku terjaga lagi, dibutakan oleh cahaya…
dan bertemu denganmu…
berdiri disisiku.

(terjemahan ini saya ambil dari subtitle Indonesia yang saya ambil di subscene.com.  Penerjemah:
xtalplanet@yahoo.com )

Cast;
 – Yang Mi-ja
 – Jong Wook
Kim Hui-Ra – Mr Kang
 – ayahnya Kimbum
Kim Yong-Taek – Kim Yong-Taek (penyair)

Judul : Poetry/Shi (시)
Sutradara:  
Astrada: Park Jung-Bum
Penulis:  
Produser: Lee Joon-Dong, Yun Chang-Suk, Lee Dong-Ha
Sinematografi: Kim Hyun-Seok
Rilis: 13 Mei 2010
Durasi: 139 min.
Bahasa/Negara: Korea/ Korea Selatan

Awards
Cannes Film Festival 2010 ◦ “Award for Best Screenplay”
Philadelphia Film Festival  2010 ◦ “Masters of Cinema Special Mention”
Daejong Film Awards 2010
◦ “Best Film”
◦ “Best Actress” ()
◦ “Best Screenplay”
Critics Choice Awards 2010
◦ “Best Film”
◦ “Best Screenplay”
–  Korean Film Awards 2010
◦ “Best Film”
◦ “Best Director”
◦ “Best Screenplay”
Blue Dragon Film Awards  2010 ◦ “Best Actress” ()
Asia Pacific Screen Awards  2010
◦ “Best Performance by an Actress” ()
◦ “Achievement in Directing”
KOFRA Film Awards Ceremony 2011 ◦ “Best Film”
Asian Film Awards  2011
◦ “Best Director”
◦ “Best Screenwriter”
PaekSang Arts Awards  2011 ◦ “Best Director”
– Los Angeles Film Critics Association Awards 2011
◦ “Best Actress” ()

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: