Beranda > Film Barat > We Need To Talk About Kevin

We Need To Talk About Kevin

Ketika melihat tayangan berita tentang ulah para ‘psikopat’ yang tak segan menghabisi nyawa orang, pernah terlintas di benak saya: kenapa? Kenapa Tuhan menciptakan manusia mengerikan semacam itu? Untuk apa dia menjalani hidup seperti monster begitu? Lama pertanyaan itu mengendap di benak saya.

Kevin

Lalu ‘tak sengaja’ saya nonton film ini: We Need To Talk About Kevin. Sebuah film yang menarik saya, semata karena label penghargaannya: Official Selection Cannes FF! Meski juga saya tak terlalu berharap banyak, karena seringnya film Cannes agak absurd.

Langsung saja. Film ini berkisah tentang seorang anak psikopat: Kevin. Kedengarannya agak menyeramkan, tapi tenanglah, ceritanya sendiri dirangkai sedemikian rupa sehingga lebih jadi semacam drama keluarga daripada thriller semacam No Country For Old Man yang mendebarkan itu.

Kevin, si bocah yang 'tak diinginkan'

Kevin, si bocah yang ‘tak diinginkan’

Di sini, tidak terlalu digambarkan aksi psiko-nya Kevin, tapi lebih dilihat dari sudut pikiran sang Ibu, Eva (). Bagaimana rasanya jadi ibu dari seorang anak psikopat? Berat sangat pasti. Dan hal itu tergambar jelas dari raut wajah Eva, yang dimainkan dengan sangat apik oleh aktris British, .

Ceritanya sendiri berupa flashback. Setelah sebuah kejadian mengerikan dan Kevin di penjara, kehidupan Eva yang semula ‘nyaman’ sampai pada titik balik. Dan saat itulah, dia merenungkan banyak hal. Dari awal ia hamil Kevin, ketika Kevin anak-anak dan kemudian beranjak remaja.

Bisa dibilang, Kevin adalah semacam anak ‘yang tak diinginkan’ meski buah hubungan Eva dan suaminya. Eva adalah perempuan karier, dan sepertinya tak terlalu menyukai ketika tahu dirinya hamil. Pun ketika kemudian Kevin lahir. Ia melihat, kehadiran Kevin seolah sebagai ‘pengganggu’ kenyamanannya. Dan Kevin, seolah tahu betul bahwa ibunya tak cukup menyayanginya. Mungkin ini semacam naluri seorang anak. Maka Kevin pun sejak kecil selalu membuat ulah. Melakukan hal2 yang membuat ibunya selalu ingin marah, seperti berak di celana, membantah ketika di ajak berbicara…Dan Eva selalu tak punya cukup kesabaran untuk menghadapi Kevin. Di sisi lain, Kevin justru selalu bersifat manis ketika berhadapan dengan ayahnya, seolah ingin membuat ibunya cemburu.

kevin3

Rasa marah dan kosong akan kasih sayang dari sang ibu inilah sepertinya yang menumpuk di hati Kevin hingga ia selalu berusaha mencari perhatian, termasuk ketika kemudian melakukan hal mengerikan di sekolahnya. Tentu saja, apa yang dilakukan Kevin tak lantas membuat kita bisa memaklumi aksi keji yang dilakukannya. Tapi setidaknya, melalui cerita film ini, penulis ceritanya mungkin ingin memberi gambaran bahwa seorang psikopat tak begitu saja jadi psikopat. Ada hal-hal yang membentuknya menjadi demikian, di film ini, digambarkan bahwa secara tak langsung ibunya lah yang membentuk Kevin jadi ‘monster.’ Mungkin juga psikopat2 yang lain: mereka tak lahir dengan otak seorang psikopat, tapi dibentuk oleh hal-hal ketika ia bertumbuh. Dan mungkin seperti judul film ini: We Need to Talk About Kevin. Mungkin Kevin ada di sekitar kita. Mungkin dia seorang anak-anak, remaja, orang dewasa, laki-laki,atau perempuan. Dan jika memang mereka ada di sekitar kita: we need to talk to them, bukan mengacuhkan atau malah memandang dengan sinis saja, karena jika demikian, kita sedang membantunya menjadi monster!

Cast:
– Eva Khatchadourian
– Franklin Plaskett
– Kevin (remaja)
Jasper Newell – Kevin (bocah)
Ashley Gerasimovich– Celia

Sutradara: Lynne Ramsay
Produser: Jennifer Fox, Luc Roeg, Bob Salerno
Screenplay: Lynne Ramsay, Rory Stewart Kinnear (berdasar novel “We Need to Talk About Kevin” karya Lionel Shriver)
Musik: Jonny Greenwood
Sinematografi: Seamus McGarvey
Editing: Joe Bini
Rilis: 12 May 2011 (Cannes Film Festival)
Durasi: 112 menit
Negara: UK, USA

Awards:
BAFTA Awards 2012:
-Nominasi: Best Director, Best Leading Actress (Tilda Swinton), Outstanding British Film
Cannes Film Festival 2011:
– Nominasi Palm d’Or (Lynne Ramsay)
Golden Globes, USA, 2012:
– Nominasi : Best Performance by an Actress in a Motion Picture – Drama (Tilda Swinton)

(and many more, see in imdb.com)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: