Beranda > Film Barat > The Grand Voyage

The Grand Voyage

Reda anak seorang imigran muslim. Ia lahir dan besar di Perancis. Karenanya, ia pun bertumbuh dalam kebudayaan negeri itu. Ia belum lagi mengikuti ujian akhir di SMU-nya ketika ayahnya yang konservatif dan keras kepala memintanya untuk mengantarkannya naik haji ke Mekkah dengan mobil. Alasannya, sang ayah ingin perjalanan hajinya itu benar-benar menjadi ‘perjalanan suci.’

the Grand Voyage

Reda tak bisa menolak. Ayahnya tidak tidak bisa didebat. Dengan dongkol luar biasa, Reda akhirnya menuruti permintaan ayahnya. Berdua mereka bermobil meninggalkan Perancis, melewati Italia, Bulgaria, Yaman, Yordania, Turki…perjalanan panjang yang melelahkan. Dalam perjalanan itu pula, ayah dan anak yang berbeda generasi ini saling belajar untuk memahami satu sama lain. Sungguh, a real grand voyage!

the grand voyage2
Film ini dibuat tahun 2006, disutradarai oleh Ismael Ferroukhi, seorang keturunan Maroko.

Cast:
Nicolas Cazalé, Reda
Mohamed Majd, Ayah

Judul Lain: Le Grand Voyage
Sutradara: Ismaël Ferroukhi
Penulis: Ismaël Ferroukhi
Produser: Humbert Balsan
Musik: Fowzi Guerdjou
Sinematografi: Katell Djian
Editing:Tina Baz
Lokasi: Perancis, Maroko, Bulgaria, Turki
Durasi: 108 menit
Rilis: Perancis, 24 November 2004

Awards:
BAFTA Awards 2006: Nominasi Best Film not in the English Language
Mar del Plata Film Festival 2005: Best Aktor (Mohamed Majd), Best Film (Ismaël Ferroukhi)
Marrakech International Film Festival 2004: Nominasi Golden Star (Ismaël Ferroukhi)
Newport International Film Festival 2005: Jury Award: Best Actor (Nicolas Cazalé)
São Paulo International Film Festival 2005: Nominasi International Jury Award (Ismaël Ferroukhi)
Venice FF 2004: Luigi De Laurentiis Award (Ismaël Ferroukhi/director, Humbert Balsan/producer)

  1. Desember 31, 2011 pukul 7:40 am

    Film yang bagus, boleh nih disandingkan dengan film lokal “meak ingin naik haji”

    • Januari 1, 2012 pukul 2:11 am

      hmmm, boleh juga. awalnya saya agak underestimate lho sama emak ingin naik haji, tapi setelah nonton jadi salut. salah satu film lokal terbaik akhir2 ini 🙂

      • Januari 12, 2012 pukul 5:05 am

        saya hendak menyandingkan keduanya karena memang seperti sepsang film, yang satu adalah keinginan seorang ibu untuk naik haji, satunya lagi adalah perjalanan suci seorang ayah yang juga sama-sama naik haji. persamaannya, anaknya sama-sama lelaki 🙂 tapi keduanya memang bagus sih menurutku .

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

gudangekspresi

say something

Membaca Filem

Meresensi film yang kami tonton

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: