2046

Mungkin saya sudahpuluhan atau malah ratusan kali nonton film ini. Hehe, hiperbolis🙂 Tapi kenyataannya, saya memang sudah berkali-kali nonton film ini dan tak pernah merasa bosan. Kenapa? Saya pun tak tahu. Yang jelas, film ini adalah awal saya menyukai film-filmnya  dan aktor utamanya: ,.

Padahal, awalnya saya sama sekali nggak punya clue tentang film ini. Pinjemnya pun nggak disengaja. Waktu itu lagi pinjam cd di rental langganan. Enggak tahu kenapa, si penjaga rentalnya tiba-tiba nawarin film ini. Karena harga sewanya lebih murah dibanding film lain (cuma 1500 sementara yang lain 2500) dan kondisinya copy ori, ya saya ambil saja. Nggak langsung saya tonton. Malah temen saya yang nonton duluan dan dia bilang ‘filmnya aneh. nggak jelas.’ Masa sih? Penasaran, saya tonton.

Zhang Ziyi as Bai Ling. Zhang Ziyi bener-bener terlihat berkilau di sini.

Zhang Ziyi as Bai Ling. Zhang Ziyi bener-bener terlihat berkilau di sini.

Dan…dari awal pun saya sudah merasa jatuh cinta dengan film ini. Gaya penceritaannya, musiknya, tokoh-tokohnya…semakin saya ikuti, semakin saya terhanyut.

Chow () yang bekerja sebagai jurnalis, setelah beberapa waktu tinggal di Singapura akhirnya memutuskan kembali ke Hongkong. Di Hongkong, ia tinggal di penginapan, di sebuah kamar bernomor 2047, nomor kamar yang bersebelahan dengan no kamar yang meninggalkan banyak kenangan di masa lalu (kamar 2046, tempat ia pernah menghabiskan waktu bersama kekasihnya, Su Li-zhen. Mengenai cerita cinta Cow-Li-zhen ini bisa dilihat di film sebelumnya, In the Mood for Love). Untuk menambah penghasilan, Chow menulis cerita-cerita dewasa.

PDVD_020 (2)

Meski belum  sepenuhnya mampu melupakan kekasihnya, Chow mulai menjalin hubungan dengan perempuan. Bai Ling (), penari kabaret yang cantik (di sini  benar-benar terlihat kemilau). Sebenarnya, Chow hanya ingin main-main saja sama Bai Ling tapi rupanya Bai Ling benar-benar jatuh cinta sama Chow. Karena merasa tak mampu membalas perasaan Bai Ling, Chow akhirnya membiarkan Bai Ling pergi.

Wang Jing-wen

Wang Jing-wen

Wang Jing Wen () adalah putri sulung pemilik penginapan yang jatuh cinta pada seorang lelaki Jepang. Namun hubungan itu kandas karena ayah Jing Wen tak menyetujui putrinya berhubungan dengan orang Jepang ()  (ia membenci orang Jepang karena pengalaman buruk dengan Jepang di masa perang). Meski begitu, Jing Wen masih menjalin hubungan diam-diam dengan lelaki itu lewat surat.

Merasa simpatik sama Jing Wen, Chow menawarkan diri memperlancar surat menyurat Jing Wen dan kekasihnya dengan menjadi perantara (kayak mak comblang gitu🙂 ). Chow dan Jing Wen menjalin persahabatan. Apalagi mereka sama-sama suka menulis cerita. Bahkan Jing Wen membantu Chow menyelesaikan cerita-ceritanya. Dan Chow pun sadar, ia mulai jatuh cinta sama Jing Wen. Sebuah cinta yang tak berbalas karena Jing Wen masih selalu mencintai kekasihnya.

akuya Kimura. Sosok khayalan Chow yang menempuh perjalanan dari 2046.

akuya Kimura. Sosok khayalan Chow yang menempuh perjalanan dari 2046.

Chow pun menulis 2047, sebuah cerita yang sedianya tentang kisah cinta Jing Wen dan kekasihnya namun pada akhirnya ia sadar bahwa ia sedang menulis tentang dirinya sendiri: seorang lelaki yang sedang menempuh perjalanan panjang dengan kereta api waktu untuk kembali dari tahun 2046 dan kemudian jatuh cinta sebelah tangan pada sesosok robot perempuan.

Cinta hanya masalah waktu, bukan? :(

Cinta hanya masalah waktu, bukan?😦

Ini adalah bagian terakhir dari trilogi-nya  (setelah Days of Being Wild dan In the Mood for Love). It’s all about romance. Sebuah tema yang terkesan ‘remeh temeh.’ Tapi di situlah hebatnya , yang mampu meramu cerita semacam itu menjadi sebuah cerita film yang sangat sophiscated! And that’s why I Love his movies so much🙂

Quotes:
cinta hanya masalah waktu. tak baik bertemu orang yang tepat terlalu cepat atau lambat” (narasi Chow Wo-man)

Cast:
, Chow Mo-wan
, Wang Jing-wen / Android
, Bai Ling
, Su Li-zhen (Su Li-zhen di Singapura)
, Lulu/Mimi/Android
, Tak/kekasih Jing Wen
Wang Sum, Mr Wang (pemilik penginapan)
Jie Dong, Wang Jie-wen (putri kedua Wang)
Ping Lam Siu, Ah Ping

Sutradara:
Penulis:
Produser: Chan Wai-chung, CHan Ye-cheng,
Musik:
Sinematografi: Christopher Doyle, Kwang Pung-leung
Editing: William Chang
Durasi: 129 menit
Rilis: 20 Mei 2004 (Cannes), 29 September 2004
Bahasa: Kanton, Jepang, Mandarin

Awards:
  2004:
– Nominasi Palme d’Or (Wong Kar-Wai)
Golden Horse Film Festival 2004:
– Best Art Direction (William Chang, Alfred Yau)
– Best Original Film Score (Shigeru Umebayashi, Peer Raben)
Nominasi: Best Actor (Tony Leung Chiu Wai), Best Actress (Zhang Ziyi), Best Cinematography, Best Film, Best Make Up and Costume Design, Best Soun Effects
Hong Kong Film Awards 2005:
– Penghargaan: Best Actor (Tony Leung Chiu Wai), Best Actress (Zhang Ziyi), Best Art Direction, Best Cinematography Best Make Up and Costume Design, Best Original Score
– Nominasi: Best Director, Best Film Editing, Best Screenplay, Best Sound Effects, Best Visual Effects

Beberapa penghargaan di: Argentinean Film Critics Association Awards 2006, Broadcast Film Critics Association Awards 2006, Chicago Film Critics Association Awards 2006, Chlotrudis Awards 2006, Cinema Brazil Grand Prize 2007, Cinema Writers Circle Awards, Spain 2005, David di Donatello Awards 2005, Directors Guild of Great Britain 2005, European Film Awards 2005, Golden Bauhinia Awards 2004, Golden Trailer Awards 2006, Hong Kong Film Critics Society Awards 2005, Los Angeles Film Critics Association Awards 2005, Mainichi Film Concours 2005, National Society of Film Critics Awards, USA 2006, New York Film Critics Circle Awards 2005, Online Film Critics Society Awards 2006, Sant Jordi Awards 2005, Satellite Awards 2005, Valladolid International Film Festival 2004 (sumber: imdb.com)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: