Beranda > Etcetera, Soundtrack > Musik Keren: J-Musik: Monkey Majik

Musik Keren: J-Musik: Monkey Majik

Saya dengar Monkey Majik dari soundtrack film Yoru no Pikiniku, Futari, yang langsung mengusik telinga. Penasaran, saya browsing-browsing di internet coba dengerin lagu mereka yang lain. Bagus-bagus ternyata.

Monkey Majik, meski band Jepang tapi dibentuk sama bukan orang Jepang, Maynard Plant yang asal Kanada. Awalnya, Maynard ini kerja di Jepang sebagai asisten guru bahasa Inggris (Assistant Language Teacher/ALT/ JET Prgram) sejak tahun 1997. Dia sendiri main musik cuma sebagai hobi meski ayahnya konon musikus profesional yang kerja bareng penyanyi terkenal, Paul Anka. Lalu tahun 2000, bareng rekannya, Thomas Pritchard, Chad Ivany, dan Misao Urushizaka, bikin Monkey Majik. Nama Monkey Majik sendiri adalah ide dari Tom Pritchard, diambil dari lagu band asal Inggris, Godiego, Monkey Magic.

Sayang, Pritchard dan Ivany nggak lama bertahan. Maynard pun ngajak adiknya, Blaise untuk gabung di band. Misao juga kemudian keluar. Saat ini,selain kakak adik Plant, ada dua anggota lain, Tax di drum dan Dick sebagai bassist.

Meski awalnya cuma sekedar hobi, setelah merilis EP bertitle, TIRED tahun 2001 dan laku di pasaran, mereka mulai serius bermusik. Tahun 2002 mereka tanda tangan kontrak sama label rekaman, UNDER HORSE RECORD dan 2003, mereka merilis album mereka, SPADE yang lagi-lagi laris di pasaran.

Tahun 2005, mereka pindah ke major label, avex dan merilis single ‘fly’ tahun 2006 yang menduduki peringkat #19 di Oricon charts. Single berikutnya, ‘Around the World’ menduduki peringkat #4 di Oricon dan jadi them song drama Seiyuuki.

Monkey Majik

Monkey Majik

Tahun 2007 album ke -4 “Sora wa maru de”, dengan lagu andalan “Sora wa maru de”  menjadi lagu pertama dalam sejarah musik JEpang no #1  USEN Request Chart sebelum dirilis. Lalu tahun 2008 album “TIME” menduduki #2 di Oricon Chart pada minggu pertama rilis.

Tahun 2010, lagu mereka yang berjudul “Fast Forward” dan “Sunshine” dipakai sebagai opening themes anime ‘Nurari.’

Yang unik dari Monkey Majik mungkin adalah lagu-lagunya yang yang meski campuran bahasa Jepang dan Inggris seperti kebanyakan lagu-lagu pop Jepang, tapi lirik bahasa Inggrisnya yang lebih banyak lalu dicampur sedikit lirik bahasa Jepang. Musiknya meski bisa dibilang mainstream, tapi mereka punya gaya sendiri yang membedakannya dengan band-band lain. Sentuhan vokalis Maynard yang khas juga menjadi ciri khusus band.

Kepopuleran Monkey Majik konon juga membuat mereka dipercaya sebagai  “Goodwill Ambassadors” fpada peringatan 80 tahun hubungan Jepang-Kanada.

Hal lain yang juga unik dari Monkey Majik ini, konon meski sudah sukses secara komersil, tapi mereka tetap berbasis di Sendai, kota tempat band ini dibentuk, yang lokasinya sekitar 350 km dari Tokyo. Sepertinya mereka nggak tertarik untuk pindah ke Tokyo, seperti kebanyakan band atau musikus yang sudah sukses. Salut lah, meski sudah sukses, kayaknya mereka tetap humble🙂

Anggota:
Maynard Plant (lahir 6 Agustus  1975  di Ottawa, Ontario, Kanada): Vocal & guitar. Lulusan Queens University yang fasih bahasa Inggris, Perancis dan Jepang.

Blaise Plant. Lahir 18 Maret 1980 di Ottawa. Vokal dan gitar. Adiknya Maynard. Juga fasih bahasa Inggris, Perancis dan Jepang. Blaise ini juga anggota tim hockey di Sendai. Dia senang nulis lagu. Selama kuliah di University of Lethbridge, dia sudah memulai sebagai musikus solo. Tahun 2008 dia bikin solo project, The Alphabet Project yang konon lagu-lagunya menduduki no 1 di Syncl Download chart. Dia juga bakal merilis albumnya, Painting Music di samping juga mulai bikin film. Hmm..

tax (Takuya Kikuchi): drummer. Lahir di Sendai, 31 Agustus 1975. Tax ini awalnya kerja sebagai teknisi kesehatan gigi lalu kerja jadi karyawan perusahaan. Dia kenal sama Maynard dan Blaise lewat teman. Sebenarnya pengalaman nge-drum dia cuma pas di SMP selama 2 tahun. Hebat ya?

DICK: bass. Lahir di Sapporo 10 Maret 1978. Awalnya dia anggota band beraliran funk soul , Soul Addiction di mana dia pakai nama Hideki Dick Mori. Dia juga pernah gabung di band beraliran jazz, Private Kitchen. Konon Maynard, Blaise dan Tax agak maksa waktu ngajak gabung Dick yang memang sudah cukup populer sebagai bassist di bar Sendai dan bikin dia mabuk hingga mau gabung sama Monkey Majik. Hihi…
 
Ex Monkey Majik:

Misao Urushikaka: bassist. Meninggalkan band setelah merilis album kedua, “eastview”.
Jan Kuypers:  drummer. Mahasiswa pertukaran di Prof. Masayoshi Esashi’s lab. Dia sempat ikut rekaman di album pertama Monkey Majik, “Tired”.

Tom Prichard: drummer. Asal Inggris. Dia yang kasih nama Monkey Majik. Konon masih sering berkunjung ke Jepang dan kumpul bareng teman-temannya di Monkey Majik.

Sumber:
http://www.en.wikipedia.org/

Fave song of Monkey Majik:
1. Futari
2. Sakura
2.Aishiteru
3. Aitakute
4. Don’t You Cry
5. Akari
6. Mitsumoto

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: