Beranda > Film Barat > The Artist

The Artist

Saya nonton The Artist semalam. Gara-gara rekomendasi seorang teman dan baca-baca resensi yang nyebutin kalau ini adalah film terbaik Oscar tahun ini. Tentu saja, saya mengharapkan banyak hal. Sebagus apa sih?

The Sympatic George Valentin

The Sympatic George Valentin

Sesuai judulnya, film ini memang berkisah tentang dunia ke-artisan. Lebih jelasnya, pemain film. George Valentin (Jean Dujardin) adalah seorang aktor papan atas yang sedang berada di puncak kariernya. Hangat dan simpatik. Di luar layar, dia adalah seorang suami penyayang dan majikan yang sangat baik bagi pelayannya yang setia, Clifton.

Suatu hari, ketika ada acara jumpa fans, karena berdesakan, seorang perempuan terdorong ke depan dan menjatuhkan album di hadapannya. Hal yang sangat memalukan yang membuat si cewek kebingungan. Tapi George adalah orang yang rendah hati. Ia tersenyum dan suasana pun cair. Hal ini pun jadi berita heboh di surat kabar. Cewek itu, yang kemudian diketahui bernama Peppy Miller (Bérénice Bejo), terkenal dalam sekejap.

Tidak hanya itu, karena Peppy yang sepertinya mulai menyukai popularitas, ikut audisi menari untuk sebuah film. Karena ia memang berbakat, ia pun lolos. Karirnya di dunia film pun di mulai. Dari peran-peran sebagai figuran hingga akhirnya mendapatkan peran utama.

PDVD_012 (4)

Saat itulah, dunia perfilman sedang mulai berubah.  Teknologi suara sudah ditemukan dan era film bisu pun akan segera surut. George yang idealis tak mau pindah ke film suara dan tetap bertahan dengan film bisunya. Di sisi lain, Peppy diorbitkan sebagai bintang film bersuara dan langsung menyedot perhatian dunia perfilman. Film bisu, perlahan ditinggalkan.

Dunia pun seakan berbalik. Ketika Peppy mencapai puncak kepopuleran, George sedang pada titik terburuk dalam kariernya. Bangkrut dan depresi. Tapi Peppy yang selalu mengagumi George berusaha untuk membantunya bangkit.

Meski hitam putih, tapi film ini terasa sangat 'berwarna'

Meski hitam putih, tapi film ini terasa sangat ‘berwarna’

Hmmm, ceritanya sih sebenarnya tak terlalu istimewa. Tapi yang membuat film ini menjadi sangat spesial tentu karena dikemas menjadi film bisu. Secara sinematografi etc, menonton film ini memang membuat kita seolah dibawa ke era film tahun 20-an. Luar biasa memang. Dan akting para pemainnya, tentulah menjadi istimewa karena tak melibatkan suara. Jean Juardin dan Berenice Bejo tampil memukau (meski saya merasa sedikit terganggu dengan akting Juardin sebagai George yang banyak mengingatkan saya pada karakter yang dimainkan  di ‘‘‘).

Cast:
Jean Dujardin – George Valentin
Bérénice Bejo – Peppy Miller
Uggie – Jack (the dog)
John Goodman – Al Zimmer
Penelope Ann Miller – Doris Valentin

Sutradara: Michel Hazanavicius
Produser: Thomas Langmann
Penulis: Michel Hazanavicius
Musik: Ludovic Bource
Sinematografi: Guillaume Schiffman
Editing: Anne-Sophie Bion, Michel Hazanavicius
Rilis: 15 Mei 2011 (Cannes Film Festival)
Durasi: 100 menit

Awards:
Cannes Film Festival 2011:
– Best Actor Award (Jean Dujardin)
Golden Globes 2012:
– Best Motion Picture – Musical or Comedy,
– Best Original Score
– Best Actor – Motion Picture Musical or Comedy (Jean Dujardin)
BAFTA Awards:
– Best Film
–  Best Director and Best Original Screenplay
– Best Actor (Jean Dujardin)
Academy Awards:
– Best Picture, Best Director, Best Actor
César Awards:
– Best Film, Best Director , Best Actress (Berenice Bejo)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: