Beranda > Etcetera, Soundtrack > Musik Keren: J-Music: Spitz

Musik Keren: J-Music: Spitz

Denger nama Spitz sudah lama… sekali. Waktu itu dapat kiriman surat pendengar dari radio NHK untuk siaran Bahasa Indonesianya dan dikasih semacam song of the month. Pas lagunya Spitz, Robinson. Waktu itu nggak terlalu ngeh karena belum pernah dengar lagunya. Belakangan saya coba browsing di internet dan ketemu lagu-lagu Spitz. Coba didengerin, ufh, ternyata lagunya enak-enak. Sejak itu, saya nobatin Spitz sebagai salah satu band Jepang favorit saya. Lagu Spitz yang pertama mengena, Kimi Ga Omoide ni Naru Mae ni. Sakana liriknya lucu. Lalu Oomiya Sanseto dan J’et aime yang terasa begitu menghanyutkan.

Spitz

Spitz (Supittsu/スピッツ), merupakan band rock asal Shizuoka yang dibentuk tahun 1987 dan mencapai kepopuleran tahun ’90-an. Beberapa lagunya yang nge-hits, Hibari no Kokoro (1991), Robinson (yang menduduki tangga di chart Oricon), Sora mo Taberu Hazu, Cherry (1995).

Tahun 1986, Kusano ketemu sama Tamura di universitas Tokyo Sokei dan kemudian membentuk band, Cheetahs dengan drummer Atsushi Ono yang bernuansa punk rock. Kemudian mereka berubah menjadi The Spitz ditambah satu anggota lagi, Taku Nishiwaki. Namun karena Blue Hearts (salah satu band punk rock Jepang) sudah bikin band semacam itu, The Spitz pun bubar.

Tahun 1987, Kusano pindah dari  Tokyo Zokei University ke Musashino Art College dan masih jalan bareng sama Tamura. Mereka pun merencanakan bikin band lagi dengan ngajak Miwa temannya Tamura di sekolah menengah dan kemudian Miwa ngajak rekannya, Sakiyama. Mereka mulai bikin performance seperti di Shinjuku Jam, Shibuya La Mama, Shibuya Yaneura. Pengaruh Blue Hearts masih kuat di musik mereka dan karenanya sulit bagi mereka untuk berkembang. Kusano pun memikirkan musik yang berbeda dan dia mulai main akustik. Mereka bikin lagu  “Koi no Uta” (恋のうた?) atau  “Hibari no Kokoro” (ヒバリのこころ?). Tahun 1990, mereka merilis mini album, Hibari no Kokoro (ヒバリのこころ?). Spitz pun disebut-sebut sebagai ‘new wave in 90s.’

Japanese dog

Japanese dog

Musik Spitz konon dipengaruhi sama Donovan, british band. Nama Spitz dibuat sama Kusano, sang vokalis,  dari Bahasa Jerman, yang artinya ‘tajam/runcing’. Di samping juga ada anjing ras JapaneseSpitz yang senang menggonggong (cocok untuk citra band) dan pernah populer di tahun 60-70an. Konon Kusano pengin ngasih nama ini untuk bandnya di sekolah menengah, tapi teman-temannya nggak pada setuju. Fans Spitz sendiri disebut, Spitsbergen, kayak nama sebuah pulau di Norway.

Saya nggak tahu bagaimana kepopuleran band ini di Jepang, tapi di Indonesia, sepertinya tak terlalu terkenal. Mungkin karena sudah senior jadi kalah populer sama band-band baru yang terus bermunculan. Whatever, I like Spitz so much! Nggak seperti kebanyakan J-rock yang riuh, musik Spitz cukup jernih di telinga, bisa dibilang ballad, tapi juga nggak mellow dan liriknya juga tak terlalu panjang-panjang (seperti kebanyakan lagu Jepang) tapi tetap indah. Ditambah vokal Kusano yang khas. Semoga mereka terus berkarya.

Anggota Spitz :
Masamune Kusano: vocal, guitar, songwriter. Lahir di Fukuoka, 21 Desember 21, 1967. Lulus dari Musashino Art University untuk jurusan desain. Konon Masamune ini masuk sebagai salah satu vokalis terbaik Jepang. Hmmm, setuju!
Tetsuya Miwa: guitar. Lahir 17 Mei, 1967 di Fujieda, Shizuoka Prefecture. Lulusan Fujieda Meisei High School & Bunka Fashion College.
Akihiro Tamura: bass guitar, band leader. Lahir 31 Mei, 1967 di Fujieda, Shizuoka Prefecture. Sempat kuliah di Tokyo Zokei University, tapi nggak sampai lulus.
Tatsuo Sakiyama. Drums. Lahir 25 Oktober1967 di Sano, Tochigi Prefecture. Sama dengan Tetsuya, dia juga lulusan Bunka Fashion College.

My Favourite Songs of Spitz:
1. Kimi ga Omoide ni Naru Mae ni (selain musik yang enak, liriknya juga terasa dalem)
2. Sakana (liriknya unik. sakana sendiri artinya: ikan 🙂 )
3. Oomiya Sanseto (nuansa akustik yang kental. menghanyutkan!)
4. J’taime (romantis 🙂 )
5. Robinson (so Spitz…)
6. Koi no Uta (lagu yang terdengar jenaka, seperti orang yang lagi dimabuk cinta)
7. Amai te (intronya keren)

Spitz Albums:
Namae wo Tsuketeyaru
Aurora ni Narenakatta Hito no Tame ni (1992),mini album with Tomoki Hasegawa (orchestra-arranged)
Hoshi no Kakera (1992), bernuansa rock
Crispy! (1993). Lebih bernuansa pop dan kurang sukses meski salah satu lagunya, Kimi ga Omoide ni naru Mae ni masuk di chart Oricon.
Sora no Tobikata (1994), ketika baru rilis sudah masuk rank 14.
Hachimitsu (1995) , terjual lebih dari 1 juta kopi dan Spitz mulai tur panjangnya di mana mereka tampil di lebih dari 40 konser.
Chiheisen (1996)
Fake Fur (1998), yang mereka produseri sendiri kerja bareng Tanaya Yuuichi sebagai co-arranger
Ka Chou Fu Getsu (1999), special album yang berisi unreleased tracks.
Recycle: Greatest Hits of Spitz (2000) yang dirilis ketika Spitz masih di Amerika. Konon Spitz nggak mau bikin album kompilasi sebelum mereka bubar/istirahat, jadi meski sukses mereka nggak masukin album ini di discography mereka 🙂
Hayabusa (2000) dengan nuansa rock yang lebih keras dan konon merubah image konvensional mereka.’
Mikazuki Rock (2001)
Iroiro Goromo (2004), special albums berisi single mereka sejak tahun 1999
–  Souvenir (Sūbenia, 2005)
Cycle Hit Spitz Complete Single Collection (2006)
Sazanami CD (2007)
– Togemaru  (2010)

Notes:
-Lagu  “Star Gazer” (スターゲイザー, Sutā Geizā?)  jadi theme songnya anime ‘Ainori’
– Setelah soundtrack drama Hakusen Nagashi, lagu “Sora mo Toberuhazu” konon jadi lagu yang sering diputar pas upacara perpisahan sekolah di Jepang.

Sumber: http://www.en.wikipedia.org/

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: