Beranda > Film Korea > Punch

Punch

Senang banget akhirnya menemukan film ini. Usai nonton , saya makin penasaran sama aktingnya (padahal waktu nonton   saya nggak terlalu memperhatikan dia 🙂 ).

Wandeuk

Wandeuk

Well, di sini Yoo Ah-in main sebagai anak muda sekolah menengah, Doh Wan-deuk. Hidup nggak mudah bagi Wan-deuk. Sejak kecil, ia cuma diasuh ayahnya yang bungkuk dan sehari-hari bekerja sebagai penari kabaret. Pendeknya, keluarga Wan-deuk begitu miskin. Ditambah lagi kemudian tempat menari ayahnya bangkrut dan sang ayah pun kerja serabutan di pasar.

Bersama si guru nyentrik

Bersama si guru nyentrik

Prestasi Wan-deuk di sekolah biasa saja, ia lebih suka tidur daripada mendengarkan gurunya menerangkan di kelas. Satu-satunya kelebihan Wan-deuk adalah pandai berkelahi. Namun begitu, sebenarnya Wan-deuk bukan anak berandalan. Kenakalannya adalah kenakalan yang wajar sebagai anak yang tumbuh di tengah keluarga yang tak punya banyak waktu untuk berbagi kasih sayang. Dan hal itu sepertinya disadari benar oleh Dong-joo, guru sosiologinya yang nyentrik sekaligus tetangganya (really love Dong-joo’s character 🙂 ).

Wandeuk poor family

Wandeuk poor family

Awalnya, Wan-deuk membenci Dong-joo yang seolah mencoba ikut campur dalam kehidupan pribadinya. Bahkan setiap kali berdoa di gereja (karena nggak punya teman curhat, Wan-deuk selalu ‘curhat’ di gereja), Wan-deuk selalu minta agar Dong-joo mati terbunuh saja 😀

Ketika ayah Wan-deuk semakin sering bepergian, Dong-joo lah yang kemudian lebih banyak memperhatikan Wan-deuk dan saat itulah, Wan-deuk menemukan banyak sisi baik Dong-joo. Dong-joo juga yang kemudian membantu Wan-deuk bertemu dengan ibunya yang ternyata orang Filipina (hal yang awalnya bikin Wan-deuk tambah kecewa karena sepertinya beribukan imigran dari negara miskin adalah hal yang dianggap memalukan di Korea).

Namun hal-hal di sekitar Wan-deuk akhirnya mengajarinya banyak pengalaman berharga yang membuatnya lebih dewasa dalam berpikir dan tak lagi meratapi kemiskinannya. Dia juga mulai menemukan impiannya: kickboxing!

senagn akhirnya wandeuk menemukan dunianya

senagn akhirnya wandeuk menemukan dunianya

Salah satu film Korea terbaik saat ini. Ini bukan cuma soal coming age story, tapi juga mengangkat isu kehidupan imigran dari negara miskin dan sedikit berbau sosialisme. Berat kedengarannya? Tapi tenanglah, film ini tak terlalu ambisius, kok. Disajikan dengan cukup ringan dan segar meski tetap bernuansa ‘muram’ kehidupan orang-orang kelas bawah di Korea. Dan yang jelas, menonton film ini, membuat saya love ‘s acting more 😀

Note:
– Film ini berdasarkan novel penulis Korea, Kim Ryeo-Ryung, “Won-Deuk Yi“. Dalam novelnya, konon tak ada karakter Ho-jung (cewek yang ditaksir Dong-joo). Karakter Ho-jung ditambahkan mungkin untuk membuat dramatisasi film dan menurut saya itu bagus karena Dong-joo nggak kesepian 🙂

Jasmine Lee, yang jadi ibunya Wan-deuk memang beneran orang Filipina. Demikian juga yang jadi Hassan (penjaga gereja) yang merupakan imigran Asia Selatan yang kemudian menikah sama perempuan Korea.

Judul Lain: Won-Deuk Yi (완득이)
Sutradara:
Penulis: Kim Ryeo-Ryeong (novel), Kim Dong-Woo
Produser: Kim Dong-Woo, Ham Jung-Yub, Kim Jae-Joong
Sinematografi: Jo Yong-Kyu
Rilis: October 20, 2011
Durasi: 110 min.

Cast:
 – Doh Wan-deuk
 – Lee Dong-joo
Jasmine Lee – Ibu Won-deuk
Park Hyo-Joo – Ho-jung (cewek yang ditaksir Dong-joo)
Kang Byul – Yoon-ha
Kim Sang-ho – si tetangga cerewet, abangnya Ho-jung
Park Soo-young – ayah Won-deuk
Kim Young-jae – Paman Min-goo
Kim Dong-young – Hyeok-ju

Film Festivals:
Busan International Film Festival 2011 – Open Cinema *World Premiere
Berlin International Film Festival 2012 – Generation 14plus *European Premiere
Udine Far East Film 2012 *Italian Premiere

Awards
– Film of the Year Awards 2012 ■ Best Actor (Kim Yun-Seok)
– Discovery Award (Yoo Ah-In)
– Public Relation Award

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: