Beranda > Film Korea > My Sassy Girl

My Sassy Girl

Saya sudah nonton My Sassy Girl berkali-kali, tapi nggak pernah benar-benar saya ikuti sepenuhnya karena tak pernah benar-benar merasa tertarik. Dan saya terus berpikir, kenapa ya film ini kok bisa nge-hits banget? Bahkan ada kesan bakal jadi film legendaris? Apa yang menarik? Menurut saya karakter si sassy girl, pemabuk, galak, tapi sebenarnya melonkolis adalah karakter yang agak terlalu ‘drama.’

PDVD_094

Lama, saya baru memutuskan untuk nonton lagi. Kali ini mencoba untuk benar-benar mengikuti dari menit ke menit. Mulai Gyun-woo yang kumpul sama teman-temannya, hingga kemudian ketemu si cewek mabuk di stasiun kereta. Dan membawanya ke hotel…lalu esoknya ketemuan lagi sama si cewek dan si cewek marah-marah…oh, I got it!

Gendong2an ketika mabuk, classic scene-nya romcom Korea

Gendong2an ketika mabuk, classic scene-nya romcom Korea

Pertama, adalah karakter Gyun-woo (). He’s just ordinary guy yang bisa kita temui sehari-hari di sekitar kita (dan tampang  mendukung itu🙂 ): mahasiswa biasa saja (lihat bagaimana Gyun-woo mewakili absen teman-temannya), anak mami tapi kadang ingin ‘nakal’ supaya terlihat cool (tapi tetap anak mami, hihi), suka cewek cantik (seperti kebanyakan cowok, tapi kemudian dia agak ilfil melihat karakter galak si cewek) dan di atas semua itu: he’s very kind…

Gyun-woo, the ordinary guy

Gyun-woo, the ordinary guy

Si cewek (, awalnya saya mikir karakternya agak berlebihan. Kenapa dia sampai seperti itu? Dan kenapa juga dia dengan begitu mudah ngajak Gyun-woo jalan. Tapi lihat bagaimana ekspresi wajahnya kadang bisa terlihat begitu sedih?

PDVD_111

Awalnya, saya pikir hubungan mereka adalah saling memanfaatkan. Gyun-woo memanfaatkan si cewek untuk reputasinya bisa menggandeng cewek cantik. Si cewek memanfaatkan Gyun-woo sebagai pelarian atas kesedihannya yang entah karena apa.

PDVD_125

Namun hubungan saling memanfaatkan ini perlahan akan segera berubah menjadi hubungan yang saling membutuhkan. Dan ketika sadar ini, Si Cewek memutuskan untuk berpisah. Namun tenang saja,this is not sad love story. Endingnya benar-benar membuat saya ingin bertepuk tangan. Sedikit twist yang benar-benar dieksekusi dengan manis🙂

Cast:
– Gyun-woo
  – Si Cewek
Kim In-Mun – ayah Gyun-woo
Song Ok-Suk – ibu Gyun-woo
Han Jin-Hie – Ayah cewek
Yang Geum-Seok – Bibi Gyun-woo

Judul Lain: Yeopgijeogin geunye
Sutradara:
Penulis: Kim Ho-Sik (novel),
Produser: Jin Han, Park Geon-seob, Chul Shin
Musik: Kim Hyeong-seok
Sinematografi: Kim Sung-bok
Editing: Kim Sang-beom
Rilis: July 27, 2001
Durasi: 123 min.
Bahasa: Korea

Awards:
Awards of the Japanese Academy 2004: Nominasi Best Foreign Film
Blue Dragon Awards 2001: Best New Actor ()
Fant-Asia Film Festival 2003: Most Popular Film ()
Grand Bell Awards, South Korea 2002: Best Actress (Gianna Jun), Best Screenplay ()
Hochi Film Awards 2003: Best Foreign Language Film
Hong Kong Film Award 2003: Best Asian Film

Note:

Ini adalah adegan favorit saya, pertemuan kembali Gyun-woo dan si cewek. Menurut saya, adegan ini dapeeet banget dan jadi merasa ikut melting melihatnya :):

PDVD_010

PDVD_012
PDVD_019

Film ini sudah diadaptasi ke layar Hollywood sama sutradara Yann Samuell, dibintangi dua aktor muda Elisha Cuthbert dan Jesse Bradford namun sepertinya jauh dari sukses. Bagaimanapun, My Sassy Girl adalah cerita romance yang sangat khas Korea, sehingga akan sulit mengadaptasinya ke luar Korea.

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: