Beranda > Film Barat > Hugo

Hugo

Saya nggak tahu, apa para filmmaker di Hollywood sana memang janjian waktu mau bikin tema film atau cuma sebuah kesamaan yang kebetulan ketika muncul film dengan tema yang sama dalam waktu yang nyaris bersamaan. Dan tema itu adalah tentang film itu sendiri. Jika beberapa waktu lalu saya nonton The Artist, yang mengangkat cerita soal era terakhir film bisu, berikutnya, saya nonton Hugo.

Hugo-1

Awalnya, saya tak mengira bahwa Hugo, mengingat judul dan sinopsisnya, adalah film tentang film. Waktu pertama dengar judulnya, saya pikir ini film yang berkaitan dengan seniman legendaris Victor Hugo, tapi setelah baca sinopsisnya,saya tahu ini tak ada kaitannya dengan Pak Victor, melainkan cerita tentang seorang anak yatim piatu bernama Hugo.

Sampai beberapa menit awal saya nonton pun saya masih belum ngeh ini film sebenarnya cerita besarnya tentang apa. Saya malah berpikir agak berbau fantasi atau futuristik karena melibatkan robot-robotan segala, meski settingnya jadul. Ternyata…saya salah.

Hugo adalah cerita yang sangat realis. Mengisahkan tentang seorang anak yatim piatu yang setelah kematian ayahnya tinggal bersama pamannya yang pemabuk, penjaga jam stasiun di tengah kota Paris. Di tengah kesedihan, Hugo mengenang ayahnya dengan berusaha memperbaiki automaton (semacam robot) peninggalan ayahnya yang rusak. Dalam rangka memperbaiki robot ini, karena tak punya uang, ia sering mencuri berbagai peralatan kecil di toko mainan milik seorang lelaki tua yang dingin, George Millies.

hugoe-4

Suatu hari, ketika melakukan aksinya ini, ia tertangkap basah. Buku catatan ayahnya yang berisi sketsa perbaikan rangka robot, di ambil Pak Georges dan entah apa artinya, sepertinya ia punya hubungan dengan gambar sketsa tersebut. Hugo sangat sedih dan berusaha untuk mengambilnya,tapi Pak Georges dengan dingin tak mau menyerahkannya. Untuk itu, Hugo kemudian berusaha minta tolong anak perempuan Pak Georges, Isabelle yang sebaya dengannya (sebenarnya, Isabelle ini anak yatim piatu juga, dan Pak Georges sama istrinya adalah orangtua baptisnya).

Namun itu tak mudah. Pak Georges tetap bersikukuh tak mau memberikannya. Tapi Hugo tak mau menyerah, meski ia mulai sekarang harus lebih berhati-hati berkeliaran di stasiun, karena polisi stasiun, Inspektur Gustave, yang bertugas menangkapi anak-anak yang suka mencuri, sedang mengejarnya.

????

Ditemani Isabelle, Hugo memulai petualangannya bagaimana merebut kembali buku sketsanya. Ada rahasia apa sebenarnya di balik buku sketsa itu sehingga membuat Pak Georges tak mau mengembalikannya? Inilah salah satu misteri yang menjadi kekuatan cerita film ini. Apalagi, kemudian, akan banyak rahasia yang terungkap sedikit demi sedikit terkait dengan automaton dan hubungannya dengan masa lalu Pak Georges.

Dan seperti saya tulis di atas, film ini ceritanya sangat realistis, jadi segala penyelesainnya pun akan sangat realistis. Cerita yang tak terlalu biasa untuk sebuah film anak-anak versi Hollywood, kalau tak mau dibilang ‘cerita yang serius.’ Meski begitu, ceritanya digarap sedemikian rupa sehingga menjadi cerita anak-anak yang tetap terkesan ringan dan menghibur.
Cast:
 – Hugo Cabret
 – Georges Méliès-
 – Isabelle
Sacha Baron Cohen – Inspektur Gustave
Ray Winstone – Claude Cabret (pamannya Hugo)
 – Ayah Hugo
Christopher Lee – Monsieur Labisse (pemilik toko buku)
Helen McCrory – Mama Jeanne
Michael Stuhlbarg – René Tabard (penulis sejarah film yang ngefans sama George Millies)
Emily Mortimer – Lisette (penjual bunga)
Frances de la Tour – Madame Emile (pemilik café)
Richard Griffiths –  Monsieur Frick (penjual koran)
Emil Lager – Django Reinhardt, the guitarist

Sutradara:
Produser: Graham King, Timothy Headington, , Johnny Depp
Screenplay: John Logan (based onThe Invention of Hugo Cabret”  by Brian Selznick)
Musik: Howard Shore
Sinematografi: Robert Richardson
Editing:Thelma Schoonmaker
Rilis: 23 November, 2011
Durasi: 128 menit
Negara: US
Bahasa: Inggris 

Awards:
Academy Awards 2012:
– Oscar untuk: Best Achievement in Art Direction, Best Achievement in Cinematography, Best Achievement in Sound Editing, Best Achievement in Sound Mixin, Best Achievement in Visual Effects
– Nominasi: Best Achievement in Costume Design, Best Achievement in Film Editing, Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Score,Best Motion Picture of the Year,  Best Writing, Adapted Screenplay

BAFTA Awards 2012:
– Best Production Design, Best Sound
– Nominasi: Best Cinematography, Best Costume Design, Best Director, Best Editing, Best Make Up & Hair, Best Original Music, Best Special Visual Effects

Golden Globes 2012:
– Best Director – Motion Picture ()
– Nominasi: Best Motion Picture – Drama, Best Original Score – Motion Picture

and many mores awards (see in imdb.com)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: